📑 Table of Contents

Sebagai suatu istilah umum, sebuah substansi akan disebut anhidrat jika tidak mengandung air. Cara supaya substansi tersebut menjadi anhidrat tentu berbeda antara satu substansi dengan substansi lainnya. Maka, dapat dikatakan bahwa suatu senyawa/zat anhidrat dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai campuran yang tidak mengandung air.

Pelarut

sunting

Dalam banyak kasus, adanya air dapat menyebabkan terbentuknya produk atau reaksi yang tidak diinginkan. Untuk mencegah hal ini terjadi, maka diharuskan untuk memakai pelarut anhidrat ketika sedang melakukan reaksi tertentu. Contoh reaksi yang harus memakai pelarut anhidrat adalah reaksi Grignard dan reaksi Wurtz.

Sebuah pelarut biasanya dibuat anhidrat dengan cara dipanaskan pada substansi higroskopik, logam natrium adalah salah satu logam paling umum yang sering digunakan. Metode lainnya yang digunakan adalah dengan menambahkan saringan molekul atau basa alkali semacam kalium hidroksida atau barium oksida. Dewasa ini juga ada alat purifikasi pelarut yang namanya Kolom Grubb. Alat ini dapat mengurangi bahaya yang ditimbulkan dari metode-metode dehidrasi sebelumnya.[1]

Gas

sunting

Beberapa substansi yang eksis dalam bentuk gas pada suhu dan tekanan standar biasanya digunakan sebagai pelarut/campuran. Maka, untuk membedakan namanya, maka kata-kata anhidrat biasanya disertakan untuk membedakan antara zat tersebut, contohnya:

  • gas amonia, merujuk pada amonia anhidrat, untuk membedakannya dengan amonium hidroksida.
  • gas hidrogen klorida biasanya disertai dengan kata anhidrat untuk membedakannya dengan pelarut hidrogen klorida lainnya yang biasa digunakan.

Referensi

sunting
  1. ^ "Guidelines for solvent purification at UC Davis". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-02-07. Diakses tanggal 2011-11-07.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Dolomit

Dolomit (pengucapan: /ˈdɒləmaɪt/) adalah suatu mineral karbonat anhidrat yang terbentuk dari kalsium magnesium karbonat, idealnya adalah CaMg(CO3)2. Istilah

Torium(IV) nitrat

rumus Th(NO3)4. Senyawa ini merupakan padatan berwarna putih dalam bentuk anhidrat, serta dapat membentuk tetra- dan pentahidrat. Sebagai garam torium, ia

Kalsium klorida

terutama digunakan untuk penghilang es dan pengendali debu. Karena garam anhidrat adalah higroskopis, ia digunakan sebagai desikan (bahasa Inggris: dessicantcode:

Aloksan

OC(NHCO)2C(OH)2. Senyawa ini diklasifikasikan sebagai turunan pirimidina. Turunan anhidrat OC(NHCO)2CO juga dikenal, serta turunan dimerik. Senyawa ini adalah beberapa

Tembaga(II) sulfat

ini eksis di bumi dengan kederajatan hidrasi yang berbeda-beda. Bentuk anhidratnya berbentuk bubuk hijau pucat atau abu-abu putih, sedangkan bentuk pentahidratnya

Natrium fosfat

besar garam ini dikenal dalam bentuk anhidrat (bebas air) dan terhidrasi. Hidrat lebih umum daripada bentuk anhidrat. Natrium fosfat memiliki banyak aplikasi

Serium(III) klorida

(CeCl3·7H2O) telah diketahui. Ia sangat larut dalam air, serta (saat dalam bentuk anhidrat) larut dalam etanol dan aseton. Pemanasan cepat sederhana dari hidrat saja

Litium hidroksida

sedikit larut dalam etanol, dan tersedia secara komersial dalam bentuk anhidrat dan sebagai monohidratnya (LiOH.H2O), keduanya merupakan basa kuat. Senyawa