📑 Table of Contents
Lukisan karya Francesco Albani. Lukisan ini berjudul Baptisan Kristus. Lukisan ini menggambarkan peristiwa Yesus menjadi satu dengan Allah menurut aliran Adopsionisme

Adopsionisme (bahasa Inggris: Adoptionism) adalah paham yang menganggap bahwa Yesus Kristus adalah manusia biasa yang diadopsi menjadi Anak Allah.[1] Ajaran ini muncul dari kelompok Kristen Ebionit. Kemudian ajaran ini dikembangkan oleh golongan Monarkisme Dinamis pada abad ke-2 dan abad ke-3. Oleh karena itu, nama lain dari gerakan ini adalah Monarkisme Dinamis Pada abad ke-8, ajaran ini muncul lagi di Spanyol. Orang yang membangkitkan ajaran ini kembali adalah Elipandus (uskup Toledo) dan Felix (uskup Urgel).[2] Ajaran ini dinyatakan sebagai ajaran sesat pada akhir abad ke-2 dan secara resmi ditolak dalam Konsili Nicea I.[3]

Isi Ajaran

sunting

Yesus dipandang sebagai manusia yang bijaksana, baik hati, melakukan perintah Allah dengan sempurna, dan taat kepada Allah. Oleh karena itu, Yesus diadopsi oleh Allah dan dipersatukan dengan Roh Allah. Yesus diangkat menuju tinggak ilahi sebagai Anak Allah. Setelah itu, Yesus disembah sebagai Tuhan.[2] Mereka berpandangan bahwa kalimat: "Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mu Aku berkenan" (Markus 1:11) dianggap sebagai formula penobatan raja atau pengangkatan anak (pada saat itu Yesus diadopsi sebagai Anak Ilahi).[4]

Referensi

sunting
  1. ^ Epifanius dari Salamis (403 M). Panarion. pp. 30:3 & 30:13.
  2. ^ a b . F. D. Willem. 2006. Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 4-5.
  3. ^ Harnack, Adolf Von (1889). History of Dogma.
  4. ^ Browning, W (2015). Kamus Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia. hlm.ย 5.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tritunggal

oleh para Bapa Gereja sebagai tanggapan terhadap Adopsionisme, Sabellianisme, dan Arianisme. Adopsionisme merupakan keyakinan bahwa Yesus adalah seorang

Kekristenan

menolak doktrin Tritunggal. Berbagai pandangan antitritunggal, semisal adopsionisme atau modalisme, sudah muncul semenjak permulaan sejarah agama Kristen

Nontrinitarianisme

Yesus dan Roh Kudus, sangat beragam. Pandangan nontrinitarian seperti adopsionisme, monarkianisme, dan subordinasionisme telah ada sebelum penetapan resmi

Injil orang Ebionit

meliputi ketiadaan kelahiran perawan dan silsilah Yesus; suatu Kristologi Adopsionisme, yang menyatakan bahwa Yesus dipilih menjadi Allah Anak pada waktu pembaptisan-Nya;

Daftar Paus Gereja Katolik

Romawi yang lahir di ibu kota Kekaisaran Romawi. Memerangi bidah penganut adopsionisme, yang merupakan pengikut Theodotus dari Bizantium, yang dipimpin oleh

Origenes

umat Kristen yang paling berapi-api kala itu, telah menyebarkan ajaran adopsionisme, yakni keyakinan bahwa Yesus terlahir menjadi manusia biasa yang baru

Sabelianisme

mustahil dipilah-pilah menjadi beberapa oknum berlainan. Portal Kristen Adopsionisme Injil orang Mesir bahasa Yunani Monarkianisme Hanson, Richard Patrick

Inkuisisi

pihak, Elipandus dari Toledo dan Felix dari Urgel, tokoh-tokoh utama Adopsionisme dan Predestinasionisme, tidak diapa-apakan, kendati diputuskan bersalah