Areng Widodo
LahirAreng Widodo
(1956-12-14)14 Desember 1956
Yogyakarta
Meninggal31 Oktober 2019(2019-10-31) (umur 62)
Jakarta, Indonesia
Pekerjaan
Tahun aktif1968 – 2019
Zaman1960-an
Discogs: 5591412 Modifica els identificadors a Wikidata

Areng Widodo (14 Desember 1956 – 31 Oktober 2019) [1] adalah seorang musikus dan komponis Indonesia kelahiran Yogyakarta yang berasal dari Salatiga. Ia banyak dikenal sebagai komposer lagu atau soundtrack untuk film.[1]

Riwayat Hidup

sunting

Sebelum terjun ke dunia musik, Ia telah terjun ke dunia kesenian melalui Bengkel Teater (kelompok teater pimpinan W.S. Rendra). Bahkan ia diharuskan mempelajari tarian Jawa dan gamelan ketika masih kecil. Pada dekade 1970-an, ia bergabung dengan beberapa kelompok musik rock antara lain Voodoo Child dari Semarang dan Golden Wings dari Palembang.[1]

Meski pada waktu itu lagu belum populer, Areng mulai berkenalan dengan studio rekaman. "Boleh dikatakan kami lah yang termasuk pertama merekam lagu rock dalam kaset," kata Areng, dikutip dari Harian Kompas, 25 November 1990. Pada tahun 1980, Areng menghasilkan satu paket musik untuk kaset Achmad Albar, Dunia Huru Hara. Ia juga menciptakan lagu Syair Kehidupan yang berhasil melambungkan nama Ahmad Albar. Tak hanya itu, lagu karangannya yang lain dengan judul Jarum Neraka, oleh banyak pengamat dianggap berhasil mengorbitkan Nicky Astria. Pada 1981, Areng dipercaya menjadi penata musik di film "Tujuh Wanita". Hingga awal tahun 1990, sudah ada 18 film yang menggunakan musik Areng.

Di dalam hal musik rekaman, ia mengagumi Ian Antono. Sementara, dalam hal musik film, ia mengagumi sosok Idris Sardi dan Harry Roesli. "Ketika Mas Idris Sardi memperoleh Citra untuk musiknya dalam film Pacar Ketinggalan Kereta, saya mendatanginya memberi selamat," kata Areng. "Pada waktu itu, katanya, 'Ini yang namanya Areng? Kamu tidak hebat, tapi juga tidak jelek. Yang saya suka, kamu membuat musik tidak seperti saya atau yang lainnya. Tahun depan pasti kamu yang menang'," sambungnya. Kata-kata Idris Sardi tersebut memacu Areng untuk bermusik lebih baik. Ia berhasil merebut Piala Citra lewat film Jangan Renggut Cintaku pada 1990.[1][2]

Filmografi [2]

sunting

Film

sunting
Sebagai penata musik
Tahun Judul Catatan
1983 Tujuh Wanita dalam Tugas Rahasia Debut dalam tata musik
1984 Bibir-Bibir Bergincu
1987 Macan Kampus
Harga Diri
Lupus: Tangkaplah Daku, Kau Kujitak
1988 Catatan Si Doi
1989 Joe Turun ke Desa
Si Roy
Malioboro
1990 Jangan Renggut Cintaku
Ricky, Nakalnya Anak Muda
Ratapan Anak Tiri III
Angling Darma: Balada Cinta Angling Darma
Boss Carmad
Pagar Ayu
1991 Bernafas dalam Lumpur
Saur Sepuh IV: Titisan Darah Biru
Zig Zag (Anak Jalanan)
Tuan, Nyonya dan Pembantu
Lagu untuk Seruni
Plong (Naik Daun)
1992 Pelangi di Nusa Laut
1994 Pergaulan
Sesal
1995 Skandal Binal
Skandal Terlarang
Gairah & Dosa
Di Balik Pelukan Laki-Laki
Permainan Binal
Terjerumus di Lembah Hitam
1996 Gadis Erotik
Kekuasaan dan Wanita
Rose Merah
Akibat Bebas Sex
Sex dan Kriminal
Ecstacy dan Pengaruh Sex
Ecstacy dan Pengaruh Sex II
1997 Penari Malam
Susan yang Seksi
Akibat Hamil Muda yang Kedua
Birahi Perempuan Halus
2000 Bunga, Jangan Ada Dusta
2004 d'Trex
2007 Terowongan Casablanca
2011 Kentut
True Love
2014 Kesurupan Setan
Kota Tua Jakarta
2015 Miss Call
2017 Ayu Anak Titipan Surga
Tommi N Jerri
2018 Anak Negeri Megalith
Sara & Fei: Stadhuis Schandaal

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d Media, Kompas Cyber (2019-11-01). "Mengenang Areng Widodo, Syair Kehidupan, dan Kekagumannya kepada Idris Sardi..." KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-09-28.
  2. ^ a b dejabar (2019-05-18). "Film Dendam dalam Dosa, Sofie Diwarisi Liontin yang Penuh Misteri". Dejabar (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-06.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Andi Rianto

Orchestra di Jakarta. Joseph S. Djafar Dwiki Dharmawan Iwang Modulus Areng Widodo Chossy Pratama "Profil Andi Rianto". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2026-01-20

Mel Shandy

Areng Widodo 1992: Single Album ‘ANGIN MALAM’ Cipt. Teddy Sudjaya & Tantowy, Arr. Teddy Sudjaya 1992: Single Album ‘ TAKDIR’ Cipt+Arr. Areng Widodo 1992:

Achmad Albar

Dunia Huru Hara dan Dunia Dibakar Api (1988) yang dibuat bersama pemusik Areng Widodo, Kartika (1989) bersama Gito Rollies, album Secita Cerita, Langkah Pasti

Gatot Sudarto

Modulus Joseph S. Djafar Andi Rianto Dwiki Dharmawan Chossy Pratama Areng Widodo Administrator (2020-06-21). "Kabar Duka, Komposer Musik Gatot Soedarto

Bernafas dalam Lumpur (film 1991)

Usbanda Salim Bungsu Henky Solaiman Abduh Mursid Hidayat Penata musik Areng Widodo Penyunting Pusai Gimang Distributor PT Sarinande Film PT Elang Perkasa

Golden Wing

Formasi terakhir dari band ini adalah Piter Kenn pada gitar utama, Areng Widodo pada bas, Carel Simon pada penyanyi utama, Adhimantra pada kibor. Film

Lupus: Tangkaplah Daku, Kau Kujitak

Henky Solaiman Ria Irawan Cornelia Agatha Wolly Sutinah Penata musik Areng Widodo Penyunting Karsono Hadi Distributor Elang Perkasa Film Tanggal rilis

Biarkan Aku Mengalah (album)

Franky Sahilatua, Dadang S Manaf, Ian Rusli, Teddy Riadi, Dorie Kalmas, Areng Widodo, Deddy Dhukun, dan yang pastinya Deddy Dores. Biarlah Aku Mengalah (Youngky