📑 Table of Contents

Kasus akusatif adalah kasus ketatabahasaan yang digunakan untuk menandai objek langsung/objek penderita dari kata kerja transitif. Kasus yang sama digunakan dalam banyak bahasa untuk objek (beberapa atau semua) preposisi. Akusatif adalah kata benda yang dikenai pekerjaan oleh kata kerja, yang pada umumnya dilakukan oleh subjek yang mempunyai kasus nominatif.

Etimologi

sunting

Istilah "accusative" dalam bahasa Inggris adalah Anglikisasi dari Latin Latin accūsātīvus (cāsus),[1] yang diterjemahkan dari bahasa Yunani Kuno (ptôsis) aitiatikḗ.[2] Istilah Yunani yang bisa berarti "(infleksi) untuk sesuatu yang menyebabkan" atau "untuk sebuah tuduhan".[3] Arti yang diinginkan adalah kemungkinan yang pertama, yang akan diubah menjadi istilah Latin causātīvus[4] atau effectīvus,[5] tetapi istilah Latin adalah terjemahan dari yang kedua. Dibandingkan bahasa Rusia вини́тельный vinítel’nyj, dari винить vinít’ "menyalahkan".

Contoh kalimat:

  • "Agus memukul Wati."

Dalam kalimat di atas ini, Wati sebagai akusatif.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ accūsātīvus. Charlton T. Lewis and Charles Short. An Elementary Latin Dictionary pada Perseus Project.
  2. ^ αἰτιατική. Liddell, Henry George; Scott, Robert; A Greek–English Lexicon at the Perseus Project
  3. ^ "accusative". Oxford English Dictionary (Edisi Online). Oxford University Press. (Subscription or participating institution membership required.)
  4. ^ Harper, Douglas. "accusative". Online Etymology Dictionary.
  5. ^ Herbert Weir Smyth. A Greek grammar for colleges. p. 353, sect. 1551.a.: name of the accusative.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Bahasa Arab

kasus gramatikal, yaitu nominatif, akusatif, dan genitif. Ism nominatif berperan sebagai subjek kalimat, Ism akusatif berperan sebagai objek (langsung atau

Bahasa Muna

gramatikal dari subjek dan objeknya. Persona dimarkahi secara nominatif-akusatif: awalan pemarkah persona menandai subjek dari verba transitif dan intransitif

Bahasa Kanton

lainnya, berfungsi sebagai nominatif (bahasa Indonesia: saya, dia, kami) dan akusatif (saya, dia, kami): Bahasa Tionghoa Bahasa Mandarin Bahasa Hokkien Bahasa

Bahasa Irlandia

datif dan akusatif; serta 2(dua) numera sesuai dengan jumlah bendanya, yaitu tunggal dan jamak. Bentuk nominatif itu sama dengan bentuk akusatif. Dalam bahasa

Rupang Buddha

akhiran ṁ (konsonan nasal atau vokal yang disengaukan) menunjukkan bentuk akusatif (objek langsung) tunggal.[butuh rujukan] Umat Buddha di Indonesia umumnya

Objek (tata bahasa)

dibagi menjadi dua macam yaitu objek final (datif) dan objek penderita (akusatif). Unsur objek hanya terdapat dalam kalimat aktif transitif. Objek berada

Rumpun bahasa Roman

nominatif Bahasa Latin), dan sebuah bentuk lainnya untuk objek (dari bentuk akusatif atau datif), dan rangkaian pronomina persona ketiga yang digunakan setelah

Bahasa

"si tuan menegur si budak", karena servos, atau "budak", ada dalam kasus akusatif, memperlihatkan bahwa mereka adalah objek dari tata bahasa, dari kalimat