| Attack 13 | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Nama lain | |
| Thai | วิญญาณเลขที่ 13 |
| Sutradara | Taweewat Wantha |
| Produser |
|
| Ditulis oleh | Thammanan Chulaboriruk |
| Pemeran | |
| Penata musik | Toy Terdsak Janpan |
| Sinematografer | Prompong Charoensuk |
| Penyunting | Saravuth Nakajad |
Perusahaan produksi | 13 Studio |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 105 menit |
| Negara | Thailand |
| Bahasa | Thai |
Attack 13 (bahasa Thai: วิญญาณเลขที่ 13, translit. Arwah Nomor 13) adalah film horor Thailand yang disutradarai oleh Kui Taweewat Wantha dari skenario yang ditulis Thammanan Chulaboriruk. Film ini dibintangi oleh Korranid Laosubinprasoet, Ladapa Thongkham, Veerinsara Tangkitsuvanich, Nuttawatt Thanathaveeprasert dan Tarisa Preechatangkit, dengan alur cerita mengenai hal-hal supernatural yang terjadi setelah seorang kapten tim voli sekolah ditemukan gantung diri di ring basket gedung olahraga sekolah. Film ini terinspirasi dari cerita rakyat Thailand mengenai Phi Tai Hong,[1][2] sosok hantu wanita penuh dendam setelah meninggal dengan cara yang tragis.
Attack 13 ditayangkan di Thailand pada 29 Mei 2025.
Plot
suntingBussaba adalah kapten tim voli salah satu SMA di Thailand yang terlihat sempurna di mata para guru karena kecantikannya, kepandaiannya serta kehebatannya dalam permainan bola voli. Namun di balik penampilannya yang sempurna, pemain yang bernomor punggung 13 itu adalah seorang yang suka merundung dan memeras teman-temannya, termasuk teman-teman setimnya sendiri: Hong, Orn dan Yah. Suatu hari, Jindahra, kapten tim voli dari sekolah lain pindah untuk bersekolah di SMA yang sama dengan Bussaba. Jin yang tidak tahan melihat Bussaba yang lagi merundung Yah, langsung menghentikannya dan menantangnya bertanding satu lawan satu: jika Jin kalah, ia akan mundur dari tim; tapi jika Bussaba kalah, ia harus berhenti menyiksa Yah. Jin menang, membuat Bussaba dipermalukan di depan semua pemain tim. Kemenangan ini menjadikan Jin sebagai "pahlawan" bagi korban-korban Bussaba, termasuk Hong yang pernah satu sekolah dengannya saat SMP. Namun, ini juga memicu amarah Bussaba akibat kekuasaannya mulai goyah. Di balik keberanian Jin menantang Bussaba, Jin ternyata mempunyai masa lalu yang kelam, di mana dia pernah secara tidak sengaja mendorong teman yang sering merundungnya saat SMP hingga tewas.
Suatu hari, Bussaba mengajak Jin untuk berdamai di atap sekolah. Beberapa hari kemudian, Bussaba meminta Jin untuk menemaninya mengunjungi murid lesnya. Sesampainya di sebuah rumah, Bussaba menerima seamplop uang dan pergi meninggalkan Jin yang ternyata sedang dijebak untuk menjadi seorang pelacur. Jin segera melabrak Bussaba di sekolah, yang langsung direkam oleh teman-teman gengnya. Suatu hari saat berada di gedung olahraga, Jin melihat Bussaba yang sedang bertengkar dengan pacarnya (Kan), di mana Kan berkata kepada Bussaba bahwa hubungan mereka tidak pernah dianggap serius olehnya. Merasa selama ini hanya dipermainkan perasaannya, Bussaba menusuk perut Kan, membuatnya dikeluarkan dari sekolah. Tidak lama setelah itu Bussaba ditemukan tewas tergantung di ring basket gym sekolah.
Pada acara pelayatan, peti mati Bussaba tiba-tiba terguling dan mata mayat Bussaba tiba-tiba terbuka. Kejadian aneh mulai dialami oleh Jin, Yan, Orn dan Kan. Di gedung olahraga, terlihat sebuah sesajen yang dikenali petugas kebersihan sekolah sebagai bagian dari ritual pemanggilan arwah yang ingin membalas dendam. Yan mulai melihat penampakan hantu Bussaba tanpa kepala yang mencoba menakut-nakuti dirinya dan membuatnya berhalusinasi sehingga membuatnya mencekik Jin. Di kamar mandi, petugas kebersihan sekolah tiba-tiba membentur-benturkan kepalanya dan menulis kata-kata "Mati Tersiksa" di cermin. Jin, Hong, Orn, Yah dan Kan kemudian mengunjungi seorang dukun untuk mencari solusi. Dukun tersebut secara misterius menusuk dagu, bahu dan kakinya sendiri lalu kemudian berpesan agar mereka segera menemukan orang yang memanggil arwah Bussaba dan menyiramkan ari najis (air kencing perawan yang telah diberkati) kepada orang tersebut beserta benda ritualnya selambat-lambatnya dalam waktu tiga hari, atau mereka semua akan meninggal. Mereka kemudian berdiskusi menebak tersangka yang memanggil arwah Bussaba, antara lain teman se-gang Bussaba (Mew dan Mind), ayah Bussaba, pelatih tim voli, Kan, Yah dan Hong.
Keesokan harinya, Jin menyelinap ke dalam kamar asrama Bussaba, membuka tabletnya dan menemukan ada percakapan dengan orang misterius di discord. Arwah Bussaba kemudian muncul, mengirimkan pesan di tablet tersebut yang mengatakan bahwa mereka semua harus mati dan membuat Jin nyaris membunuh petugas kebersihan sekolah. Di kelas, arwah Bussaba muncul dan berjalan perlahan mendekati guru untuk meminta lembaran soal ujian, sehingga membuat guru dan seisi kelas berteriak ketakutan. Arwah Bussaba kembali muncul di gedung olahraga sekolah saat Jin membongkar hubungan gelap antara Bussaba dengan pelatih tim voli sekolah dan membuat pelatih sekolah seperti kerasukan, lalu melepas celananya dan mempertontonkan alat kelaminnya di hadapan anak-anak sekolah. Jin dan teman-temannya kemudian mengunjungi rumah ayah Bussaba yang penuh dengan benda-benda ritual di dalamnya. Saat ayahnya muncul dan mencoba membunuh mereka, Jin langsung menyiramnya dengan air najis. Ayah Bussaba kabur melalui jendela tetapi akhirnya tewas tertusuk pagar rumahnya setelah Jin menyiram sebuah benda ritual yang ditemukan Hong dengan air najis. Jin dan Kan mengunjungi dukun yang sedang dirawat di rumah sakit, dan sang dukun berpesan agar melakukan pelimpahan jasa pada arwah Bussaba agar tidak terus menyimpan dendam. Mengira semua sudah berakhir, di jalanan Jin menemukan fakta dari seorang penjual bahwa benda ritual yang sebelumnya disiramnya dengan air najis ternyata adalah jimat pelindung dari roh jahat. Tepat pada saat tengah malam, arwah Bussaba muncul kembali untuk membunuh sang dukun, Kan dan Yah. Jin mengunjungi kembali rumah ayah Bussaba dan menemukan bahwa rumah tersebut adalah rumah milik keluarga Hong. Di tempat lain, Hong sedang membawa Orn ke gedung olahraga sekolah dan menyuruhnya melakukan ritual untuk meminta maaf pada Bussaba. Dalam kilas balik di hari meninggalnya Bussaba, terungkap saat itu Bussaba mencoba membunuh Jin setelah mengetahui percakapan mesranya dengan Kan dan kuota universitasnya dicabut. Untuk menghentikan Bussaba yang agresif, Jin, Yah, Orn dan Kan secara tidak sengaja membuat Bussaba terbunuh. Demi untuk menutupi perbuatan mereka, mereka membuatnya seolah-olah Bussaba gantung diri di ring basket.
Hong menunjukkan luka di bahunya kepada Orn, menandakan bahwa dialah yang menggunakan ilmu hitam untuk memanggil arwah Bussaba. Hong membunuh Orn dan menggantungnya di ring basket. Jin tiba di gedung olahraga sekolah dan terjadi perdebatan di antara Hong dan Jin. Hong menyalahkan Jin yang telah membunuh orang yang diam-diam disukainya saat SMP dan Bussaba yang juga dicintainya. Dengan dibantu oleh arwah Bussaba, Hong berhasil menusukkan tongkat ritual lipan pada perut Jin, tetapi Jin berhasil mengiris leher Hong dan menusuk arwah Bussaba. Pada saat Jin hendak menghabisi nyawa Hong, lipan di perutnya memasuki tubuhnya, membuat arwah Bussaba muncul kembali dan memasuki tubuhnya. Keesokan harinya, Jin yang kini dikuasai arwah Bussaba terlihat sedang menelpon ibunya. Hong kemudian muncul dan mengelap sepatunya.
Pemeran
sunting- Korranid Laosubinprasoet sebagai Jindahra (Jin), murid pindahan yang menjadi kapten voli di sekolah lain (pemain #18)
- Ladapa Thongkham sebagai Bussaba (pemain #13), kapten voli tim sekolah yang suka merundung teman-temannya
- Veerinsara Tangkitsuvanich sebagai Hong (pemain #2)
- Tarisa Preechatangkit sebagai Orn (pemain #5)
- Nuttawatt Thanathaveeprasert sebagai Kan, pacar Bussaba
- Ramita Rattanapakdee sebagai Yah (pemain #3)
Produksi
suntingTanapol Thanarungrot dari Phranakorn Film yang sukses dengan film The Holy Man mendirikan 13 Studio di Bangkok. Attack 13 menjadi film panjang pertama dari 13 Studio.[3] Taweewat Wantha yang menjabat CEO dari 13 Studio menjadi sutradara dari film ini. Skrip yang ditulis oleh Thammanan Chulaboriruk terinspirasi dari isu bullying remaja dan mistisisme shamanik.
Penayangan
suntingFilm ini ditayangkan di bioskop Thailand pada 29 Mei 2025 dan ditayangkan di New York Asian Film Festival pada 18 Juli 2025 dan di IFI Horrorthon pada 24 Oktober 2025.[4][5]
Referensi
sunting- ^ "New York Asian Film Festival". www.nyaff.org. Diakses tanggal 2025-11-03.
- ^ "NYAFF and FLC Announce First Highlights of the 2025 New York Asian Film Festival, July 11–27". Film at Lincoln Center (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
- ^ "Thailand's 13 Studio debuts at Filmart with 'Attack 13', 'Kijsada Paradise' (exclusive)". Screen (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-31.
- ^ Caffrey, Thomas (2025-10-22). "IFI Horrorthon 2025 review | hard-edged teen horror Attack 13 is a merciless chiller". HeadStuff (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-31.
- ^ "New York Asian Film Festival". www.nyaff.org. Diakses tanggal 2025-10-31.
Pranala luar
sunting- Situs web resmi
- Attack 13 di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- Attack 13 di Netflix