Badewa adalah ritual pengobatan non medis dari Suku Dayak Bakumpai, Maanyan, Dusun, dan Lawangan di Kalimantan, terutama etnis yang berada di Kabupaten Barito Kuala dan pesisiran sungai ke daerah Muara Teweh. Badewa pada dasarnya dilakukan pada sebuah ritual yang diiringi dengan tarian seperti tatabuhan, tetapi ada juga tanpa alat musik seperti gong, sarun. Badewa pun dilakukan dengan cara memanggil "sahabat" yakni sekutu seorang Tabit (Tabib) dari makhluk gaib. Para "sahabat" itulah yang merasuk dalam tubuh Tabit, guna melakukan penyembuhan.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Belian sentiu

lain dari ritual ini adalah Belian Bawo, Basangiang, atau juga disebut Badewa. Perlunya melakukan ritual tersebut mereka anggap sebagai upaya untuk mentransformasikan

Suku Dayak Bakumpai

Upacara adat yang berkaitan dengan sisa-sisa kepercayaan lama, yakni ritual "Badewa" dan "Manyanggar Lebu". Suku Bakumpai memeluk agama Islam diperkirakan pada

Kaharingan

Nyadiri (suku Dayak Ngaju) Mangumul (suku Dayak Ngaju) Basangiang/Nyangiang/Badewa (suku Dayak Ngaju) Manyaki Dirit (suku Dayak Ngaju) Nyaki Tihi (suku Dayak

Belian Bawo

ritual ini adalah Belian Sentiu, Basangiang atau Nyangiang, dan juga ritual Badewa. Ritual Belian Bawo dimulai dari sebuh mitologi Dayak Benuaq. Konon ada

Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Manopeng Banyiur Adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan Badewa Parang bungkul Keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional Tari Babangsai

Suku Dayak Dusun Witu

Nyalimat Ngariring acara 14 hari 14 malam Pa'ung Lalemu Jabing Pangintuhu Kalelungan Salimat Kariring Badewa Languages of Indonesia (Kalimantan) l b s

Lepasan, Bakumpai, Barito Kuala

dan kepercayaan, seperti pergelaran wayang sampiran, tari topeng, ritual Badewa, Baayun Wayang, dan Baayun Topeng, serta pengaruh sastra Jawa Kuno cerita