Infobox orangAl-Imam (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Malik bin Anas
rahimahullah Suntingan nilai di Wikidata

Suntingan nilai di Wikidata
Nama dalam bahasa asli(ar) ู…ูŽุงู„ููƒู ุจู’ู†ู ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุนูŽุงู…ูุฑู ุงู„ู’ุฃูŽุตู’ุจูŽุญููŠูู‘ ุงู„ู’ุญูู…ู’ูŠูŽุฑููŠูู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุฏูŽู†ููŠู‘ Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahirank.ย 711 Suntingan nilai di Wikidata
Madinah (Kekhalifahan Umayyah) Suntingan nilai di Wikidata
Kematian7 Juni 795 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata (83/84 tahun)
Madinah (Kekhalifahan Abbasiyah) Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanJannatul Baqi Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiFikih dan Ulum hadis Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanmuhaddits, Faqih, ulama Suntingan nilai di Wikidata
Murid dariNafi maula Ibnu Umar, Ibnu Syihab az-Zuhri, Ja'far ash-Shadiq, Al-Auza'i, Ayyub as-Sikhtiyani, Q12240285 Terjemahkan, Ibrahim bin Abi Ablah, Ibn Hรบrmuz (en) Terjemahkan, Zayd ibn Aslam (en) Terjemahkan, Abdullah ibn Zakwan (en) Terjemahkan, Abdurrahman bin al-Qasim, Tsaur bin Yazid, Humaid ath-Thawil, Rabi'ah bin Farrukh, Hisyam bin Urwah, Yahya bin Sa'id al-Anshari, Aisyah binti Sa'ad, Amir bin Abdullah bin Zubair, Muhammad bin Abdurrahman bin Naufal dan Nafi' al-Madani Suntingan nilai di Wikidata
MuridImam Asy-Syafi'i../... 29+ Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Karya terkenal
Keluarga
AnakFatimah binti Malik bin Anas Suntingan nilai di Wikidata

Mฤlik ibn Anas bin Malik bin 'ฤ€mr al-Asbahi atau Malik bin Anas (lengkapnya: Malik bin Anas bin Malik bin `Amr, al-Imam, Abu `Abd Allah al-Humyari al-Asbahi al-Madani), Bahasa Arab: ู…ุงู„ูƒ ุจู† ุฃู†ุณ, lahir di Madinah pada tahun 711 M / 90H dan meninggal pada tahun 795M / 174H. Ia adalah pakar ilmu fikih dan hadis, serta pendiri Mazhab Maliki. Juga merupakan guru dari Muhammad bin Idris pendiri Madzhab Syafi'i.

Biografi

sunting

Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin al-Haris bin Ghaiman bin Jutsail bin Amr bin al-Haris Dzi Ashbah.[1] Imam Malik dilahirkan di kota Madinah. sedangkan mengenai masalah tahun kelahirannya terdapat perbedaaan riwayat. Al-Yafii dalam kitabnya Thabaqat fuqoha meriwayatkan bahwa Imam Malik dilahirkan pada 94 H. Ibn Khalikan dan yang lain berpendapat bahwa Imam Malik dilahirkan pada 95 H. Sedangkan Imam Adz-Dzahabi meriwayatkan Imam Malik dilahirkan 90 H. Imam Yahya bin Bakir meriwayatkan bahwa ia mendengar Malik berkata, "Aku dilahirkan pada 93 H," dan inilah riwayat yang paling benar (menurut al-Sam'ani dan ibn farhun).[2]

Imam Malik bin Anas dikenal luas akan kecerdasannya. Suatu waktu ia pernah dibacakan 31 buah Hadis Rasulullah dan mampu mengulanginya dengan baik dan benar tanpa harus menuliskannya terlebih dahulu.

Ia menyusun kitab Al Muwaththa', dan dalam penyusunannya ia menghabiskan waktu 40 tahun, selama waktu itu, ia menunjukan kepada 70 ahli fiqh Madinah.

Kitab tersebut menghimpun 100.000 hadis, dan yang meriwayatkan Al Muwaththaโ€™ lebih dari seribu orang, karena itu naskahnya berbeda beda dan seluruhnya berjumlah 30 naskah, tetapi yang terkenal hanya 20 buah. Dan yang paling masyur adalah riwayat dari Yahya bin Yahyah al-Laitsi al-Andalusi al-Mashmudi.

Sejumlah ulama berpendapat bahwa sumber-sumber hadis itu ada tujuh, yaitu al-Kutub as-Sittah ditambah Al Muwaththaโ€™. Ada pula ulama yang menetapkan Sunan ad-Darimi sebagai ganti Al Muwaththaโ€™. Ketika melukiskan kitab besar ini, Ibnu Hazm berkata,โ€ Al Muwaththaโ€™ adalah kitab tentang fiqh dan hadis, aku belum mengetahui bandingannya.

Hadis-hadis yang terdapat dalam Al Muwaththaโ€™ tidak semuanya Musnad, ada yang Mursal, muโ€™dlal dan munqathi. Sebagian ulama menghitungnya berjumlah 600 hadis musnad, 222 hadis mursal, 613 hadis mauquf, 285 perkataan tabiโ€™in, disamping itu ada 61 hadis tanpa penyandara, hanya dikatakan "telah sampai kepadakuโ€ dan โ€œdari orang kepercayaan," tetapi hadis-hadis tersebut bersanad dari jalur-jalur lain yang bukan jalur dari Imam Malik sendiri, karena itu Ibn Abdil Bar an Namiri menentang penyusunan kitab yang berusaha memuttashilkan hadis-Nadifa mursal, munqathiโ€™ dan muโ€™dhal yang terdapat dalam Al Muwaththaโ€™ Malik.

Imam Malik menerima hadis dari 900 orang (guru), 300 dari golongan tabiโ€™in dan 600 dari tabiโ€™in-tabiโ€™in. Imam Malik meriwayatkan hadis bersumber dari Nuโ€™main al-Mujmir, Zaib bin Aslam, Nafiโ€™, Syarik bin Abdullah, Az-Zuhri, Abi az Ziyad, Saโ€™id al Maqburi dan Humaid ath Thawil, muridnya yang paling akhir adalah Hudzafah as Sahmi al Anshari.

Adapun yang meriwayatkan darinya banyak sekali di antaranya ada yang lebih tua darinya seperti az-Zuhri dan Yahya bin Saโ€™id. Ada yang sebaya seperti Al-Auzaโ€™i, Sufyan Ats-Tsauri, Sufyan bin Uyainah, Al-Laits bin Saโ€™ad, Ibnu Juraij dan Syuโ€™bah bin Hajjaj. Adapula yang belajar darinya seperti Asy Safiโ€™i, Ibnu Wahb, Ibnu Mahdi, al-Qaththan dan Abi Ishaq.

Malik bin Anas menyusun kompilasi hadis dan ucapan para sahabat dalam buku yang terkenal hingga kini, Al Muwatta'.

Imam Malik diketahui sangat jarang keluar dari kota Madinah. Ia memilih menyibukkan diri dengan mengajar dan berdakwah di kota tempat Rasulullah Saw wafat tersebut. Beliau sesekali keluar dari kota Madinah untuk melakukan ibadah haji di kota Mekkah

Di antara guru dia adalah Nafiโ€™ bin Abi Nuโ€™aim, Nafiโ€™ al Muqbiri, Naโ€™imul Majmar, Az-Zuhri, Amir bin Abdullah bin Az-Zubair, Ibnul Munkadir, Abdullah bin Dinar, dan lain-lain.[1]

Di antara murid dia adalah Ibnul Mubarak, Al Qaththan, Ibnu Mahdi, Ibnu Wahb, Ibnu Qasim, Al Qaโ€™nabi, Abdullah bin Yusuf, Saโ€™id bin Manshur, Yahya bin Yahya al-Andalusi, Yahya bin Bakir, Qutaibah Abu Mushโ€™ab, Al-Auzaโ€™i, Sufyan ats-Tsauri, Sufyan bin Uyainah, Imam Syafiโ€™i, Abu Hudzafah as Sahmi, Az Zubairi, dan lain-lain.

Pujian Ulama untuk Imam Malik

sunting
Sebaran Madzhab Maliki di Afrika.

An Nasaโ€™i berkata,โ€ Tidak ada yang saya lihat orang yang pintar, mulia dan jujur, tepercaya periwayatan hadisnya melebihi Malik, kami tidak tahu dia ada meriwayatkan hadis dari rawi matruk, kecuali Abdul Karimโ€.

(Ket: Abdul Karim bin Abi al Mukharif al Basri yang menetap di Makkah, karena tidak senegeri dengan Imam Malik, keadaanya tidak banyak diketahui, Imam Malik hanya sedikit mentahrijkan hadisnya tentang keutamaan amal atau menambah pada matan).

Ibnu Hayyan berkata, โ€Malik adalah orang yang pertama menyeleksi para tokoh ahli fiqh di Madinah, dengan fiqh, agama dan keutamaan ibadah."

Imam as-Syafi'i berkata, "Imam Malik adalah Hujjatullah atas makhluk-Nya setelah para Tabi'in."[2]

Yahya bin Ma'in berkata, "Imam Malik adalah Amirul mukminin dalam (ilmu) Hadis."

Ayyub bin Suwaid berkata, "Imam Malik adalah Imam Darul Hijrah (Imam madinah) dan as-Sunnah seorang yang tsiqah, seorang yang dapat dipercaya."

Ahmad bin Hanbal berkata, "Jika engkau melihat seseorang yang membenci Imam Malik, maka ketahuilah bahwa orang tersebut adalah ahli bid'ah."

Seseorang bertanya kepada as-Syafi'i, " apakah anda menemukan seseorang yang alim seperti imam malik?" as-Syafi'i menjawab, "aku mendengar dari orang yang lebih tua dan lebih berilmu daripada aku, mereka mengatakan kami tidak menemukan orang yang alim seperti Imam Malik, maka bagaimana kami (orang sekarang) menemui yang seperti Imam Malik?"[2]

Imam Abu Hanifah berkata, "Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih pandai tentang sunnah Rasulullah dari Imam Malik."

Kitab Imam Malik.

Abdurrahman bin Mahdi, "Aku tidak pernah tahu seorang ulama Hijaz kecuali mereka menghormati Imam Malik, sesungguhnya Allah tidak mengumpulkan umat Muhammad, kecuali dalam petunjuk."

Ibnu Atsir, "Cukuplah kemuliaan bagi asy-Syafi'i bahwa syaikhnya adalah Imam Malik, dan cukuplah kemuliaan bagi Imam Malik bahwa di antara muridnya adalah asy-Syafi'i."

Abdullah bin Mubarak berkata, "Tidak pernah aku melihat seorang penulis ilmu Rasulullah lebih berwibawa dari Imam Malik, dan lebih besar penghormatannya terhadap hadis Rasulullah Saw dari Imam Malik, serta kikir terhadap agamanya dari Imam Malik, jika dikatakan kepadaku pilihlah Imam bagi umat ini, maka aku akan pilih Imam Malik."

Laits bin Saad berkata, "Tidak ada orang yang lebih aku cintai di muka bumi ini dari Malik."

Kitab Al-Muwaththa

sunting

Al-Muwaththa berarti โ€˜yang disepakatiโ€™ atau โ€˜tunjangโ€™ atau โ€˜panduanโ€™ yang membahas tentang ilmu dan hukum-hukum agama Islam. Al-Muwaththa merupakan sebuah kitab yang berisikan hadis-hadis yang dikumpulkan oleh Imam Malik serta pendapat para sahabat dan ulama-ulama tabiin. Kitab ini lengkap dengan berbagai problem agama yang merangkum ilmu hadis, ilmu fiqh dan sebagainya. Semua hadis yang ditulis adalah sahih kerana Imam Malik terkenal dengan sifatnya yang tegas dalam penerimaan sebuah hadis. Dia sangat berhati-hati ketika menapis, mengasingkan, dan membahas serta menolak riwayat yang meragukan. Dari 100.000 hadis yang dihafal dia, hanya 10.000 saja diakui sah dan dari 10.000 hadis itu, hanya 5.000 saja yang disahkan sahih olehnya setelah diteliti dan dibandingkan dengan al-Quran. Menurut sebuah riwayat, Imam Malik menghabiskan 40 tahun untuk mengumpul dan menapis hadis-hadis yang diterima dari guru-gurunya. Imam Syafii pernah berkata, โ€œTiada sebuah kitab di muka bumi ini setelah al qur`an yang lebih banyak mengandungi kebenaran selain dari kitab Al-Muwaththa karangan Imam Malik, inilah karangan para ulama muaqoddimin.โ€

Akhir Hayat

sunting
Makam Imam Malik di Baqi Madinah.

Menjelang wafat, Imam Malik ditanya kenapa ia tak pergi lagi ke Masjid Nabawi selama tujuh tahun, ia menjawab, "Seandainya bukan karena akhir dari kehidupan saya di dunia, dan awal kehidupan di akhirat, aku tidak akan memberitahukan hal ini kepada kalian. Yang menghalangiku untuk melakukan semua itu adalah penyakit sering buang air kecil, karena sebab ini aku tak sanggup untuk mendatangi Masjid Rasulullah. Dan, aku tak suka menyebutkan penyakitku, karena khawatir aku akan selalu mengadu kepada Allah." Imam Malik mulai jatuh sakit pada hari Ahad sampai 22 hari lalu wafat pada hari Ahad, tanggal 10 Rabi'ul Awwal 179 Hijriyah atau 800 Miladiyyah.

Masyarakat Madinah menjalankan wasiat yang ia sampaikan, yakni dikafani dengan kain putih, dan dishalati diatas keranda. Imam shalat jenazahnya adalah Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim al-Hasyimi yang merupakan gubernur Madinah. Gubernur Madinah datang melayat dengan jalan kaki, bahkan termasuk salah satu yang ikut serta dalam mengangkat jenazah hingga ke makamnya. Dia dimakamkan di Pemakaman Baqi', seluruh murid-murid dia turut mengebumikan dia.

Informasi tentang kematian dia tersebar di seantero negeri Islam, mereka sungguh sangat bersedih dan merasa sangat kehilangan, seraya mendoakan dia agar selalu dilimpahi rahmat dan pahala yang belipat ganda berkat ilmu dan amal yang dia persembahkan untuk Islam.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b Republika, Tim (2002-06-26). DARI PENAKLUK JERUSALEM HINGGA ANGKA NOL. Republika Penerbit. hlm.ย 13. ISBNย 978-623-279-024-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b c Malik bin Anas: "Al Muwaththa", halaman 7-9. Mesir:Dar al-Ghad al-gadeed ISBN 977-372-088-8

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Anas bin Malik

Anas bin Malik bin an-Nadhr bin Dhamdham bin Zaid bin Haram bin Jundab bin 'Amir bin Ghanm bin 'Adi bin Malik bin Taimullah bin Tsa'labah bin 'Amr bin

Al-Barra' bin Malik

penaklukan Tustar. Ia adalah saudara dari Anas bin Malik. Ia adalah saudara dari pelayan Nabi: Anas bin Malik dari garis keturunan ayah dan ibunya, ibunya

Muwatta Malik

Al-Muwatta, Al-Muwaththa atau Muwatta Malik merupakan kitab hadis dan fiqih yang disusun oleh Imam Malik bin Anas, merupakan salah satu dari Kutubut Tis'ah

Mazhab Maliki

salah satu imam dan ahli hadis di Madinah, Malik bin Anas atau bernama lengkap Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir al-Ashbahi. Mazhab ini adalah mazhab

Al-Walid bin Abdul Malik

Al-Walid bin Abdul Malik (bahasa Arab: ุงู„ูˆู„ูŠุฏ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู…ู„ูƒcode: ar is deprecated ) atau al-Walid I (668โ€”23 Februari 715) adalah khalifah yang berkuasa

Suraqah bin Malik

menjadi senjata yang melindunginya,โ€ ujar Anas bin Malik. Pada penaklukkan Persia pada zaman kekhalifaan Umar bin Khattab r.a tahun 644,banyak rampasan perang

Ibnu Sirin

Hurairah, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Imran bin Hushain, dan Anas bin Malik. Ia merupakan guru bagi Qatadah bin Di'amah, Khalid al-Hadda, Ayyub

Sahabat Nabi

Bakar, Ummu Salamah, Anas bin Malik, Abu Sa'id al-Khudri, Abu Hurairah, Utsman bin Affan, Abdullah bin Amr bin al-Ash, Abdullah bin Zubair, dll. Para sahabat