Alofon adalah ragam pelafalan fonem berdasarkan letaknya dalam kata.[1] Misalnya fonem /b/ dalam bahasa Indonesia kalau diucapkan pada letak awal (contoh: besar) dan tengah (contoh: kabel) maka tidak jauh berbeda [b] atau beralofon ke konsonan lain, sedangkan jika fonem /b/ terletak di akhir kata (contoh: jawab) maka secara fonetik ia akan beralofon ke [p].

Rujukan

sunting
  1. ^ Harimurti Kridalaksana (1982). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm.ย 8: "alofon โ€” varian fonem berdasarkan posisi; mis. fonem pertama pada /'kita/ dan /kata/ secara fonotis berbeda, masing-masing adalah alofon dari fonem /k/; yang pertama hanya muncul di depan vokal depan, sedangkan yang kedua di depan vokal belakang atau konsonan lain.". Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Lihat pula

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

H

itu lagi, sementara beberapa dialek bahasa Spanyol memakai /h/ sebagai alofon /s/ di beberapa wilayah yang memakai bahasa tersebut. Dalam Alfabet Fonetik

Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mempunyai 26 fonem. Jumlahnya berubah menjadi 31 apabila alofon dan konsonan pinjaman juga dihitung. Bahasa Indonesia juga mempunyai diftong

W

antara [w] dan [v] dalam bahasa Jerman dan bunyi [w] masih terdengar secara alofon pada โ€นwโ€บ, khususnya pada kluster โ€นschwโ€บ, di samping [kw] pada โ€นquโ€บ. Dalam

G

konsonan langit-langit belakang /k/ dan /ษก/ mengalami proses palatalisasi dan alofon sebelum vokal di depan; maka dari itu, huruf C dan G mempunyai nilai bunyi

Bahasa Jawa

analisis enam vokal, fonem-fonem di atas memiliki alofon sebagai berikut: Fonem /i/ memiliki dua alofon, yaitu [i] yang umumnya muncul dalam suku kata terbuka

Bahasa Lampung

merupakan alofoni dari /i/. Selain itu, fonem /o/ yang diklaim terdapat pada bahasa Komering oleh Abdurrahman dan Yallop (1979) merupakan alofoni dari /ษ™/

Surat Lampung

virama ๐žœ” ๐žœš ๐žœ˜ ๐žœ› ๐žœœ pu paw pay pah p ๐žœŠ๐žœ” ๐žœŠ๐žœš ๐žœŠ๐žœ˜ ๐žœŠ๐žœ› ๐žœŠ๐žœœ Catatan ^1 Alofon dengan /รฉ/. ^2 /ษ™/ sebagaimana e dalam kata "empat". Alofon dengan /o/.

Vokal tengah madya

vokal. Contoh, dalam bahasa Belanda, alofoni takbulat dari /ษ™/ adalah vokal takbulat tengah madya [ษ™], tapi dalam alofoni bulat, berubah menjadi vokal bulat