Hippocrates, tokoh yang juga membuat aforisme medis

Aforisme (bahasa Yunani: ἀφορισμός, aphorismós, dari ἀπό + ὁρίζειν, apo + horizein)[1] adalah suatu ungkapan mengenai doktrin atau prinsip atau suatu kebenaran yang sudah diterima umum.[2] Aforisme harus berupa suatu pernyataan ringkas, tajam, dan mudah diingat.[2]

Asal aforisme

sunting

Aforisme sering berasal dari tokoh terkenal dan mengandaikan suatu keunggulan tertentu dalam hal isi atau gaya, seperti di dalam aforisme medis karya Hippocrates yang merupakan asal-usul kata aforisme.[2] Via trita via tuta (Jalan yang sudah licin karena ditapaki adalah jalan yang aman) adalah satu aforisme yang terkenal.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Definition of aphorism from the Online Etymology Dictionary
  2. ^ a b c d Ensiklopedi Nasional Indonesia. 2004. Bekasi: Delta Pamungkas. ISBN 979-9327-00-8. Hal.128.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

YOLO (aforisme)

YOLO adalah singkatan dalam bahasa Inggris, yaitu “You Only Live Once” yang berarti hidup hanya satu kali. Banyak sekali generasi muda yang menganut gaya

Peribahasa

untuk menggambarkan maksud tertentu. Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum

Franz Kafka

Proses (1924) serta Kastil (1926). Ia juga dirayakan karena fabel dan aforisme singkatnya, yang sering kali memasukkan unsur komedi di samping tema-tema

Adaik basandi syarak

Kitabullahcode: id is deprecated , selanjutnya disingkat ABSSBK) adalah aforisme terkait pengamalan adat dan Islam dalam masyarakat Minangkabau. ABSSBK

Sutra (sastra)

har. 'tali, benang'code: sa is deprecated ) mengacu kepada aforisme atau kumpulan aforisme dalam bentuk pustaka panduan, dan di ruang lingkup yang lebih

Yesus

suatu Injil nonkanonik, merupakan salah satu saksi independen atas banyak aforisme dan perumpamaan Yesus. Sebagai contoh, Injil Tomas mengonfirmasikan bahwa

Badarayana

karya-karyanya. Salah satu karya utamanya adalah kitab-kitab Brahmasutra (aforisme tentang Brahman). Bersama dengan 12 pemikir lainnya, ia bergabung dalam

Injil Yohanes

bagian pendahuluan, untuk mendukung kepentingan naratif, sedangkan aforisme-aforisme terkemudian mendukung "fungsi paraenetik". Lihat Yohanes 6:56, Yohanes 10:14-15