Makam Askia

Askia yang Agung (kr. 1442-1538, juga disebut Muhammad Toure) adalah raja Kekaisaran Songhai pada akhir abad ke-15. Askia Muhammad memperkuat negaranya dan menjadikannya negara terbesar dalam sejarah Afrika Barat. Kebijakannya menyebabkan ekspansi perdangangan yang pesat dengan Eropa dan Asia, pendirian banyak sekolah dan menjadikan Islam bagian penting Songhai.

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Askia Daoud

Askia Daoud (juga dieja Askia Dฤwลซd, Askiya Dawud) adalah penguasa Kerajaan Songhai dari tahun 1549 hingga 1582. Daoud naik takhta setelah kematian saudara

Kekaisaran Songhai

kekaisaran yang kurang populer, kemudian digulingkan oleh Muhammad Ture (1493-1528; lalu disebut Askia) salah satu jenderal ayahnya, yang mereformasi politik

Kekaisaran Mali

jajahan selama periode imperial Mali. Pasukan Songhai di bawah komando Askia Muhammad menaklukan jendral Mali, Fati Quali tahun 1502 dan menguasai provinsi

Mahmud III (mansa)

kehilangan teritori paling besar. Tentara Songhai di bawah komando Askia Muhammad menaklukan jendral Mali Fati Quali tahun 1502 dan menguasai provinsi

Pembubaran monarki

III 1897 Aneksasi Prancis dalam Ekspedisi Madagaskar Kedua 1900an Songhai Askia Malla 1901 Dilebur dalam Prancis, bagian dari Afrika Barat Prancis. Rimatara

Kerajaan Kebbi

sehingga tentara Askia terpecah belah dan Muhammad Bunkan nyaris kehilangan nyawanya. Ta'rรฏkh al-Sรผdรคn mencatat bahwa tidak ada Askia lain yang lagi-lagi

Dinasti Askiya

dikenal sebagai Dinasti Askia, memerintah Kekaisaran Songhai pada puncak kekuasaan negara tersebut. Didirikan pada tahun 1493 oleh Askia Mohammad I, seorang

Kesultanan Massina

lebih tua, Kurmina-fari Muhammad Benkan, membalas dengan menghancurkan wilayah tersebut, membunuh banyak ulama Muslim terkemuka. Askia yang berkuasa, Daoud