Astrometri interferometri

Astrometri adalah cabang dari astronomi yang memusatkan perhatian pada posisi bintang dan benda langit lainnya, jarak dan pergerakan mereka. Sebagian astrometri melibatkan pembuatan tangga jarak kosmik.

Astrometri adalah salah satu sub-bidang ilmu yang paling tua, kembali ke zaman Hipparchus, yang menyusun katalog bintang yang pertama. Hipparchus juga menciptakan skala kecerahan yang masih dipergunakan sampai sekarang. Astrometri modern dirintis oleh Friedrich Bessel dengan 'Fundamenta astronomiae'nya, yang menghitung posisi rata-rata sebanyak 3222 bintang yang diteliti antara 1750 dan 1762 oleh James Bradley.

Selain fungsi pokok menyediakan astronom dengan bingkai referensi untuk melaporkan pengamatan mereka, astrometri juga penting bagi bidang seperti mekanika langit, dinamika bintang dan astronomi galaksi. Astrometri juga merupakan alat mendasar dalam menentukan waktu, yaitu bahwa UTC, yang pada dasarnya adalah waktu atomik, disinkronkan dengan rotasi Bumi yang ditentukan dari pengamatan yang sangat teliti.

Perkembangan-perkembangan dalam astrometri:

Astronom mulai meningkatkan ketepatan setting lingkaran di teleskop mereka, yang mengizinkan mereka untuk melakukan metode paralaks secara lebih teliti lagi dalam menentukan jarak ke bintang dekat. Ini adalah astrometri tradisional.

Hal lainnya adalah penggunaan bintang variabel Cepheid untuk mengukur jarak ke galaksi lain. Dengan mengukur variabilitas kecemerlangan Cepheids di galaksi, Edwin Hubble dapat menentukan jarak mereka.

Hubble memakai Cepheid untuk mengetahui dan menyesuaikan jarak dengan pergeseran merah yang diperlihatkan oleh galaksi-galaksi jauh.

Dari 1989 sampai 1993, Badan Antariksa Eropa (ESA) menggunakan satelit Hipparcos dalam melakukan pengukuran astrometrik yang menghasilkan katalog posisi lebih dari satu juta bintang hingga ketepatan 20-30 milidetik busur.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Tahun cahaya

dan ilmu pengetahuan populer. Satuan yang paling sering digunakan dalam astrometri profesional adalah parsec (simbol: pc, sekitar 3,26 tahun cahaya). Sebagaimana

Astronomi

dan apabila diperhatikan, sifat cabang-cabang ini sangat beragam: dari astrometri, pelayaran berbasis angkasa, astronomi observasional, sampai dengan penyusunan

Bintang biner

tidak langsung, seperti spektroskopi (biner spektroskopi) atau astrometri (biner astrometri). Jika sebuah bintang biner mengorbit pada sebuah bidang di sepanjang

Bola langit

bola langit. Bola langit merupakan "alat bantu" sangat penting dalam astrometri. Bola langit dapat digunakan secara geosentrik maupun toposentrik. Geosentrik

Jacobus Kapteyn

Bima Sakti dan studi tentang struktur galaksi. Ia adalah pionir dalam astrometri dan dikenal atas konsep Kapteyn's Universe, sebuah model awal galaksi

Hipparcos

parameter astrometri dari sekitar 120.000 bintang hingga ketelitian 2 sampai 4 mili-detik busur dan percobaan Tycho dengan tujuan pengukuran astrometri dan

Planet luar surya

ekstrasurya yang dikenal telah ditemukan melalui metode langsung: Astrometri: Astrometri adalah pengukuran posisi bintang di langit dengan cara mengamati

Sirius

bintang-bintang yang sebelumnya dianggap tetap setelah membandingkan pengukuran astrometri kontemporer dengan pengukuran dari abad kedua Masehi yang terdapat dalam