Infobox orangAbubakar Jaar

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran29 November 1889 Suntingan nilai di Wikidata
Kematian22 Maret 1985 Suntingan nilai di Wikidata (95 tahun)
Wali Kota Padang
1945ย โ€“ 1946
โ†ย Abdoel Hakim โ€“ Bagindo Azizchanย โ†’ Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
Kelompok etnikOrang Minangkabau Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpolitikus, pengacara Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AyahDjaโ€™ar Sutan Pamuncak Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraSiti Dalisah Suntingan nilai di Wikidata
Residen Mr. Abu Bakar Djaar mewakili Gubernur Sumatra Tengah memberikan kata sambutan ketika upacara menaikkan bendera di Lapangan Kantin Bukittinggi, 21 November 1956

Prof. Mr. Abubakar Jaar (29 November 1889ย โ€“ย 22 Maret 1985) adalah seorang pengacara Indonesia.[1] Setelah kemerdekaan Indonesia, ia menjadi wali kota Padang,[2] lalu residen Sumatera Timur[3][4] menggantikan Luat Siregar[5] dan residen Sumatera Barat.[6][7][8]

Abubakar Jaar juga pernah menjadi guru di Sekolah Tinggi Islam (STI) Padang yang didirikan oleh Mahmud Yunus.[9] Ia menjadi salah seorang pendiri Komite Rakyat di Padang yang didirikan atas anjuran Soekarno untuk mengurangi dampak perang selama pendudukan Jepang di Sumatera Barat.[10]

Abubakar Djaar adalah salah seorang pendiri Perguruan Tinggi Hukum Pancasila yang menjadi cikal bakal Fakultas Hukum Universitas Andalas.[11] Ia meninggal dunia di Padang, Jumat, 22 Maret 1985. Ia sudah lama menderita diabetes. Jenazahnya disemayamkan sejenak di Balai Kota Padang setelah diserahkan oleh Gubernur Sumatera Barat Ir. Azwar Anas kepada Wali Kota Padang Syahrul Ujud. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak.[12]

Rujukan

sunting
  1. ^ Rasjid-70. Panitia Peringatan Ulang Tahun Mr. Rasjid ke-70. 1981.
  2. ^ Asnan, Gusti, (2007), Memikir ulang regionalisme: Sumatera Barat tahun 1950-an, Yayasan Obor Indonesia, ISBN 978-979-461-640-6.
  3. ^ Husein, Ahmad, (1992), Sejarah perjuangan kemerdekaan R.I. di Minangkabau/Riau 1945-1950, Volume 1, Badan Pemurnian Sejarah Indonesia-Minangkabau, ISBN 978-979-405-126-9
  4. ^ Edisaputra (1987). Sumatera dalam perang kemerdekaan: perlawanan rakyat semesta menentang Jepang, Inggris dan Belanda. Yayasan Bina Satria '45.
  5. ^ https://books.google.co.id/books?id=TT0bAAAAIAAJ&q=abu+bakar+djaar&dq=abu+bakar+djaar&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwiI0-Hmwvb0AhWGT2wGHU1XA6M4FBDoAXoECAQQAw
  6. ^ https://books.google.co.id/books?id=S2I7AAAAMAAJ&pg=PA8
  7. ^ https://books.google.co.id/books?id=FphxAAAAMAAJ&pg=PA76
  8. ^ https://books.google.co.id/books?id=1KtuAAAAMAAJ&q=residen+sumatera+barat+abu+bakar&dq=residen+sumatera+barat+abu+bakar&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiwhI2q_Pb0AhWmxDgGHWfzA5gQ6AF6BAgHEAM
  9. ^ Fridiyanto (2018-01-01). Kaum intelektual dalam catatan kaki kekuasaan. Gre Publishing. ISBNย 978-602-7677-38-8.
  10. ^ Iskandar, Mohammad; Said, Yulinar; Wulandari, Triana (1998). Peranan desa dalam perjuangan kemerdekaan di Sumatera Barat, 1945-1950. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.
  11. ^ https://books.google.co.id/books?id=S2I7AAAAMAAJ&pg=PA121
  12. ^ https://majalah.tempo.co/read/album/38556/meninggal-dunia

Pranala luar

sunting
Jabatan politik
Didahului oleh:
-
Wali kota Padang
1945โ€”1946
Diteruskanย oleh:
Bagindo Azizchan


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Bagindo Aziz Chan

kemerdekaan, yang dilantik pada tanggal 15 Agustus 1946 menggantikan Mr. Abubakar Jaar. Ia meninggal dalam usia 36 tahun setelah terlibat dalam sebuah pertempuran

Pemerintah Kota Padang

Indonesia, Mr. Abubakar Jaar diangkat sebagai wali kota pertama Kota Padang dalam negara kesatuan Republik Indonesia. Mr. Abubakar Jaar merupakan seorang

Daftar Wali Kota Padang

bagian dari sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia. Abubakar Jaar adalah wali kota pertama setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia sampai

Sejarah Kota Padang

Indonesia, Mr. Abubakar Jaar diangkat sebagai wali kota pertama kota Padang dalam negara kesatuan Republik Indonesia, Mr. Abubakar Jaar merupakan seorang

Fakultas Hukum Universitas Andalas

Sriwidjaja oleh dr. M. Djamil, Saalah Joesoef Sutan Mangkoeto, Mr. Abubakar Jaar, dr. Rasjidin, dan Muhammad Sjafei. Yayasan ini bertujuan untuk "mendirikan

Sutan Mohammad Amin Nasution

Residen Aceh, Ferdinand Lumban Tobing, Residen Sumatera Utara, dan Abubakar Jaar, Residen Sumatera Timur. Pada awalnya diputuskan bahwa ibukota karesidenan

Kesultanan Sambas

Mantri menggantikan Ayahnya dengan gelar Sultan Abubakar Tajuddin I (Sultan Sambas ke-7). Sultan Abubakar Tajuddin I ini dengan Pangeran Anom ini adalah

Republik Lanfang

Manambon. Kemudian pada sekitar tahun 1750 M Sultan Sambas ke-4 yaitu Sultan Abubakar Kamaluddin juga mendatangkan orang-orang Tionghoa untuk pertama kali wilayah