The Golden Road: How Ancient India Transformed the World
Berkas:The Golden Road Book Cover.jpg
First edition cover
PengarangWilliam Dalrymple
NegaraInggris
Bahasabahasa Inggris
GenreNonfiksi (sejarah)
PenerbitBloomsbury Publishing
Tanggalย terbit
2024
Halaman496
ISBNISBN 978-1639734146
OCLC1408379702
934.
Situs webhttps://www.bloomsbury.com/uk/golden-road-9781408864418/

The Golden Road: How Ancient India Transformed the World[a] adalah buku sejarah nonfiksi karya sejarawan Skotlandia, William Dalrymple yang terbit pada 2024. Buku ini membahas tentang gagasan dan pengaruh India menyebar dan membentuk peradaban Eurasia.[1]

Ringkasan

sunting

Dalam bukunya, Dalrymple berargumen bahwa rute perdagangan utama yang menghubungkan daerah-daerah di Eurasia antara 250 Masehi hingga 1200 Masehi[2] adalah rute yang melewati India yang ia sebut sebagai "Jalur Emas"; rute yang memberikan jalan bagi meluasnya pengaruh kebudayaan India ke daerah-daerah yang jauh, yang nantinya melahirkan peradaban Indosphere .

Kebudayaan India mulai dikenal dunia luar saat Pantai Barat India terhubung dengan jejaring perdagangan antarbangsa, ditandai dengan penaklukan Kekaisaran Romawi atas Mesir pada abad pertama Masehi yang menjadi awal dari puncak perdagangan Indo-Romawi;[3] jatuhnya Roma pada abad ke-5 dan ke-6 memaksa saudagar-saudagar India untuk mengalihkan perhatian mereka ke timur, yang memberikan pengaruh signifikan terhadap Asia Tenggara.

Pada abad ke-7, agama Buddha telah mencapai Tiongkok, dan pemerintahan Wu Zetian ditandai dengan terjadinya Indianisasi di istana dan perluasan pembelajaran atas ilmu-ilmu asal India.[4][5] Pada abad ke-13, pengetahuan matematika dan astronomi India yang telah berkembang dan disempurnakan di dunia Arab[6] akhirnya mencapai Eropa.[7] Namun, kondisi sebaliknya terjadi di India. Pada abad yang sama, penaklukan demi penaklukan mengakhiri ekspor ide dan pengetahuan, menandai akhir dari penyebaran pengaruh India ke dunia luar. Penaklukan Mongol atas Asia Tengah dan Asia Barat mengakhiri sentralitas India dengan membuka jalan bagi berkembangnya Jalur Sutra, yang memperbesar aksesibilitas Tiongkok akan dunia barat, khususnya Mediterania.[4] Sementara itu, pasukan-pasukan Muslim mengganggu stabilitas jalur dagang di sebelah barat India, dan nantinya menaklukkan India Utara.[8]

Dalrymple mendapatkan inspirasi untuk menulis buku ini setelah ia mengunjungi Angkor Wat, salah satu monumen keagamaan terbesar di dunia.[9] Dalyrmple menghabiskan lima tahun untuk menjelajahi sudut-sudut Timur Tengah, India, dan Asia Tenggara, melakukan penelitian yang menjadi dasar bagi penulisan buku ini.[10]

Penerimaan

sunting

Manu S. Pillai dari <i id="mwTg">Frontline</i> menulis, "Yang mengejutkan dari The Golden Road adalah periodenya: sementara karya-karya Dalrymple selama ini membahas era modern, buku terbarunya ini membawa kita era yang lebih lampau. Ambisinya jauh lebih besar, dan Dalrymple menuliskan hal yang sama sekali baru, yang ia berhasil melakukannya dengan sangat lihai. Buku ini mendidik, memiliki penyusunan yang baik, berwawasan luas, dan begitu menarik perhatian." [11] Meera Suresh dari <i id="mwVQ">The Week</i> menulis, "Keunggulan buku ini ada pada liputan yang mendalam tentang sejarah India kuno dan deskripsi oleh Dalrymple mencerminkan suatu kenyataan. Dari sudut pandang sejarawan, The Golden Road โ€“ How Ancient India Transformed the World adalah sebuah penghormatan atas bab-bab tentang India kuno dan kekayaannya yang tiada banding yang lekang atau luput dari ingatan" [12]

Tanjil Rashid dari Financial Times menyebut buku ini sebagai "sebuah sejarah sastra yang luar biasa, sebuah cerita dari banyak ceritera, dan, dalam penyampaian oleh Dalrymple, yang paling menonjol dari penyebaran cerita-cerita โ€” termasuk di dalamnya ide dan ajaran berbentuk naratif โ€” adalah bahwa India kuno telah 'mengubah dunia'." [13]

Abhrajyoti Chakraborty, dalam tulisannya di The Observer, mengatakan bahwa Dalrymple "terpesona oleh kartu pos monumen-monumen yang terbentuk dari pengaruh India kuno, yaitu: Candi Borobudur, monumen Buddha yang megah di Indonesia; Angkor Wat di Kamboja. Dia mengisahkan dinamika perdagangan yang pesat antara India kuno dan kekaisaran Romawi setelah Pertempuran Alexandria tahun 30 SM... Dia secara persuasif berpendapat bahwa jalur perdagangan maritim ini mendahului Jalur Sutra di pedalaman Asia yang menghubungkan Tiongkok, Turki, dan Laut Mediterania selama beberapa abad." Chakrabotry menambahkan, "Baru pada halaman-halaman terakhir Dalrymple mengakui bahwa perdebatan tentang sejarah India menjadi tidak terelakkan dalam beberapa tahun terakhir." [14]

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ Judul terjemahan tidak resmi dalam bahasa Indonesia adalah Jalur Emas: Bagaimana India Kuno Mengubah Dunia'

Referensi

sunting
  1. ^ Krishnan, Nikhil (2024-08-23). "How India reshaped the world โ€“ then fell into decline". The Telegraph (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0307-1235. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 August 2024. Diakses tanggal 2024-08-29.
  2. ^ Ghosh, Paramita (2024-03-12). "Building a new road". The New Indian Express (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-08-29.
  3. ^ Ghosh, Paramita (2024-10-21). "Indian or Indic? William Dalrymple's Golden Road drives in both lanes". The New Indian Express (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 December 2024. Diakses tanggal 2024-10-23.
  4. ^ a b Lakshmi, Rama (2024-03-08). "Silk Route talk irritates Dalrymple. His new book says India, not China, ruled trade, ideas". ThePrint (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-08-29.
  5. ^ "Ancient India through William Dalrymple's Lens". Open The Magazine (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2021-10-29. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 August 2024. Diakses tanggal 2024-08-29.
  6. ^ Suresh, Meera (December 15, 2024). "William Dalrymple's new book traces ancient India's role in spreading ideas and religions across the world". The Week (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 December 2024. Diakses tanggal 2024-12-19.
  7. ^ "William Dalrymple's next book being penned through lockdown". Hindustan Times.
  8. ^ Mount, Ferdinand (2024-09-12). "One-Way Traffic". London Review of Books (dalam bahasa Inggris). Vol.ย 46, no.ย 17. ISSNย 0260-9592. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 September 2024. Diakses tanggal 2024-09-06.
  9. ^ "William Dalrymple's next: How Ancient India changed the world". The Indian Express (dalam bahasa Inggris). 2024-04-11. Diakses tanggal 2024-08-29.
  10. ^ "Bloomsbury snaps up historian William Dalrymple's new book on India and the ancient world". The Bookseller (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-08-29.
  11. ^ Pillai, Manu S. (2024-11-11). "William Dalrymple The Golden Road Book Review: Ancient India, Global Trade and Buddhism". Frontline (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 November 2024. Diakses tanggal 2024-12-24.
  12. ^ Suresh, Meera (November 20, 2024). "'The Golden Road โ€“ How Ancient India Transformed the World' review: Dalrymple's latest work recounts India's glorious past". The Week (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 December 2024. Diakses tanggal 2024-12-24.
  13. ^ Rashid, Tanjil (2024-09-08). "The Golden Road by William Dalrymple โ€” ancient India's cultural conquest of the globe". Financial Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 September 2024. Diakses tanggal 2024-12-24.
  14. ^ Chakraborty, Abhrajyoti (2024-09-15). "The Golden Road by William Dalrymple review โ€“ the rational case for ancient India's ingenuity". The Observer (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0029-7712. Diakses tanggal 2024-12-24.

Bacaan lebih lanjut

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kerajaan Indo-Yunani

Avari, "India, The ancient past", hlm. 118 Foreign Influence on Ancient India oleh Krishna Chandra Sagar hlm. 138 The Idea of Ancient India: Essays on

Candragupta Maurya

Boesche, Roger (2003). "Kautilya's Arthaล›ฤstra on War and Diplomacy in Ancient India". The Journal of Military History. 67 (1): 9โ€“37. doi:10.1353/jmh.2003

Hubungan India dengan Indonesia

Bollywood, Indonesia Loves India". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-31. Diakses tanggal 2013-09-03. History of Ancient India Kapur, Kamlesh Tomascik

Agama di India

nonaktif permanen] Goldman, RP (2007). The Ramayana of Valmiki: An Epic of Ancient India. Princeton University Press. ISBNย 0-691-06663-9. Heehs, P (2002). Indian

Buddhisme

evidence for two distinct approaches to the spiritual dimension in ancient India and calls them the traditions of 'truth and silence.' He traces them

Aleksander Agung

(1999). History of Ancient India. Motilal Banarsidass Publ. hlm.ย 124โ€“125. ISBNย 9788120800182. Tripathi (1999). History of Ancient India. Motilal Banarsidass

Kitab buddhis awal

2017-10-28. Bronkhorst, Johannes. The Two Traditions of Meditation in Ancient India, page 14 Lamotte, History of Indian Buddhism, From the origins to the

Anak benua India

Anak benua India atau subbenua India adalah wilayah fisiografis di Asia Selatan, yang terletak di Lempeng India dan menjorok ke selatan menuju Samudra