📑 Table of Contents
Liber responsorialis, antifon untuk ofisi malam Natal di halaman kanan. Nada-nada Mazmur terkait ditandai dengan nomor dan nada akhir; nada-nada untuk akhir doksologi ditunjukkan dengan huruf-huruf hidup: et in secula seculorum amen.

Antifon (bahasa Yunani: แผ€ฮฝฯ„ฮฏฯ†ฯ‰ฮฝฮฟฮฝ, แผ€ฮฝฯ„ฮฏ "berlawanan" atau "seberang" dan ฯ†ฯ‰ฮฝฮฎ "suara") dalam ritual dan musik Kristen adalah suatu responsorium (tanggapan) oleh umat atau paduan suara (kor), yang biasanya dinyanyikan dengan gaya kidung Gregorian, terhadap sebuah mazmur atau teks lainnya dalam suatu karya musik atau ibadah liturgis. Antifon memberi pengaruh pada gaya bernyanyi antifoni.

Musik antifonal adalah musik yang dibawakan oleh dua paduan suara semi independen dalam suatu interaksi, sering kali dengan cara menyanyikan frasa-frasa musikal secara bergantian.[1] Nyanyian mazmur antifonal adalah musik atau nyanyian mazmur yang dibawakan secara bergantian oleh beberapa kelompok pemusik atau penyanyi.[2] Antifoni adalah juga suatu buku kor yang berisikan antifon-antifon.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ E. Foley and M. Paul, Worship music: a concise dictionary (Liturgical Press, 2000), p. 18.
  2. ^ J. McKinnon, Music in early Christian literature (Cambridge University Press, 1989), p. 10.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Nerax antiphon

Nerax antiphon adalah spesies lalat yang tergolong famili Asilidae. Lalat ini juga merupakan bagian dari genus Nerax, ordo Diptera, kelas Insecta, filum

Kritias

sebagai kaum sofis adalah Protagoras, Gorgias, Prodikos, Hippias, dan Antiphon. Tidak seperti kaum sofis lain, Kritias hanya memainkan peran kecil di

Waktu

bergantung pada pikiran dan bersifat subjektif. Pada abad ke-5 SM di Yunani, Antiphon sang Sofis, dalam sebuah fragmen yang tersimpan dari karya utamanya Tentang

Sofis

Elis, dan Antiphon and Kritias dari Athena. Dari beberapa nama filsuf tersebut, hanya Protagoras, Gorgias, Prodikos, Hippias, dan Antiphon, yang fragmen-fragmen

Perikles

Delian League To The Athenian Empire Jebb, R.C. The Attic Orators from Antiphon to Isaeos Martin, Thomas R. An Overview of Classical Greek History dari

Asperges Me

penghormatan kepada Tritunggal Mahakudus. Kemudian pastor melanjutkannya saat antiphon didaraskan untuk kedua kalinya. Dari Paskah hingga Pentakosta, Asperges

Antifon O

berarti Tuhan beserta kita. Antiphon "O Sapientia yang ex ore Altissimi..." Antiphon O Adonai II Besar Munculnya Antiphon "BinAural Collaborative Hypertest"

Mazmur 103

diizinkan. Sering kali dinyanyikan sebagai antiphon pertama dalam Divine Liturgy, tetapi sering digantikan oleh antiphon lain pada hari raya agung dan banyak