📑 Table of Contents
Perang Tellumpoccoe

Peta Sulawesi Selatan di tahun 1610an
Tanggal1582-1611
LokasiSulawesi Selatan
Hasil
Perubahan
wilayah
Kerajaan-kerajaan Tellumpoccoe dan Ajatappareng diserap ke dalam wilayah Gowa
Pihak terlibat
Kesultanan Gowa
Kesultanan Tallo
Kesultanan Luwu (dari 1608)
Didukung oleh:
Kerajaan Ajatappareng
Tokoh dan pemimpin
Tunijallo X
Tunipasulu
Ala'uddin I
Karaeng Matoaya
Andi Pattiware'
La Tenrirawe
La Inca
La Pattawe
We Tenrituppu
La Tenriruwa
La Mungkace
La Mappalappe
Datu Beowe

Perang Tellumpoccoe merupakan bagian dari konflik perebutan kuasa antara kerajaan-kerajaan Makassar (di bawah Kesultanan Gowa) dan Bugis (di bawah Kerajaan Bone) di wilayah Sulawesi Selatan, yang telah berlangsung sejak awal abad ke-16. Tellumpoccoe adalah sebuah aliansi militer antara tiga negara Bugis (Bone, Wajo, dan Soppeng) yang dibentuk dalam Perjanjian Timurung (1582), untuk menghadapi ekspansi Gowa-Tallo yang kekuasaannya semakin meluas.

Latar Belakang

sunting

Latar belakang utama perang ini adalah dominasi Kesultanan Gowa-Tallo, yang saat itu menjadi kekuatan terbesar di kawasan. Gowa-Tallo telah memeluk Islam sejak akhir abad ke-16 dan berusaha menyebarkan agama tersebut sambil memperluas kekuasaannya melalui penaklukan. Langkah ini memicu perlawanan dari Kerajaan Bone, yang merasa terancam oleh upaya dominasi Gowa. Selain itu, persaingan ekonomi juga menjadi faktor penting, mengingat Sulawesi Selatan adalah pusat perdagangan strategis, terutama dalam komoditas rempah-rempah. Gowa mengontrol pelabuhan-pelabuhan utama, yang menjadi sumber ketegangan dengan kerajaan-kerajaan tetangga

Peperangan

sunting

Pada tanggal 23 November 1611, Kerajaan Bone jatuh. Pasukan Gowa-Tallo membakar Kota Watampone dan sekitarnya. Arumpone La Tenripale bersedia memeluk Islam dan memerintah sebagai bawahan Sultan Alauddin dan Karaeng Matoaya. Dengan jatuhnya Bone, aliansi Tellumpoccoe kehilangan kemerdekaan mereka, sedangkan Gowa-Tallo menjadi penguasa tertinggi di Sulawesi Selatan, hingga akhirnya menjadi negara paling dominan di Indonesia Timur

Referensi

sunting
  • Ahmad Yani, Islamisasi di Ajatappareng Abad XVI-XVII, Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan, Vol. 8, No. 2, 2020.
  • Fatma, Jumadi, dan Bustan, Pemerintahan Petta To Mabburu Limanna di Kerajaan Agang Nionjo Kabupaten Barru (1597-1603), Pattingalloang, Vol. 9, No. 2, 2022.
  • H. Muhammad Bahar Akkase Teng, Kajaolaliddong, The Intellectual of Bugis Bone: From The Historical Perspective, International Journal of Malay-Nusantara Studies, Vol. 1, No. 1, 2018.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Persekutuan Tellumpoccoe

Persekutuan Tellumpoccoe adalah suatu aliansi penting antara tiga kerajaan Bugis di Sulawesi Selatan, yaitu Bone, Wajo, dan Soppeng; dalam menghadapi

Perang Makassar

Karaeng Fatimah. Ibunya juga berasal dari Makassar. Persekutuan Tellumpoccoe Perang Tellumpoccoe Perang Bone I Perang Bone II Andaya, Leonard Y. (2013). The

Kabupaten Wajo

Bugis (Bone, Wajo dan Soppeng) yang membentuk aliansi Tellumpoccoe untuk membendung ekspansi Gowa. Aliansi ini kemudian pecah saat Wajo berpihak ke Gowa

Tellumpoccoe (disambiguasi)

Tellumpoccoe dapat mengacu pada beberapa hal berikut: Persekutuan Tellumpoccoe, sebuah aliansi antara tiga kerajaan Bugis yang terdiri dari Kerajaan Bone

Sejarah awal Gowa dan Tallo

persekutuan antarsaudara, dengan Bone sebagai saudara tuanya. Aliansi pimpinan Bone ini disebut Tellumpoccoe (secara harfiah bermakna "Tiga Puncak" atau "Tiga Kekuatan")

Perang Bone (1859)

hubungan lama dengan Kesultanan Soppeng dan Wajo (disebut sebagai Aliansi Tellumpoccoe) dalam masalah serangan gabungan melawan angkatan perang Belanda

Komando Distrik Militer 1422

Desa Nisombalia Desa Pa'bentengang Desa Pajukukang Desa Salenrang Desa Tellumpoccoe Desa Temmappaduae Desa Tunikamaseang Desa Tupabbiring Kelurahan Adatongeng

La Maddukelleng

kondisi terpuruk akibat kekalahannya (sebagai sekutu Gowa-Tallo) dengan aliansi Bone dan VOC dalam Perang Makassar. Penindasan yang dilakukan oleh penguasa-penguasa