Yusni Antemas
Lahir(1922-04-22)22 April 1922
Amuntai, Hindia Belanda
(kini Kabupaten Hulu Sungai Utara)
Meninggal12 September 2013(2013-09-12) (umurย 91)
Amuntai, Hulu Sungai Utara
Namaย lainAnggraini Antemas
PekerjaanWartawan, sastrawan

Yusni Antemas (22 April 1922ย โ€“ย 12 September 2013) adalah seorang wartawan dan sastrawan Kalimantan Selatan. Ia populer dengan nama pena Anggraini.

Selain sebagai wartawan dan sastrawan, ia juga dikenal sebagai sebagai sejarawan, sekaligus pelukis yang terkenal di mata seniman lokal di HSU bahkan di Kalsel. Bukan hanya itu, semasa hidup ia telah menyumbangkan lukisan demi kepentingan perjuangan pembebasan Irian Barat dan museum perjuangan Waja Sampai Ka Puting Banjarmasin.

Selama menjadi sastrawan dan wartawan sejak 1940 sudah menulis sedikitnya 25 judul buku. Buku-buku itu mengenai sejarah daerah, folklor, dan cerita anak-anak. Sebanyak 12 judul di antaranya diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta. Karya-karyanya yang lain rupanya juga tersimpan di Perpustakaan Nasional Australia, seperti karyanya yang berjudul Mutiara Nusantara seri 1, yang diterbitkan Mega Sapura, Amuntai (1986); Si Pujung yang Menambat Barito (1980); Kahancuran di Baruh Kelayar (1980) dan Bara dan Nyala di Banua Lima (Negara-Alabio-Sungai Banar-Amuntai-Kelua). Juga ditemukan karya tahun 1974 terbitan Banjarmasin tentang sejarah Kalimantan. Karya-karyanya juga tersimpan di Perpustakaan Universitas Yale antara lain: Orang-orang Terkemuka dalam Sedjarah Kalimantan, dari Mulawarman sampai H. Hasbullah Jasin (1971); Si Puyung yang Menambat Barito (1980); Mendulang Intan di Cempaka (1981) dan Tunas-tunas Mekar Pagi (1981).

Yusni Antemas meninggal dunia pada tanggal 12 September 2013 pukul 3 pagi karena penyakit darah tinggi yang dideritanya. Jenazah disemayamkan di Kediaman Desa Sungai Bahadangan Kecamatan Banjang. Setelah dimandikan dan dikafani, almarhum langsung dibawa menuju Masjid At-Taqwa untuk disalatkan untuk kemudian dibawa menuju alkah keluarga di Desa Lok Bangkai, Kecamatan Banjang untuk dimakamkan.[1]

Sastrawan Pemberani

sunting

Presiden soekarno datang ke alabio bapak yusni datang dengan kardus bertuliskan apakah indonesia negara nasionalis atuakah negara agamis dan di jawab indonesia adalah negara nasionalis[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Tokoh Pers Yusni Antemas Tutup Usia. Radar Banjarmasin. Diakses pada 22 September 2013
  2. ^ "PERAN YUSNI ANTEMAS DALAM DUNIA PERS DI KALIMANTAN SELATAN TAHUN1946-19791". E-JURNAL. Diakses tanggal 2025-11-09.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kesultanan Paser

handschrift, aangetroffen in de puri te Tjakranagara op Lombok 1902. Antemas, Anggraini (54). Orang-Orang Terkemuka dalam Sejarah Kalimantan (Edisi 5). Kalimantan

Bahasa Banjar Samarinda

Equinox Publishing. hlm.ย 48. ISBNย 6028397210. ISBN 978-602-8397-21-6 Antemas, Anggraini (54). Orang-Orang Terkemuka dalam Sejarah Kalimantan (Edisi 5). Kalimantan

Seni tradisional Banjar

orang, atau 4 orang seniman Madihin (bahasa Banjar Pamadihinan). Anggraini Antemas (dalam Majalah Warnasari Jakarta, 1981) memperkirakan tradisi penuturan

Tahmidullah II dari Banjar

kemudian dihancurkan tidak lama setelah Perang Banjar selesai. Menurut Anggraini Antemas, Pangeran Nata atau Sunan Nata Alam bergelar Sultan Tahmidillah II

Muhammad dari Banjar

"Muhammad Aliuddin Aminullah" (ู…ุญู…ุฏ ุนู„ูŠ ุงู„ุฏูŠู† ุงู…ูŠู† ุงู„ู„ู‡). Menurut Anggraini Antemas (1971:54), Sultan Muhammad bergelar "Tahmidullah I", sedangkan Pangeran

Kota Samarinda

Republik. Samarinda: RV Pustaka Horizon. ISBNย 978-623-6805-61-9. Antemas, Anggraini (2004). Orang-Orang Terkemuka dalam Sejarah Kalimantan (Edisi 5).

Bihman Villa

Hasil Pemilihan Umum 1971. Jakarta: Lembaga Pemilihan Umum. 1971. Antemas, Yusni Anggraini (2014). Sejarah Tanah Agung. Amuntai: Ananda Nusantara. l b s

Madihin

orang, atau 4 orang seniman Madihin (bahasa Banjar Pamadihinan). Anggraini Antemas (dalam Majalah Warnasari Jakarta, 1981) memperkirakan tradisi penuturan