Ampallang.

Ampallang adalah salah satu jenis tindik kelamin pria yang menembus kepala penis secara horizontal.[1] Tindik ini termasuk rumit dan prosesnya sangat menyakitkan. Proses penyembuhan bisa memakan waktu 4โ€“6 bulan, atau bahkan setahun. Ketika pulih sepenuhnya, sering kali tindik tersebut memberikan rangsangan bagi pemakainya karena stimulus pada jaringan kepala penis.[2]

Sejarah

sunting

Praktik menindik kelamin seperti ampallang telah ada sebelum kedatangan bangsa Eropa ke kawasan Asia Tenggara, contohnya di Filipina[3]:โ€Š57โ€“58โ€Š dan Kalimantan (suku Dayak). Thomas Cavendish mengeklaim bahwa di Filipina, praktik tersebut diciptakan oleh para wanita untuk mencegah sodomi.[3]:โ€Š58โ€Š

Dalam kebudayaan Barat, ampallang menjadi populer seiring dengan berbagai jenis tindik kelamin yang dilakukan di kalangan komunitas BDSM gay, sebelum berkembangnya bisnis tindik tubuh pada tahun 1980-an dan 1990-an. Tindik ini dikaitkan erat dengan gerakan modern primitive tetapi anatomi dan penggunaan anting pada ampallang zaman dulu berbeda dengan ampallang masa kini. Desain anting ampallang tradisional semata-mata berupa jarum yang disematkan dengan manik dari kayu pada ujung penis.[4]

Galeri

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ John Baxter (2009). Carnal Knowledge: Baxter's Concise Encyclopedia of Modern Sex. HarperCollins. hlm.ย 10. ISBNย 978-0-06-087434-6.
  2. ^ "UCSB SexInfoOnline - Body Piercing". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-06-18. Diakses tanggal 2009-05-13.
  3. ^ a b Antonio Pigafetta; Theodore J. Cachey (1995), The first voyage around the world (1519-1522): an account of Magellan's expedition, Marsilio Publishers, ISBNย 978-1-56886-005-3
  4. ^ "Borneo Artifact - Giant PENIS PALANG Male PIERCING". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-22. Diakses tanggal 2023-01-07.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tindik kelamin

yaitu tindikan pada ujung penis secara tegak lurus (tidak seperti tindik ampallang di Asia Tenggara, yang ditindik secara melintang), yang tercatat dalam

Apadravya

adalah suatu tindik kelamin yang menembus kepala penis, seperti ampallang. Ampallang menembus kepala penis secara mendatar, sedangkan apadravya menembus

Penis manusia

sensitivitas. Tindik pada penis meliputi Pangeran Albert, apadravya, ampallang, dydoe, batang dalam dan tindik frenum. Restorasi kulup atau peregangan

Candi Ceto

sepanjang 2 meter dilengkapi dengan hiasan tindik (piercing) bertipe ampallang. Kura-kura adalah lambang penciptaan alam semesta sedangkan penis merupakan

Prasasti Lingga Sukuh

tetapi terpahat secara eksplisit seperti phallus dengan hiasan tindik ampallang. Prasasti dipahatkan pada pokok lingga dan dasar lingga menggunakan aksara

Tindik klitoris

Klitoris Labia Nefertiti Princess Albertina Segitiga Tudung klitoris Pria Ampallang Apadravya Dydoe Frenum Hafada Kulup Lorum Prince Albert Reverse Prince

Tindik puting

Klitoris Labia Nefertiti Princess Albertina Segitiga Tudung klitoris Pria Ampallang Apadravya Dydoe Frenum Hafada Kulup Lorum Prince Albert Reverse Prince

Tindik hidung

Klitoris Labia Nefertiti Princess Albertina Segitiga Tudung klitoris Pria Ampallang Apadravya Dydoe Frenum Hafada Kulup Lorum Prince Albert Reverse Prince