Abu Sufyan
KelahiranShakhr bin Harb
(ุตุฎุฑ ุจู† ุญุฑุจ)
565
Mekkah
Kematian653
Madinah
Pasangan
Keturunan
WangsaBani Quraisy
AyahHarb bin Umayyah
IbuShafiyyah binti Hazn
AgamaIslam

Shakhr bin Harb bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf (bahasa Arab: ุตุฎุฑ ุจู† ุญุฑุจ ุจู† ุฃู…ูŠุฉ ุจู† ุนุจุฏ ุดู…ุณ ุจู† ุนุจุฏ ู…ู†ุงู; caโ€‰565 โ€” caโ€‰653) atau lebih dikenal dengan panggilannya Abu Sufyan bin Harb (ุฃุจูˆ ุณููŠุงู† ุจู† ุญุฑุจ) adalah salah seorang pemimpin utama Bani Quraisy di Makkah yang sangat menentang Nabi Muhammad, akan tetapi di kemudian hari memeluk agama Islam.[1] Keturunan Abu Sufyan kemudian mendirikan dinasti Umayyah yang memerintah dunia Islam antara tahun 661โ€“750. Buyutnya yang bernama Abdu Syams, adalah saudara Hasyim, buyut Nabi Muhammad.

Penentangan terhadap Islam

sunting

Abu Sufyan adalah kepala suku Bani Abdu Syams, salah satu dari cabang suku Quraisy. Ia adalah salah satu pemimpin utama Quraisy dan orang terpandang di Makkah. Bagi Abu Sufyan, Muhammad dan kaum muslim dipandang sebagai ancaman terhadap tatanan sosial Makkah, dan seseorang yang bertujuan untuk kekuasaan politik serta berpaling dari dewa-dewa Quraisy.

Kekerasan yang terjadi membuat sekelompok muslim Makkah hijrah ke Habsyah untuk memperoleh perlindungan, dan putrinya yang bernama Ramlah binti Abu Sufyan adalah termasuk salah seorang di antaranya.[1]

Konflik militer

sunting

Setelah Muhammad hijrah ke Madinah pada tahun 622 M, kaum Quraisy menyita barang-barang yang kaum muslim tinggalkan di Makkah. Dari Madinah, kaum muslim kemudian mulai menyerang kafilah-kafilah Quraisy yang berdagang dari Suriah ke Makkah.

Pada tahun 624, Abu Sufyan memimpin sebuah kafilah. Sebuah pasukan muslim ketika itu berusaha untuk mencegatnya, tetapi ia berhasil meminta bantuan dari Quraisy di Makkah. Ini adalah penyebab terjadinya Pertempuran Badar, yang kemudian berakhir dengan kemenangan kaum muslim. Di lain pihak, Abu Sufyan berhasil membawa kafilahnya pulang dengan selamat ke Makkah. Kematian beberapa pemimpin Quraisy dalam pertempuran tersebut menyebabkan Abu Sufyan menjadi pemimpin utama Makkah.[1]

Abu Sufyan selanjutnya berperan sebagai pemimpin militer Makkah dalam peperangan melawan Madinah, antara lain dalam Pertempuran Uhud tahun 625 yang mengalahkan pasukan muslimin dan Pertempuran Khandaq tahun 627, tetapi tidak berhasil mencapai kemenangan yang menentukan. Akhirnya kedua pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata dengan Perjanjian Hudaibiyyah tahun 628, yang memungkinkan umat Islam untuk melakukan ziarah ke Ka'bah.[1]

Penaklukan Mekkah

sunting

Ketika gencatan senjata tersebut dilanggar oleh suku-suku sekutu Quraisy pada tahun 630, Muhammad kemudian menggerakkan pasukan Muslim untuk menaklukkan Mekkah. Abu Sufyan yang kini merasa bahwa Quraisy sudah tidak cukup kuat untuk dapat menghalangi kaum muslim, melakukan perjalanan ke Madinah dan berusaha untuk mengembalikan perjanjian tersebut. Setelah menghadap Abu Bakar, Umar dan Ali, tidak ada kesepakatan yang berhasil dicapai antara kedua belah pihak, dan Abu Sufyan kembali ke Mekkah dengan tangan kosong.[2]

Abu Sufyan masih beberapa kali lagi melakukan perjalanan antara Mekkah dan Madinah untuk mengupayakan terjadinya penyelesaian damai.[3] Ketika penaklukan Mekkah pada akhirnya terjadi, Abu Sufyan kembali mencegat Nabi di pinggiran kota Mekah dan segera masuk Islam sehingga upaya-upaya tersebut membuahkan hasil tidak adanya peperangan atau pertumpahan darah di Mekkah.[2]

Kehidupan selanjutnya

sunting

Setelah penaklukan Mekkah, Abu Sufyan menjadi salah seorang panglima perang kaum muslim dalam peperangan selanjutnya. Dalam Pengepungan Tha'if, ia kehilangan penglihatan sebelah matanya lalu setelah perang ia diberi harta rampasan perang 100 ekor unta. Abu Sufyan sedang bertugas di Najran ketika Muhammad meninggal pada tahun 632. Abu Sufyan juga berperang dalam Pertempuran Yarmuk yang keras tahun 636, di mana ia kehilangan penglihatan kedua matanya.[4][5] Saat itu ia berdoa,"Wahai pertolongan Allah, mendekatlah." Lalu ia menyerukan pada pasukan muslimin,"Sesungguhnya kalian adalah para pembela Islam dan penolong Arab, sedangkan mereka adalah para pembela kemusyrikan dan penolong Romawi. Ya Allah, hari ini adalah sebagian dari hari-hariMu. Ya Allah, turunkanlah pertolonganmu."[1]

Kerasnya pertempuran Yarmuk bahkan membuat beberapa pasukan muslimin sempat lari dari barisan. Seorang penunggang kuda dari satuan Yazid bin Abu Sufyan yang pertama tiba di belakang (markas) adalah Abu Sofyan. Ia disambut pasukan wanita yang dipimpin Hindun (istrinya) dan Khaulah. Mereka juga meneteng tiang tenda dan bebatuan. โ€œMau kemana putra Harb? Kembalilah bertempur dan tunjukkan keberanianmu, dengan begitu semoga engkau mendapat ampunan Allah karena memiliki dosa melawan Rasulullah!โ€ sergah Hindun sambil memukulkan tongkatnya ke kepala kuda suaminya, Abu Sofyan. Hingga ada pasukan yang berkata,"Lebih mudah menghadapi orang-orang romawi daripada wanita kita!โ€[6]

Abu Sufyan meninggal dunia tahun 31 H / 650 M di Madinah pada usia sembilan puluh tahun di mana anaknya Muawiyah telah menjadi Gubernur wilayah Damaskus (Suriah). Utsman bin Affan yang telah menjadi khalifah ketiga di 644 dan merupakan kerabat Abu Sufyan adalah yang memimpin doa bagi penguburannya.[1]

Keluarga

sunting
Silsilah keluarga dari keluarga penguasa Sufyanid dari Kekhalifahan Umayyah. Sufyanid adalah keturunan Abu Sufyan

Istri dan anak

sunting
  1. Shafiyyah binti Abi al-Ash.
    1. Ramlah. Ia pertama kali menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy, dan ia memiliki seorang putri, Habibah binti Ubaidillah. Setelah Ubaidillah meninggal, ia menikah dengan Muhammad.
    2. Umaimah. Ia menikah dengan Huwaithib bin Abdul Uzza, dan ia memiliki seorang putra bernama Abu Sufyan.[7]:โ€Š169โ€Š
  2. Zainab binti Naufal dari Bani Kinanah.[8]
    1. Yazฤซd.
  3. Hindun binti Utbah.
    1. Hanzhalah (terbunuh dalam Pertempuran Badar). Hindun menyebut Hanzhalah sebagai "anak sulungnya".[9]:โ€Š313,โ€Š337,โ€Š385โ€Š
    2. Muawiyah.
    3. Utbah. Ia disebutkan telah lahir "pada masa Nabi," yaitu setelah 610.[10] Ia memiliki putra yang bernama Al-Walid.
    4. Juwairiyah. Suami pertamanya adalah As-Sa'ib bin Abi Hubaisy. Suami keduanya adalah Abdurrahman bin al-Harits.[7]:โ€Š169โ€Š
    5. Ummul Hakam. Dia menikah dengan Abdullah bin Utsman Ats-Tsaqafi, dan memiliki seorang putra, Abdurrahman.[7][11]
  4. Shafiyyah binti Abi Amr bin Umayyah.
    1. Amr (ditawan dalam Pertempuran Badar dan kemudian dibebaskan).[9]:โ€Š313โ€Š
    2. Hindun. Ia menikah dengan Al-Harits bin Naufal, dan ia memiliki enam anak: Abdullah, Muhammad al-Akbar, Rabi'ah, Abdurrahman, Ramlah dan Ummu az-Zubair.[7]:โ€Š169โ€Š
    3. Sakhra. Dia menikah dengan Sa'ib bin al-Akhnas dan dikatakan memiliki anak.[7]:โ€Š169โ€Š
  5. Lubabah binti Abi al-Ash.
    1. Maimunah (Aminah). Dia menikah dengan Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi, dan melahirkan setidaknya satu putra, Dawud.[9]:โ€Š589โ€Š Suami keduanya adalah Al-Mughirah bin Syu'bah.[7]:โ€Š169โ€Š
  6. Atikah binti Abi Uzaihir[9]:โ€Š189โ€Š dari suku Daus.[12]:โ€Š220โ€Š
    1. Anbasah.[12]:โ€Š220โ€Š
    2. Muhammad.[13]

Anaknya yang lain: แธคฤrits,[14] Al-Faraa,[9]:โ€Š214โ€Š Azzah.[15]

Peninggalan

sunting

Pada kemudian hari, Muawiyah putra Abu Sufyan berhasil mendirikan dinasti Umayyah, yaitu dinasti muslim pertama yang memerintah dunia Islam selama seabad, antara tahun 661-750. Kaum Syi'ah memandang Abu Sufyan sebagai seorang munafik yang memeluk Islam hanya setelah penaklukan Mekkah, dan penyusup di kalangan umat Islam.[16]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala Vol.5. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-270-8
  2. ^ a b Syaikh, Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri (2012). Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 978-602-98968-3-1
  3. ^ John Glubb, The Life and Times of Muhammad, Lanham 1998, p. 304-310.
  4. ^ Ibnu al-Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, p. 393.
  5. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-04. Diakses tanggal 2009-09-09.
  6. ^ Grania, Abu Fatah (2008). Panglima Surga. Jakarta: Cicero Publishing. ISBN 9789791751285
  7. ^ a b c d e f Muhammad bin Saad, Kitab al-Tabaqat al-Kabir vol. 8. Translated by Bewley, A. (1995). The Women of Madina. London: Ta-Ha Publishers.
  8. ^ Ibnu Hajar. Al-Isaba vol. 6 p. 658 #9271.
  9. ^ a b c d e Muhammad bin Ishaq. Sirat Rasul Allah. Translated by Guillaume, A. (1955). The Life of Muhammad. Oxford: Oxford University Press.
  10. ^ Ibnu Hajar. Al-Isaba vol. 5 p. 60 #6248.
  11. ^ "Hadith - Book of Divorce - Sahih al-Bukhari - Sunnah.com - Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู…)". sunnah.com. Diakses tanggal 2020-11-25.
  12. ^ a b Muhammad bin Jarir al-Tabari. Tarikh al-Rusul wa'l-Muluk. Translated by Morony, M. G. (1987). Volume 18: Between Civil Wars: The Caliphate of Mu'awiyah. Albany: State University of New York Press.
  13. ^ (Arab) Mush'ab bin Abdullah az-Zubairi, Kitab Nasab Quraisy, hlm 126
  14. ^ Nasa'i vol. 2 #1814.
  15. ^ Muslim 8:3413.
  16. ^ www.al-islam.org

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Muawiyah bin Abu Sufyan

Muawiyah bin Abu Sufyan (bahasa Arab: ู…ุนุงูˆูŠุฉ ุจู† ุฃุจูˆ ุณููŠุงู†code: ar is deprecated ; lahir 602 โ€“ meninggal 680) atau Muawiyah I adalah khalifah yang berkuasa

Abu Lahab

Dhatar Bin Habashiyah Bin Salul, Istrinya adalah Arwa, saudara perempuan Abu Sufyan Sakhar bin Harb, khalah (bibi dari ibu) dari Muawiyah. Arwa bergelar "Ummu

Abu Bakar ash-Shiddiq

panglima perang telah diberikan daerah tugas mereka. Abu Ubaidah ke Homsh. Yazid ibnu Abu Sufyan dan Muawiyah ke negeri Damsyik (Damaskus). Syurahbil

Abu Sufyan bin al-Harits

Abu Sufyan bin al-Harits bin Abdul Muthalib (bahasa Arab: ุฃุจูˆ ุณููŠุงู† ุจู† ุงู„ุญุงุฑุซ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู…ุทู„ุจcode: ar is deprecated ) adalah sepupu dan sahabat Nabi Muhammad

Ummu Habibah

) atau lebih dikenal dengan Ummu Habibah, Ramlah binti Abu Sufyan atau Ramlah binti Abi Sufyan (lahir pada tahun 35 Sebelum H/589, wafat di Madinah pada

Utsman bin Affan

Pada peristiwa Hudaibiyah, Utsman dikirim oleh Rasullah untuk menemui Abu Sufyan di Mekkah. Utsman diperintahkan untuk menegaskan bahwa rombongan dari

Daftar tokoh Islam

al-Jamuh Abu Ayyub al-Anshari Abu Thalhah Abdullah bin Jahsy Khubaib bin Adi Ikrimah bin Abu Jahal Khadijah Binti Khuwailid Imam Al-Ghazali Sufyan ats-Tsauri

Yazid bin Muawiyah

diteruskan putranya. Yazid berasal dari Bani Umayyah cabang Sufyani, sebutan untuk keturunan Abu Sufyan bin Harb. Dia adalah raja kedua yang ayahnya juga seorang