Daerah artikulasi (pasif & aktif):
1. Bibir luar, 2. Bibir dalam, 3. Gigi, 4. Rongga-gigi, 5. Pascarongga-gigi, 6. Pralangit-langit, 7. Langit-langit, 8. Langit-langit belakang, 9. Tekak, 10. Hulu kerongkongan, 11. Celah suara, 12. Katup napas, 13. Akar lidah, 14. Lidah belakang, 15. Punggung lidah, 16. Lidah depan, 17. Ujung lidah, 18. Bawah ujung lidah.

Artikulasi atau kerot[1] adalah perubahan rongga dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa demi kata yang baik, benar dan jelas. Area artikulasi terbentang dari bibir luar sampai pita suara, di mana fonem-fonem terbentuk berdasarkan getaran pita suara disertai perubahan posisi lidah dan semacamnya.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Arti kata kerot - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring". kbbi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2021-2-11.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Daerah artikulasi

Dalam fonetik artikulatoris, daerah artikulasi atau titik pelafalan (juga dikenal sebagai titik artikulasi) adalah titik kontak di mana obstruksi terjadi

Artikulasi (musik)

Artikulasi adalah sebuah parameter musik yang menentukan bagaimana suatu not atau suatu potongan bersuara. Artikulasi pada pokoknya memberi struktur dimulai

Konsonan artikulasi serentak

Konsonan artikulasi serentak, konsonan koartikulasi atau konsonan kompleks adalah konsonan-konsonan yang dihasilkan dengan dua tempat artikulasi secara

Vokal

dengan konsonan yang dicirikhaskan dengan penutupan satu atau lebih titik artikulasi di sepanjang rongga suara. Kata vokal berasal dari kata bahasa Latin vocalis

Konsonan pascarongga-gigi

pascarongga-gigi adalah Tempat artikulasi Konsonan dengan ujung lidah atau menekan di belakang dari artikulasi alveolar. Artikulasinya adalah lebih jauh ke belakang

Artikulasi relatif

artikukasi relatif merupakan penanda dari cara artikulasi dan daerah artikukasi yang relatif dengan artikulasi dari suara yang dihasilkan dari pengucapan

Konsonan lidah tengah

transkripsi. Koronal adalah konsonan artikulasi dengan bagian depan lidah yang fleksibel. Di antara tempat artikulasi, hanya konsonan koronal yang dapat

Alfabet Fonetik Internasional

dapat ditranskripsikan dalam bentuk tertulis yang dapat dimengerti dan diartikulasikan ulang. Sistem notasi ini dirancang dan dikembangkan oleh Perhimpunan