The Māori Language Commission | |
| Tanggal pendirian | 1987[1] |
|---|---|
| Jenis | Autonomous Crown entity |
| Tujuan | Promoting and revitalising the Māori language (te reo Māori) |
| Kantor pusat | Wellington, New Zealand |
Wilayah layanan | New Zealand |
| Situs web | https://www.tetaurawhiri.govt.nz/ |
Te Taura Whiri i te Reo Māori adalah badan mandiri (autonomous Crown entity) di Selandia Baru yang dibentuk berdasarkan Māori Language Act 1987 dan bertanggung-jawab atas promosi, pengembangan, dan revitalisasi bahasa Māori (te reo Māori) sebagai bahasa resmi dan bagian penting dari warisan budaya Māori.[2]
Sejarah
suntingPembentukan Komisi ini diatur oleh Māori Language Act 1987 yang menyatakan bahwa bahasa Māori merupakan salah satu bahasa resmi Selandia Baru, dan menetapkan hak penggunaan bahasa Māori dalam proses hukum serta membentuk komisi untuk menyelenggarakan tugas-tugas tersebut.[1] Komisi ini kemudian terus mengembangkan mandatnya untuk mendukung penggunaan bahasa Māori dalam pendidikan, media, pemerintahan, dan kehidupan sehari-hari.
Mandat dan fungsi
suntingMenurut situs resmi dan dokumen legislasi, fungsi utama Te Taura Whiri i te Reo Māori meliputi:
- Memulai, mengembangkan, mengkoordinasikan, meninjau, dan memberi saran mengenai kebijakan, prosedur, dan praktik yang dirancang untuk mengaktualisasikan deklarasi resmi bahasa Māori sebagai bahasa resmi negara.[2]
- Memajukan penggunaan bahasa Māori sebagai bahasa hidup dan sebagai sarana komunikasi sehari-hari.[2]
- Memberi laporan kepada Menteri Māori Affairs mengenai isu-isu terkait bahasa Māori serta fungsi tambahan yang mungkin diberikan melalui undang-undang lainnya.
Aktivitas terkini
suntingKomisi ini menyelenggarakan program tahunan seperti Māori Language Week (Te Wiki o te Reo Māori) yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik terhadap bahasa Māori.[3] Selain itu, Komisi berperan dalam pengembangan standar bahasa Māori tertulis dan penerjemahan resmi serta mendukung teknologi bahasa yang memfasilitasi penggunaan Māori di lingkungan digital.
Hubungan pemerintah dan masyarakat Māori
suntingSebagai entitas Crown, Komisi bekerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga pendidikan, media, dan organisasi Māori untuk memperkuat penggunaan te reo Māori. Kerjasama ini mencakup pengembangan sumber daya pembelajaran, promosi budaya, serta dukungan bagi komunitas Māori dalam revitalisasi bahasa.
Tantangan
suntingMeskipun terjadi kemajuan dalam revitalisasi bahasa Māori, Komisi dan para pakar mencatat bahwa bahasa Māori masih menghadapi tantangan seperti jumlah pengguna aktif yang terbatas, dominasi bahasa Inggris dalam sistem pendidikan dan pemerintahan, serta kebutuhan peningkatan generasi penerus penutur aktif.[4]
Lihat pula
suntingReferensi
sunting- ^ a b "Māori Language Act 1987 – New Zealand Legislation". New Zealand Legislation. Diakses tanggal 11 November 2025.
- ^ a b c "Te Taura Whiri i te Reo Māori – Wikipedia". Wikipedia. Diakses tanggal 11 November 2025.
- ^ "Māori Language Week – Te Taura Whiri i te Reo Māori". Te Taura Whiri i te Reo Māori. Diakses tanggal 11 November 2025.
- ^ "Māori language 'at risk' as a result of government policies". The Guardian. Diakses tanggal 11 November 2025.