Struktur Kimia Amilopektin

Amilopektin merupakan polisakarida yang tersusun dari monomer ฮฑ-glukosa (baca: alfa glukosa). Amilopektin merupakan molekul berukuran besar dan mudah ditemukan karena menjadi satu dari dua senyawa penyusun pati, bersama-sama dengan amilosa.

Walaupun tersusun dari monomer yang sama, amilopektin berbeda dari amilosa, sebagaimana terlihat dari karakteristik fisiknya. Secara struktural, amilopektin terbentuk dari rantai glukosa yang terikat dengan ikatan 1,4-glikosidik, sama dengan amilosa. Namun, pada amilopektin terbentuk cabang-cabang (di setiap 20 mata rantai glukosa) dengan ikatan 1,6-glikosidik. Amilopektin tersusun dari 1.000 satuan glukosa atau lebih per molekul

Amilopektin tidak larut dalam air.

Glikogen (disebut juga 'pati otot') yang dipakai oleh hewan sebagai penyimpan energi memiliki struktur mirip dengan amilopektin. Perbedaannya, percabangan pada glikogen lebih rapat/sering.

Hidrolisis yang dilakukan pada amilopektin akan menghasilkan D-glukosa. Apabila dilakukan hidrosa tidak lengkap, maka akan menghasilkan campuran antara disakarida, maltosa, dan isomaltosa.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ Fessenden, Ralph J., 1932- (1986). Organic chemistry. Wadsworth. ISBNย 0-534-05089-1. OCLCย 16720613. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Amilum

karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket

Beras

dua polimer karbohidrat: amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket Perbandingan

Polisakarida

amilosa dan selulosa, sedangkan dalam bentuk rantai bercabang yaitu amilopektin dan glikogen. Berdasarkan struktur kimianya, polisakarida dibedakan menjadi

Umbi

polimer dari glukosa dalam bentuk amilosa (tidak bercabang) dan atau amilopektin (bercabang). Umbi-umbi anggota Asteraceae, seperti dahlia, dan Fabaceae

Jagung

umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh

Glikogen

dan ikatan rantai percabangan (ฮฑ1โ†’6). Glikogen memiliki struktur mirip amilopektin (salah satu jenis pati) dengan perbedaan yaitu glikogen memiliki lebih

Nasi

patinya hanya mengandung sedikit amilosa dan hampir semuanya berupa amilopektin, memiliki sifat semacam itu. Beras Jepang (japonica) untuk sushi mengandung

Karbohidrat

Rafinosa, stakiosa, frukto-oligosakarida Polisakarida (>9) Pati Amilosa, amilopektin, pati termodifikasi Polisakarida nonpati Glikogen, selulosa, hemiselulosa