Peta menunjukkan wilayah Babilon saat zaman Hammurabi dari tahun 1792 SM sampai kemangkatanya pada tahun 1750 SM.

Babilon atau Babel adalah sebuah kota penting di Mesopotamia kuno yang merupakan ibu kota dari kerajaan dan kekaisaran Babilonia, dan peninggalannya kini ditemukan di Al Hillah, Kegubernuran Babil, Irak, sekitar 85 kilometer selatan Baghdad.

Pada hari ini, hanya ada tumpukan dan timbunan tanah serta efek reruntuhan bangunan dan batu-bata di tanah subur Mesopotamia di antara Sungai Tigris dan Sungai Efrat di Irak. Sumber sejarah memberi tahu kita Babilon awalnya sebuah kota kecil yang mulai bertapak pada awal milenium ketiga SM (bibit awalnya dinasti-dinasti). Kota ini mulai menyinar dan menjadi penting dengan kebangkitan Dinasti Babilonia Pertama. Kota ini menjadi sebuah kota suci bagi rakyat Babilonia kuno dan pada sekitar tahun 2300 SM menjadi pusat bagi Kekaisaran Babilonia Baru dari tahun 612 SM. Taman Gantung Babilonia yang diperkirakan ada dalam kota ini pernah masuk dalam jajaran Tujuh Keajaiban Dunia.

Nama "Babilon" berasal dari bahasa Latin Babylon, yang pada gilirannya diserap dari bahasa Yunani Koine Babylṓn (Βαβυλών), yang berasal dari nama setempat (Akkadia) Bābilim, yang berarti "gerbang para dewa". Sedangkan nama "Babel" merupakan istilah yang digunakan dalam Alkitab Kristen dan Ibrani, yaitu kata Babel (bahasa Ibrani: בָּבֶלBavel, Tib. בָּבֶל Bāḇel; bahasa Suryani: ܒܒܠ Bāwēl, bahasa Aram: בבל Bāḇel; dalam bahasa Arab: بَابِل Bābil), yang ditafsirkan dalam Kitab Kejadian sebagai "kacau balau",[1] dari kata kerja bilbél (בלבל, "mengacaubalaukan").[2]

Ribuan orang saat ini tinggal di Babel dan komunitas di dalam dan sekitarnya berkembang pesat dari pemukiman padat dan padat hingga pinggiran kota yang luas.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ Kejadian 11:9.
  2. ^ Magnus Magnusson, BC: The Archaeology of the Bible Lands. BBC Publications 1977, pp. 198–199.
  3. ^ World Monuments Fund (2015). Babylon Site Management Plan.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Babilonia

kecil dengan wilayah kedaulatan yang juga mencakup kota administratif Babilon. Pada zaman Kekaisaran Akkadia (2335–2154 SM), Babilonia hanyalah sebuah

Nitokris dari Babilon

Nitokris dari Babilon (skt. 550 SM) merupakan ratu Babilon yang tidak diketahui yang dijelaskan oleh Herodotos di dalam Historianya. Ia dipuji olehnya

Pengepungan Babilon

bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Pengepungan Babilon" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Januari 2026)

Koresh Agung

Nabonidus, Raja Babilonia, memindahkan patung-patung dewa ke dalam ibu kota Babilon, sehingga diperkirakan perang dimulai pada musim dingin 540 SM. Harran

Benteng Babilon

Benteng Babilon (bahasa Arab: حصن بابليونcode: ar is deprecated ; bahasa Koptik: [ⲡⲁⲃⲓⲗⲱⲛ or Ⲃⲁⲃⲩⲗⲱⲛ] Galat: {{Lang}}: unrecognized language tag: Koptik

Nebukadnezar II

membawa banyak jarahan pulang ke Babilon. Ia membangun semua kota-kota besar Babilonia dengan mewahnya. Ibu kotanya, Babilon, meliputi wilayah seluas 3 mil

Menara Babel

adalah Etemenanki, sebuah ziGgurat yang didedikasikan untuk dewa Marduk di Babilon, yang dalam bahasa Ibrani disebut Babel. Kisah serupa juga ditemukan dalam

Bartolomeus

ditulis oleh seorang penulis pseudopigrafa dengan mengambil nama Abdias dari Babilon serta mengutip naskah-naskah Saint-Thierry dan Pseudo-Abdias. Dalam Injil