Ali Sistani
علي السيستاني
Sistani pada November 2009
Kehidupan pribadi
Lahir04 Agustus 1930 (umur 95)
Nama lainbahasa Arab: علي الحسيني السيستاني
bahasa Persia: علی حسینی سیستانی
Kehidupan religius
AgamaIslam Syiah (Dua Belas Imam Ushuli)
Posisi senior
Berbasis diNajaf, Irak
PostingAyatollah Agung
Masa jabatan1992–sekarang
PendahuluAbu al-Qasim al-Khoei
Situs webwww.sistani.org

Ali Husayni Sistani (bahasa Persia: علی حسینی سیستانی bahasa Arab: علي الحسيني السيستاني), lahir pada 4 Agustus 1930, adalah seorang marja Ushuli Iran di Irak dan kepala beberapa seminari (Hawzah) di Najaf.[1]

Biografi

sunting

Kehidupan awal

sunting

Sistani lahir pada 1930 dari sebuah keluarga klerik keagamaan, ayahnya adalah Muhammad Baqir al-Sistani. Sistani sendiri mengklaim lahir di Mashhad, Iran, tetapi terdapat persengketaan mengenai apakah ia memang lahir di Mashhad atau di Sistan kemudian berpindah ke Mashhad pada masa kecil karena Iran tidak mengeluarkan sertifikat kelahiran di provinsi-provinsi timurnya (sekarang dikenal sebagai Wilayah 5) sampai beberapa dekade kemudian. Sistani memulai pendidikan keagamaannya pada masa kecil, pertama di Mashhad di hawzah ayahnya, dan kemudian di Qom. Pada 1951, Sistani pergi ke Irak untuk mempelajari Najaf dibawah bimbingan Ayatollah Agung Abu al-Qasim al-Khoei. Sistani naik pangkat klerik Usooli menjadi 'mujtahid' pada 1960.[2] Secara tak lazim, pada usia tiga puluh satu tahun, Sistani naik pangkat menjadi klerik senior, atau ijtihad, yang membuatnya dapat menentukan jawabannya sendiri tentang pertanyaan-pertanyaan keagamaan.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ Nasr, Vali, The Shia Revival, Norton, (2006), p.171
  2. ^ Sami Moubayed (February 10, 2005). "Coming to terms with Sistani". Asia Times Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-10. Diakses tanggal 2007-08-21. ;
  3. ^ "When Grand Ayatullah Sistani Speaks, Millions Obey: Says Time". al-khoei.org. 30 April 2005. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-02. Diakses tanggal 2007-08-21. ;

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Fatwa yang melarang penghinaan terhadap tokoh Suni

di dunia Islam serta di media Barat dan Arab. Mohammad-Taqi Bahjat, Ali al-Sistani, Naser Makarem Syirazi, Abdul-Karim Mousavi Ardebili, Mousa Syubairi

Utsman bin Affan

dijaga oleh prajurit yang terkenal, Abdullah bin al-Zubair. Putra-putra Ali, Hasan bin Ali, dan Husain bin Ali , juga menjadi salah satu penjaga. Orang-orang

Umar bin Khattab

al-islam.org/critical-assessment-umm-kulthums-marriage-umar-sayyid-ali-al-husayni-al-milani/section-4-umars. al-Azizi, Abdul Syukur (2021-03-08). Ali

Khulafaur Rasyidin

Najran. Peran Ali dalam pengumpulan al-Qur'an, teks utama Islam, dianggap sebagai salah satu kontribusi utamanya. Dalam Islam Syi'ah, Ali dianggap sebagai

Muawiyah bin Abu Sufyan

dengan mengorbankan pengawal lama Ali yang diwakili oleh Hujr bin Adi dan Ibrahim, putra dari pembantu utama Ali, Malik al-Asytar. Pilihan awal Muawiyah untuk

Hubungan Denmark dengan Irak

Ayatollah Ali al-Sistani mengutuk kartun tersebut tetapi juga mengomentari militan yang mencemarkan nama Islam melalui tindakan mereka. Sistani menggarisbawahi

Daftar cendekiawan Muslim modern

Awal Islam Syiah Ali al-Sistani - Imamiyyah Syiah, Iran-Irak Shaykh Ahmad-i-Ahsa'i - Syiah Sayed Muhsin al-Hakim Muhammad Baqir al-Hakim Ayatullah Borujerdi

Khawarij

menurut perintah al-Qur'an. Ali mengalahkan Khawarij di Pertempuran Nahrawan pada tahun 658 M, tetapi pemberontakan mereka tetap berlanjut. Ali dibunuh pada