Jangkrik
Rentang waktu: Triasโ€“Sekarang [1]
Gryllus campestris
Gryllus campestris
Klasifikasi ilmiahSunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Orthoptera
Subordo: Ensifera
Infraordo: Gryllidea
Superfamili: Grylloidea
Laicharting, 1781[2]
Famili

Lihat bagian taksonomi

Synonyms[2]
  • Gryllides Laicharting, 1781
  • Paragryllidae Desutter-Grandcolas, 1987

Jangkrik,[3] jengkerik atau cengkerik adalah serangga orthoptera yang berkerabat dengan belalang kerik dan, lebih jauh lagi dengan belalang daun. Dalam literatur lama seperti milik Augustus Daniel Imms,[4] "jangkrik" ditempatkan pada tingkat famili (yaitu Gryllidae), tetapi otoritas kontemporer termasuk Dan Otte sekarang menempatkannya dalam superfamili Grylloidea.[1] Kata tersebut telah digunakan dalam kombinasi untuk menggambarkan takson yang berkerabat lebih jauh[4] dalam subordo Ensifera, seperti jangkrik raja dan anjing tanah.

Jangkrik umumnya memiliki tubuh berbentuk silinder, kepala bulat, dan antena panjang. Di belakang kepala terdapat pronotum yang halus dan kokoh. Perutnya berujung pada sepasang serkum panjang; betina memiliki ovipositor yang panjang dan berbentuk silinder. Ciri diagnostiknya meliputi kaki dengan tarsus 3 segmen; seperti pada banyak Orthoptera, kaki belakang memiliki femur yang membesar, memberikan kekuatan untuk melompat. Sayap depan beradaptasi sebagai elitra yang keras dan seperti kulit, dan beberapa jangkrik berkicau dengan menggosok bagian-bagiannya bersama-sama. Sayap belakang berupa membran dan terlipat saat tidak digunakan untuk terbang, namun banyak spesies yang tidak dapat terbang. Anggota terbesar dari famili ini adalah Brachytrupes yang panjangnya mencapai 5 cm (2 inci).

Jangkrik tersebar di seluruh dunia kecuali pada garis lintang 55ยฐ atau lebih tinggi, dengan keanekaragaman terbesar berada di daerah tropis. Jangkrik hidup di berbagai habitat mulai dari padang rumput, semak-semak, dan hutan hingga rawa-rawa, pantai, dan gua. Jangkrik sebagian besar aktif di malam hari, dan paling dikenal karena nyanyiannya yang keras dan terus-menerus, yaitu kicauan jangkrik jantan yang berusaha menarik betina, meskipun beberapa spesies tidak bersuara. Spesies yang bernyanyi memiliki pendengaran yang baik, melalui gendang telinga (timpana) pada tibia kaki depan.

Jangkrik sering muncul sebagai karakter dalam sastra. Jangkrik yang Berbicara (Talking Cricket) muncul dalam buku anak-anak karya Carlo Collodi tahun 1883, Petualangan Pinokio (The Adventures of Pinocchio), dan dalam film-film yang diadaptasi dari buku tersebut. Serangga ini menjadi tokoh sentral dalam The Cricket on the Hearth karya Charles Dickens tahun 1845 dan The Cricket in Times Square karya George Selden tahun 1960. Jangkrik juga terdapat dalam puisi-puisi karya William Wordsworth, John Keats, Du Fu, dan Vladimir Nazor. Jangkrik dipelihara sebagai hewan peliharaan di berbagai negara mulai dari Cina hingga Eropa, terkadang untuk dijadikan hewan aduan. Jangkrik efisien dalam mengubah makanannya menjadi massa tubuh, sehingga menjadikannya kandidat untuk produksi pangan. Jangkrik digunakan sebagai makanan manusia di Asia Tenggara, di mana mereka dijual dengan digoreng rendam di pasar sebagai camilan. Mereka juga digunakan untuk memberi makan hewan peliharaan karnivora dan hewan di kebun binatang. Dalam cerita rakyat Brasil, jangkrik berperan sebagai pertanda berbagai peristiwa.

Filogeni dan Taksonomi

sunting
fosil jangkrik zaman Kapur dari Brasil

Hubungan filogenetik Gryllidae, yang diringkas oleh Darryl Gwynne pada tahun 1995 dari karyanya sendiri (terutama menggunakan karakteristik anatomi) dan karya penulis sebelumnya,[a] ditunjukkan dalam kladogram berikut, dengan Orthoptera dibagi menjadi dua kelompok utama, Ensifera (jangkrik sensu lato) dan Caelifera (belalang). Fosil Ensifera ditemukan dari periode Karbon akhir (300 juta tahun yang lalu) dan seterusnya,[5][6] dan jangkrik sejati (Gryllidae) dari periode Trias (250 hingga 200 juta tahun yang lalu).[1]

Kladogram menurut Gwynne, 1995:[5]

Orthoptera
Ensifera
Grylloidea

Gryllidae (jangkrik sejati)

anjing tanah, Mogoplistidae dan Myrmecophilidae

Schizodactylidae (jangkrik berkaki lebar)

Tettigonioidea (belalang kerik dan weta)

Caelifera

(belalang)

Studi filogenetik oleh Jost & Shaw pada tahun 2006 menggunakan sekuens dari 18S, 28S, dan 16S ncRNA mendukung monofili Ensifera. Sebagian besar famili ensifera juga ditemukan monofiletik, dan superfamili Gryllacridoidea ditemukan mencakup Stenopelmatidae, Anostostomatidae, Gryllacrididae, dan Lezina. Schizodactylidae dan Grylloidea terbukti merupakan takson saudara, serta Rhaphidophoridae dan Tettigoniidae ditemukan lebih dekat hubungannya dengan Grylloidea daripada yang diperkirakan sebelumnya. Para penulis menyatakan bahwa "terdapat konflik tingkat tinggi antara data molekuler dan morfologis, yang mungkin menunjukkan bahwa banyak homoplasia hadir di Ensifera, khususnya pada struktur akustik." Mereka menganggap bahwa stridulasi tegmen dan timpana tibialis merupakan leluhur Ensifera dan telah hilang pada beberapa waktu, terutama di dalam Gryllidae.[7]

Famili "jangkrik"

sunting

Beberapa keluarga dan takson lain di Ensifera dapat disebut "jangkrik", termasuk:

Di dalam Grylloidea
  • Gryllidae โ€“ "jangkrik sejati";
  • Mogoplistidae โ€“ jangkrik bersisik;
  • Oecanthidae โ€“ jangkrik pohon, jangkrik anomali
  • Phalangopsidae โ€“ "jangkrik laba-laba" dan kerabatnya
  • Protogryllidae โ€“ famili yang telah punah
  • Pteroplistidae โ€“ "jangkrik bersayap bulu" dari Asia tropis
  • Trigonidiidae โ€“ jangkrik berekor pedang dan jangkrik kayu atau jangkrik tanah;
  • famili lain dalam infraordo Gryllidea sebelumnya telah dimasukkan:
    • Gryllotalpidae โ€“ anjing tanah
    • Myrmecophilidae โ€“ jangkrik semut.
Secara ketat, takson dalam infraordo Tettigoniidea dan superfamili lainnya dikecualikan.
  • Tettigoniidae โ€“ jangkrik semak atau belalang kerik โ€“ yang cukup berbeda dan tidak terkait, dengan tarsus 4 segmen (setidaknya di kaki tengah dan belakang)[4] dan betina dengan ovipositor pipih. Perhatikan juga:
    • dalam famili ini terdapat genus Anabrus ("jangkrik Mormon")
    • "jangkrik semak" (penggunaan Amerika) termasuk anggota subfamili Trigonidiinae โ€“ yang merupakan "jangkrik sejati".
  • Superfamili Stenopelmatoidea โ€“ termasuk: jangkrik raja (wฤ“tฤ), jangkrik penggulung daun, jangkrik Yerusalem atau jangkrik pasir.
  • Superfamili Rhaphidophoroidea โ€“ jangkrik gua atau jangkrik unta
  • Superfamili Schizodactyloidea โ€“ jangkrik pasir atau jangkrik berkaki lebar.

Pengenalan

sunting
Jangkrik gangsir (Tarbinskiellus portentosus) betina

Jangkrik adalah serangga bertubuh kecil hingga sedang, yang kebanyakan berbentuk silindris (beberapa spesiesnya ada pula yang berbadan agak gepeng tegak). Kepalanya hampir bulat, dengan sepasang sungut panjang menjuntai yang muncul persis di depan mata majemuk. Di dahinya terdapat tiga buah ocelli (tunggal: ocellus), yakni mata sederhana atau mata tunggal. Di belakang kepala terletak pronotum, yakni ruas dada yang pertama, yang kuat dan mulus tanpa gigir punggung ataupun tepi.[8]

Jangkrik rumah (Acheta domesticus) jantan sedang mengerik

Di belakangnya lagi terletak abdomen (perut) yang banyak beruas-ruas. Di ujungnya terdapat sepasang cerci, yakni semacam alat peraba yang serupa duri tetapi lunak, danโ€”pada betina-- ovipositor yang panjang seperti jarum, halus, serta berkilau. Femora ('paha'; yakni ruas ketiga) pada pasangan kaki belakang, berukuran besar dan berguna untuk melompat. Sedangkan tibia ('betis', ruas keempat) kaki belakang dilengkapi dengan deretan duri yang dapat digerakkan; yang susunannya berbeda-beda menurut spesiesnya. Tibia pada kaki depan umumnya dilengkapi dengan satu atau dua timpani (tunggal: timpanum, 'gendang telinga') yang berfungsi untuk menangkap getaran suara.[8]

Sayap jangkrik seperti menempel ketat membungkus sisi atas abdomen. Sayap ini berbeda-beda ukuran dan warnanya menurut jenis jangkrik: ada yang panjang, ada yang pendek, dan bahkan ada jenis yang tanpa sayap. Sayap sebelah depan adalah elytra yang terbuat dari kitin yang kaku, berfungsi sebagai pelindung abdomen yang relatif lunak, dan pada hewan jantan juga sebagai tempat organ pengerik untuk menghasilkan suara. Sayap belakang serupa membran tipis yang berfungsi untuk terbang, dan dilipat manakala cengkerik hinggap.[1]

Agihan dan habitat

sunting
Sejenis jangkrik celiring, Teleogryllus emma betina, di tepi jalan

Jangkrik memiliki agihan kosmopolitan, ditemukan di semua bagian dunia kecuali di wilayah dingin di atas lintang 55ยฐ ke utara maupun selatan. Serangga ini mengkolonisasi pulau-pulau besar dan kecil, melalui udara (terbang) atau air (terbawa kayu atau bagian tumbuhan lain yang terapung-apung di laut), atau diangkut oleh aktivitas manusia. Keragaman jangkrik yang tertinggi berada di wilayah tropis. Di dekat Kuala Lumpur, misalnya, pernah tercatat sebanyak 88 spesies yang terdengar suara deriknya dari satu lokasi saja; belum lagi termasuk jenis-jenis yang tidak mengeluarkan suara.[1] Di Indonesia terdapat lebih dari 100 jenis jangkrik, dan spesies yang paling banyak dibudidayakan adalah Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus dari genus Gryllus.[9]

Jangkrik hidup di banyak macam habitat. Kebanyakan, jangkrik tinggal di antara rerumputan dan terna; tetapi jenis-jenis yang lain hidup di semak-semak, dan sebagian lagi di atap tajuk pepohonan. Jangkrik juga hidup di tanah dan gua; ada yang menggali lubang-lubang yang dangkal ataupun dalam di tanah, ada pula yang hanya bersembunyi di balik tumpukan batu atau kayu lapuk.[1]

Dalam budaya

sunting
Sejumlah bumbung bambu wadah jangkrik aduan, tersimpan dalam kotak kayu berkaki yang dibuat khusus. Koleksi Tropenmuseum, Amsterdam

Jangkrik tergolong ke dalam serangga layak santap (edible insects) dan telah dikenal di banyak negara.[10]:โ€Š72โ€Š Di perdesaan Jawa, jangkrik bakar atau sangrai sudah sejak lama dijadikan kudapan tradisional. Jangkrik juga dikenal sebagai makanan sumber protein di negara-negara lain, terutama di Asia: Thailand, Kamboja, Tiongkok, Korea, dan Jepang; dan belakangan juga di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.[11]:โ€Š34โ€Š Dalam agama Islam, menurut fatwa MUI no. Kep-139/MUI/IV/2000, mengkonsumsi dan memelihara jangkrik tergolong mubah dan halal.[12]

Jangkrik rumah (Acheta domesticus) goreng, dijual di suatu pasar di Thailand

Semenjak dahulu jangkrik acap dijadikan permainan atau hiburan. Anak-anak desa di Indonesia biasa memelihara jangkrik, terutama dari jenis jangkrik kalung (Gryllus bimaculatus) dan jenis-jenis jangkrik celiring (Teleogryllus spp.), untuk dinikmati suaranya ataupun untuk diadu. Laga jangkrik yang melibatkan orang-orang dewasa diketahui telah ada di Tiongkok semenjak era Dinasti Song (960-1278 M).[13] Kebiasaan ini pun belakangan dibawa masuk ke Jawa oleh orang-orang Tionghoa, hingga kemudian merasuki segenap warga Keraton Jogyakarta di masa Sultan Hamengku Buwana VII (1877-1921).[14]:โ€Š325โ€Š

Kata "jangkrik" pernah dipakai untuk menunjukkan suatu kualitas yang rendah; misalnya dalam istilah "komputer jangkrik" yang berarti komputer rakitan, bukan komputer bermerek terkenal (branded).[15][16] Kata ini juga dijadikan kata umpatan di Jawa Timur, yang konon merupakan plesetan atau penghalusan dari kata jancok.[17] Kata umpatan ini lalu dipungut sebagai judul sebuah film, "Jangkrik Boss!" yang diproduksi oleh Falcon Pictures.[18]

Dalam dunia olahraga, adu jangkrik merupakan sebuah olahraga berdarah yang melibatkan pertarungan jangkrik jantan.

Catatan

sunting
  1. ^ Gwynne cites Ander 1939, Zeuner 1939, Judd 1947, Key 1970, Ragge 1977 dan Rentz 1991 sebagai pendukung skema dua bagian (Ensifera, Caelifera) dalam makalahnya tahun 1995.[5]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f Resh, Vincent H.; Cardรฉ, Ring T. (2009). Encyclopedia of Insects (dalam bahasa Inggris). Academic Press. hlm.ย 232โ€“236. ISBNย 978-0-08-092090-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b "Family Grylloidea (Laicharting, 1781)". Orthoptera Species File. Diakses tanggal 6 September 2020.
  3. ^ KBBI Daring: jangkrik. Diakses pada 25/02/2020.
  4. ^ a b c Imms AD, rev. Richards OW & Davies RG (1970) A General Textbook of Entomology 9th Ed. Methuen 886 pp.
  5. ^ a b c Gwynne, Darryl T. (1995). "Phylogeny of the Ensifera (Orthoptera): a hypothesis supporting multiple origins of acoustical signalling, complex spermatophores and maternal care in crickets, katydids, and weta". Journal of Orthoptera Research. 4 (4): 203โ€“218. doi:10.2307/3503478. JSTORย 3503478.
  6. ^ Gwynne, Darryl T. "Ensifera: Crickets, katydids and weta". Tree of Life. Diakses tanggal 7 Mei 2015.
  7. ^ Jost, M.C; Shaw, K.L. (2006). "Phylogeny of Ensifera (Hexapoda: Orthoptera) using three ribosomal loci, with implications for the evolution of acoustic communication". Molecular Phylogenetics and Evolution. 38 (2): 510โ€“530. doi:10.1016/j.ympev.2005.10.004. PMIDย 16298145.
  8. ^ a b Otte, Daniel (2007). Australian Crickets (Orthoptera: Gryllidae) (dalam bahasa Inggris). Academy of Natural Sciences. hlm.ย 17โ€“24. ISBNย 978-1-4223-1928-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ^ Prihatman, Kemal, ed. (Maret 2000). Budidaya Ternak Jangkrik (PDF). Jakarta: TTG BUDIDAYA PETERNAKAN. hlm.ย 1. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 19 Juni 2021.
  10. ^ FG. Winarno. (2018). Serangga Layak Santap: Sumber Baru bagi Pangan dan Pakan. Jakarta: Gramedia. ISBN 978-602-06-1165-5
  11. ^ Budihardjo, M. & B. Setiawan. (2017). Untung berlipat dari ternak jangkrik. Jakarta: Penebar Swadaya. ISBN 978-979-002-744-2
  12. ^ MUI. (2000). Fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor Kep-139/MUI/IV/2000 tentang "Makan dan budidaya cacing dan jangkrik". Jakarta: Majelis Ulama Indonesia. Diarsipkan tanggal 6 September 2021.
  13. ^ Timur Jawa: Jangkrik, dari jabatan menteri hingga umpatan Diarsipkan 2020-02-25 di Wayback Machine., berita 17/09/2018. Diakses pada 25/II/2020.
  14. ^ Lombard, D. (1996). Nusa Jawa: Silang Budaya. Bagian II: Jaringan Asia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  15. ^ Tribun News: Cara cerdas memilih โ€˜Komputer Jangkrikโ€™ yang sesuai kebutuhan bisnis startup, artikel Sabtu, 11 Maret 2017 23:03 WIB. Diakses pada 25/II/2020.
  16. ^ Muluk, Andra R. (29 September 2009). "Komputer Jangkrik". BahasaKita. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Februari 2020. Diakses tanggal 3 Juni 2022.
  17. ^ "Jangkrik, Dari Jabatan Menteri Hingga Umpatan". TimurJawa. 17 September 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Februari 2020. Diakses tanggal 3 Juni 2022.
  18. ^ Kompas.com: Jangkrik Boss!, artikel Kompas.com - 16/09/2016, 05:05 WIB. Diakses pada 25/II/2020.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar ahli serangga

Curculionidae Johann Karl Wilhelm Illiger 1775 1813 Jerman Coleoptera Augustus Daniel Imms 1880 1949 Britania Raya Hiroshi Inoue 1917 2008 Jepang Lepidoptera