Alomorf adalah istilah linguistik untuk variasi bentuk suatu morfem karena pengaruh lingkungan yang dimasukinya. Variasi ini terjadi pada perubahan bunyi (fonologis) tanpa perubahan makna. Dalam bahasa Indonesia, contoh alomorf adalah pada morfem ber- (ber-, be-, dan bel-) serta me- (me-, mem-, men-, meng-, dan meny-). Alomorf merupakan bentuk dari morfem yang sudah diketahui statusnya.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ (Indonesia) Abdul Chaer (2007). "Linguistik Umum". Cetakan Ketiga. Rineka Cipta: 150. ;


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Bahasa Arab

adverbia f, สฟn, สฟnd, แธฅt, สฟkdy subjungtif pada -a demonstratif t peningkatan alomorf -at dari akhiran feminin pelengkap dan subordinator สพn penggunaan f- untuk

-wan

bahasa Sanskerta -van atau -vati. Sufiks -wan memiliki alomorf -man dan -wati. Pada masa lampau alomorf -man diletakkan pada dasar yang berakhir dengan fonem

Prefiks

bentuk alomorf, yaitu te-, yang pemakaiannya memiliki kaidah tertentu tergantung pada kata dasar yang mengikutinya. Kaidah terkait penggunaan alomorf tersebut

Morfem

statusnya dalam hubungan keanggotaan terhadap suatu morfem. Sedangkan alomorf adalah bentuk dari morfem yang sudah diketahui statusnya. Misalnya bentuk

Rumpun dialek Arekan

-akรฉ. Akhiran -e diwujudkan dengan alomorf -ne jika dipasangkan pada kata dengan akhir vokal. Akan tetapi, alomorf -e terkadang dapat juga digunakan.

Bahasa Uab Meto

dinyatakan dengan kata leสผna 'itu' dan ke arah yang dekat leสผi 'ini' sering beralomorf i saja. Numeralia adalah kata-kata yang biasa berkonstruksi dengan nomina

X-5

dibentuk berdasarkan Open World Entertainment di 2011. 'Xenos', adalah alomorf untuk kata Yunani dari 'orang asing', di mana 'X-5' (merujuk 5 Xenos),

Leang Karampuang

perpaduan kata "karaeng" dan "puang", karena pengaruh gejala bahasa berupa alomorf eng menjadi m. Keduanya menunjuk dua entitas dari dua kerajaan besar di