Adaks
Seekor adaks di Maroko
CITES Apendiks I (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Subfamili: Hippotraginae
Genus: Addax
Laurillard, 1841
Spesies:
A. nasomaculatus
Nama binomial
Addax nasomaculatus
Map of Africa, showing a highlighted range (in green) covering three small areas in Mauritania, Niger and Chad
Distribusi adaks (IUCN 2015)
  Hidup (habitat asli)
  Dikenalkan ulang
Sinonim
List[3][4]
  • Addax addax Cretzschmar, 1826
  • Addax gibbosa Savi, 1828
  • Addax mytilopes Hamilton-Smith, 1827
  • Addax suturosa Otto, 1825
  • Cerophorus nasomaculata Blainville, 1816
  • Antilope addax Cretzschmar, 1826
  • Antilope suturosa Otto, 1825
  • Antilope mytilopes Hamilton-Smith, 1827
  • Oryx addax Hamilton-Smith, 1827
  • Oryx nasomaculatus J.E. Gray, 1843

Adaks (Addax nasomaculatus), atau yang juga dikenal sebagai antelop putih, adalah sebuah spesies antelop yang berasal dari Gurun Sahara. Satu-satunya anggota dari genus Addax, Adaks pertamakali dideskripsikan secara ilmiah oleh Henri de Blainville pada 1816. Adaks memiliki tubuh dengan warna bulu yang pucat, dan memiliki tanduk yang memutar, biasanya memiliki panjang 55 hingga 80 cm (22 hingga 31 in) pada betina dan 70 hingga 85 cm (28 hingga 33 in) pada jantan. Tinggi jantan adalah sekitar 105 hingga 115 cm (41 hingga 45 in) di pundak, sementara betina memiliki tinggi 95 hingga 110 cm (37 hingga 43 in). Adaks memiliki ciri dimorfisme seksual, dengan individu betina lebih kecil daripada jantan. Warna bulu mereka berubah tergantung musim. Di musim dingin, bulunya berwarna cokelat keabuan di kaki dan bagian belakang, dan rambut panjang berwarna cokelat di kepala, leher dan pundak; di musim panas, warna bulunya berubah menjadi hampir seluruhnya putih atau pirang mirip pasir.

Adaks biasanya memakan rumput dan dedaunan dari semak-semak dan polong-polongan. Mereka telah beradaptasi dengan baik untuk tinggal di habitat gurun mereka, karena mereka dapat hidup tanpa air dalam waktu yang lama. Adaks membentuk kawanan yang terdiri dari lima sampai 20 anggota, baik jantan maupun betina. Tiap kawanan dipimpin oleh betina tertua. Karena gerakannya yang lambat, adaks menjadi target yang mudah untuk predatornya: manusia, singa, macan tutul, citah, dan iganyana. Musim kawin mereka mencapai puncaknya pada musim dingin dan awal musim semi. Habitat alami mereka adalah wilayah kering, semi-gurun, gurun berbatu, dan gurun pasir.

Adaks diklasifikasikan oleh IUCN sebagai spesies terancam kritis. Meski sangat langka pada habitat aslinya karena perburuan tanpa regulasi, adaks lumayan sering ditemukan di penangkaran. Mereka dahulu banyak ditemukan di Afrika Utara, tetapi sekarang hanya dapat ditemukan di Chad, Mauritania dan Niger. Adaks punah secara lokal di Algeria, Mesir, Libya, Sudan dan Sahara Barat, tetapi telah diperkenalkan kembali di Maroko dan Tunisia.

Referensi

sunting
  1. ^ IUCN SSC Antelope Specialist Group (2016). "Addax nasomaculatus": e.T512A50180603. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T512A50180603.en. ;
  2. ^ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 14 Januari 2022.
  3. ^ a b Wilson, D. E.; Reeder, D. M., ed. (2005). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3rd). Johns Hopkins University Press. hlm. 717. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  4. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Krausman2007

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Addax Team

Barwa Addax Team adalah salah satu tim konstruksi asal Spanyol yang berkompetisi dalam ajang GP2 Series dan GP3 Series yang dimiliki oleh bank Addax Capital

Rio Haryanto

Pada tahun 2013, Rio memutuskan untuk bergabung bersama dengan Tim Barwa Addax, namun sayangnya, Rio mendapatkan hasil yang buruk dengan hanya mampu mendapat

Sergio Pérez

finis di P2 di Valencia, Spanyol. Pada musim 2010, ia beralih ke tim Barwa Addax, dan ia pun berhasil menjadi runner-up di klasemen akhir kejuaraan pembalap

Sinopec

menyelesaikan akuisisi terhadap Addax Petroleum asal Jenewa dengan harga $7,5 miliar. Pada tanggal 31 Oktober 2011, Addax mengakuisisi 80% saham Pecten

Bovidae

tanduk panjang, O. dammah Gemsbok, O. gazella Kijang arab, O. leucoryx Genus Addax Antelop adaks, A. nasomaculatus Genus Kobus Upemba lechwe, K. anselli Waterbuck

Romain Grosjean

di tim Campos Grand Prix, atau yang sekarang dikenal dengan nama Barwa Addax. Sebelum resmi diumumkan menjadi pembalap F1 di pertengahan 2009, Grosjean

Seri GP2 musim 2010

balapan terakhir, tim Barwa Addax memegang keunggulan satu poin atas tim Rapax, dengan tim ART sembilan poin di belakang tim Addax di urutan ketiga. Di balapan

DAMS

meraih point di seri utama menyebabkan tim dikalahkan pada klasemen oleh Addax. Untuk musim 2012, Grosjean berpindah ke tim Formula Satu Lotus (sebelumnya