Anakronisme (dari kata Yunani แผ€ฮฝฮฌ ana, "melawan" dan ฯ‡ฯฯŒฮฝฮฟฯ‚ khronos, "waktu") adalah ketidaksesuaian kronologis dalam suatu karya, khususnya penempatan seseorang, peristiwa, benda, atau adat-istiadat yang tidak sesuai dengan latar waktunya. Jenis anakronisme yang umum terjadi adalah penempatan objek yang tidak sesuai dengan latar waktu/zaman pada karya yang ditampilkan. Namun, anakronisme juga bisa berupa ungkapan verbal, teknologi, gagasan filosofis, gaya musik, material, tumbuhan atau hewan, kebiasaan, atau hal lainnya yang eksis atau identik pada suatu periode/zaman tertentu, tapi ditampilkan di luar periode/zaman tersebut.

Suatu anakronisme bisa terjadi dengan sengaja maupun tidak sengaja. Anakronisme yang disengaja dapat ditampilkan pada karya sastra atau seni untuk membantu penikmatnya agar lebih mudah terbawa suasana pada periode bersejarah yang sedang diceritakan/ditampilkan. Anakronisme juga bisa digunakan dengan maksud menampilkan retorika, komedi, atau kejutan. Anakronisme yang tidak disengaja bisa terjadi apabila pengarang, seniman, atau pelakon pertunjukan tidak terlalu mengetahui perbedaan teknologi, bahasa, adat-istiadat, atau busana pada zaman yang berbeda-beda.


Contoh

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ van Riper, A. Bowdoin (2013-09-26). "Hollywood, History, and the Art of the Big Anachronism". PopMatters. Diakses tanggal 2014-06-11.
  2. ^ "Harry Potter Film Locations in London โ€“ Millennium Bridge". Golondon.about.com. 5 March 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-10-22. Diakses tanggal 10 July 2014.

Daftar pustaka

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Sun Zi

Para skeptis mengutip ketidakakuratan sejarah yang memungkinkan dan anakronisme dalam teks, menyimpulkan bahwa buku itu sebenarnya merupakan kompilasi

Parikesit

nama sebenarnya "dilakukan oleh para penulis silsilah untuk mencatat anakronisme" dalam beberapa bagian Mahabharata, sebagai "duplikasi karangan yang

Mangga

laut, Bangladesh, dan India bagian timur laut. Mangga dianggap sebagai anakronisme evolusioner, di mana penyebaran bijinya pernah dilakukan oleh hewan pencari

Majas

yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya. Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan

Arthasastra

kesamaan dengan berbagai smrti dan kitab referensi lainnya akan menimbulkan anakronisme sehingga kemungkinan Arthaล›ฤstra ditulis dari abad ke-2 hingga ke-4 M

Aisyah

yang diterima secara tradisional dengan menekankan relativisme budaya, anakronisme, dimensi politik dari pernikahan, perbedaan laju pertumbuhan fisik antar

Sia (gelar)

merujuk pada penanggalan gelar tersebut karena dianggap sebagai sesuatu anakronisme kuno dan feodal. Kata 'Sia' berakar dari Bahasa Hokkian Siร  (Hanji =

Orang Khazar

sejak akhir abad kedua. Catatan-catatan ini biasanya dianggap sebagai anakronisme, dan kebanyakan sarjana percaya bahwa mereka sesungguhnya merujuk kepada