Arkhais atau arkais, dari bahasa Yunani, artinya adalah: "dari sebuah masa yang lebih awal dan tidak dipakai lagi atau sesuatu hal yang memiliki ciri khas kuno atau antik." Sesuatu hal dalam ilmu bahasa yang sudah lama dan tidak digunakan lagi sering kali disebut sebagai "arkaisme".

Kata ini menjadi awalan beberapa istilah ilmiah seperti:

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Suku Dayak

Banuaka. "Dayak Melayik" dituturkan: Dayak Meratus/Bukit (alias Banjar arkhais), Dayak Iban, Dayak Kendayan (Kanayatn). Istilah "Dayak" paling umum digunakan

Rumah Bubungan Tinggi

gaib oleh para Dewata seperti pada Rumah Balai Suku Dayak Meratus (Banjar arkhais) yang berfungsi sebagai rumah ritual. Pada masa kerajaan Nagara Dipa, sosok

Bahasa Sardinia

terutama istimewa karena merupakan bahasa Roman yang paling konservatif dan arkhais serta juga karena substratum Sardinia purbanya. Wikipedia juga mempunyai

Bahasa Bukit

antarmuka Halaman bahasa acak Bahasa Bukit (Dayak Bukit) atau bahasa Banjar Arkhais adalah dialek bahasa Melayik yang dituturkan suku Dayak Bukit di sepanjang

Rumpun Banjar

Suku Kutai Suku Berau Suku Kedayan Suku Brunei Suku Dayak Bukit (Banjar arkhais-non muslim) Suku Banjar, termasuk sebagian sub-Suku Dayak Ngaju-muslim

Bahasa Weda

perkembangan bahasa Weda. Rgweda. Kitab Rgweda mengandung paling banyak bentuk arkhais dari semua teks-teks Weda dan masih pula banyak mengandung unsur-unsur

Wikikamus bahasa Madura

ini bertujuan untuk mendokumentasikan kata baik yang masih digunakan, arkhais, atau pun tidak terdokumentasikan. Wikikamus bahasa Madura terbit pada

Bahasa Gebe

Utara: Studi pendahuluan dari aspek linguistik historis". Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra Indonesia. 8 (1): 1–7. doi:10.21009/ARKHAIS.081.01. l b s