Air Terjun Ngleyangan

Air Terjun Ngleyangan, sebuah air terjun yang berada di suatu daerah di Goliman, Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Air Terjun Ngleyangan ini berada di bagian lereng Gunung Wilis tepatnya berada didalam hutan Gunung Wilis dengan ketinggian sekitar 800 mdpll dan juga tinggi air terjun ini sekitar 123 meter.

Air Terjun Ngleyangan memiliki nama lain yaitu Air Terjun Sakartaji. Di sekitar lokasi Air Terjun Ngleyangan juga ada beberapa situs patung Hindu dan juga sumur yang tua bekas peninggalan jaman kerajaan Kediri.

Karena tergolong masih alami dan jarang didatangi wisatawan, saat mendatangi Air Terjun Ngleyangan akan kesulitan mencari fasilitas, hanya ada warung yang berada di sekitar Air Terjun Ngleyangan.

Rute dan Perjalanan

sunting

Rute untuk menuju Air Terjun Ngleyangan jika titik awalnya adalah pusat kota Kediri maka harus mengambil rute di Desa Parang jaraknya kira-kira 20 km sekitar 30-40 menit berkendara hingga tempat parkir[1] Rute lain menuju Air Terjun Ngleyangan adalah via Dusun Krampyang, Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, menempuh jalur menanjak melalui kawasan lereng Gunung Wilis. Perjalanan dilanjutkan dengan trekking melalui hutan, seringkali disarankan menitipkan kendaraan di penitipan warga sebelum melanjutkan jalan.

Pengunjung Air Terjun Ngleyangan bisa langsung berjalan kaki dari tempat penitipan motor untuk menuju ke lokasi walaupun membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama sekitar 1,5 jam hingga 2 jam akan tetapi lebih aman.

Jika tetap menggunakan kendaraan bermotor membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam dari rumah penduduk terakhir, akan tetapi tidak disarankan untuk warga diluar desa parang dan dusun krampyang, warga lokal sudah terbiasa melewati akses jalan tersebut dengan motor, tetapi tidak dengan warga luar, karena jika tetap nekat menggunakan sepeda motor akan melewati jalan makadam yang berkelok-kelok dan sangat tajam ditengah hutan, serta jurang yang lumayan dalam, akses jalanya lebih cocok untuk pejalan kaki. Jika sudah melalui jalan 2 hingga 3 km maka disarankan untuk berjalan kaki sejauh kurang lebih 1 km dikarenakan jalanan untuk menuju Air Terjun Ngleyangan semakin tidak tertata ditengah rimbunnya pepohonan.

Jam Operasional

sunting

Jam Operasional Air Terjun Ngleyangan adalah dibuka 7 hari seminggu dan dalam 24 jam sehari.

Sejarah dan Mitos

sunting

Menurut mitos yang beredar di masyarakat sekitar Air Terjun Ngleyangan bahwa konon Air Terjun Ngleyangan sudah ada sejak masa Adipati Panjer, di mana pada dahulu kala masyarakat yang menyaksikan tumpahan air yang terjun dari puncak lereng bukit gunung Wilis ini tampak terlihat “kleyeng-kleyeng” yang dalam Bahasa Jawa memiliki arti pusing yang meluncur dari atas, maka dari itu air terjun ini disebut dengan nama Air Terjun Ngleyangan.[2]

Ada yang menyebutkan bahwa Air Terjun Ngleyangan pernah menjadi tempat bertapa oleh seorang resi yang bagi sebagian orang sakti. Resi Brahmaraja namanya, Ia adalah seorang pertapa yang hidup bersama putrinya Dewi Amisani. Dewi Amisani memiliki kecantikan yang tersebar ke seluruh penjuru Kerajaan Kediri. Lalu sekitar tahun 1207, Dandang Gendis atau yang biasanya dikenal dengan Sri Kertajaya seorang Putra Mahkota Kerajaan Kediri, naik ke gunung Wilis untuk mengejar cintanya kepada Dewi Amisani, anak satu-satunya dari Resi Brahmaraja. Karena mengejar cinta dari Dewi Amisani membuat Dandang Gendis, yang saat itu seorang putra mahkota kerajaan Kediri nekat kabur sendirian dari istana memasuki hutan belantara gunung Wilis untuk menemukan di mana tempat tinggal Dewi Amisani dan Resi Brahmaraja.[3] Lalu Dandang Gendis beserta Dewi Amisani dan Resi Brahmaraja tinggal di hutan gunung Wilis dalam waktu yang cukup lama hingga pada akhirnya mereka semua dijemput untuk pulang kembali ke Keraton Kediri. Lalu Dandang Gendis dinobatkan sebagai Raja Kediri yang bergelar Srikertajaya untuk menggantikan pemimpin dari kerajaan Kediri sebelumnya.[4]

Air Terjun Ngleyangan pertama kali di temukan oleh seorang pendaki yang bernama Bapak Yuli, ia berasal dari Prambon,Nganjuk dan sekarang bertempat tinggal di Kota Ambon. Namun, masyarakat sekitar Air Terjun Ngleyangan lebih mengenal nama Air Terjun Ngleyangan dengan nama “Banyu Anjlok” yang artinya air yang jatuh dari atas.

Air Terjun Ngleyangan ini diberi nama “Ngleyangan” oleh Pak Suro Gledek, ia adalah seorang pendaki. Hal ini dikarenakan Pak Suro Gledek setelah mendatangi Air Terjun Ngleyangan tubuhnya ngleyang atau kepalanya kliyengan.[5]

Referensi

sunting
  1. ^ "Air Terjun Ngalayangan". East Java Trip. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-23. Diakses tanggal 2021-10-23.
  2. ^ "Eksotika Surga Yang Tersembuyi Di Balik Awan Perbukitan Gunung Wilis Kediri". Direktori Wisata Indonesia. 2017-05-20. Diakses tanggal 2021-10-20.
  3. ^ KEDIRI, BAGOS ANGGARA & ARDY ERWANDA-DISKOMINFO KABUPATEN. "Keindahan Air Terjun Ngleyangan di Gunung Wilis Kediri". https://berita.kedirikab.go.id/ (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-20.
  4. ^ "Air Terjun Ngleyangan, Surga yang Tersembunyi di Balik Perbukitan Gunung Wilis Kediri". Tempat.me. Diakses tanggal 2021-10-20.
  5. ^ "Misteri Air Terjun Ngleyangan – Kiloe Journalist". Diakses tanggal 2021-10-20.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Banyakan, Kediri

perbukitan. Di wilayah ini terdapat air terjun tersembunyi dengan akses sulit yang dinamakan Air Terjun Ngleyangan. Di bagian ujung timur adalah Desa Ngablak

Daftar air terjun di Indonesia

Air Terjun Kuta Malaka Air Terjun Lae Mbilulu Air Terjun Huntuk Air Terjun Kadadima Air Terjun Kandera Air Terjun Kima Atas Air Terjun Nguralawo Air Terjun

Gunung Wilis

yang masih sangat alami seperti Air Terjun Parijotho yang terletak di Desa Pamongan, Mojo, Kediri , Air Terjun Ngleyangan dan Padas Payung yang terletak

Grogol, Kediri

Desa Gambyok Lapangan Sepak Bola Sembak di Desa Grogol Air Terjun Ngleyangan - air terjun tersembunyi yang dapat diakses dari Dusun Krampyang, Desa Kalipang

Parang, Banyakan, Kediri

Indonesia. Air terjun Ngleyangan wisata religi makam Eyang Pandu Pragulo pati petilasan Jendral Sudirman Air terjun Guo Kuoso Air terjun Padas Payung

Pelestari Kawasan Wilis

pohon secara liar di kawasan hutan lindung tepatnya di sekitar Air Terjun Ngleyangan Kabupaten Kediri. Hutan ini masuk dalam kawasan Goliman yang masuk

Kalipang, Grogol, Kediri

gadung. Desa Kalipang mempunyai beberapa objek potensial yaitu : air terjun Ngleyangan dan peninggalan situs Kadipaten Panjer, Pasar Tambak Endang dengan