Bangsa Iran
Daerah dengan populasi signifikan
Dataran Tinggi Iran dan Timur Tengah, Anatolia, Asia Selatan, Kaukasus dan sebagai komunitas imigran di Amerika Utara dan Eropa Barat.
Bahasa
Rumpun bahasa Iran (sebuah cabang dari rumpun bahasa Indo-Eropa)
Agama
Sebagian besar Islam Syi'ah dan Islam Sunni (termasuk Sufisme). Ada juga penganut Kristen (Ortodoks Rusia,[1] Kristen Ortodoks Georgia, Kristen Nestorian, Katolik, Protestan) Yudaisme, Bahรก'รญ, Zoroastrianisme, Paganisme, Yazidi, ateisme, agnostisme.

Bangsa Iran adalah sebuah rumpun (etnolinguistik) atau gabungan kelompok etnis yang menggunakan bahasa-bahasa yang tergolong dalam rumpun bahasa Iran. Bangsa Iran juga turut merujuk kepada keturunan bangsa Iran Purba.[2][3] Bangsa ini kebanyakan menetap atau tinggal di Timur Tengah, Asia Tengah dan Asia Selatan. Namun begitu, penutur bahasa Iran bisa dijumpakan di seluruh Eurasia, dari kawasan Balkan hingga ke Xinjiang di Tiongkok Barat.[4][5] Istilah bangsa Iran ini kadang kala tertukar dengan rakyat Iran di mana keduanya adalah perkara yang berbeda. Hal ini terjadi karena tidak semua etnis di Iran tergolong dalam bangsa Iran seperti etnis Arab.

Asal-usul bangsa Iran ini adalah dari suku purba Proto-Indo-Eropa Arya yang juga dikenal sebagai Proto-Iran. Peninggalan arkeologi yang dijumpai di Rusia, Asia Tengah dan Timur Tengah menerangkan mengenai kehidupan awal bangsa ini. Di dalam sejarah manusia pula, bangsa Iran memainkan peranan yang penting dalam peradaban-peradaban awal. Kekaisaran Achaemenid, salah satu Kekaisaran Persia purba, adalah negara pertama yang menjadi negara majemuk. Sedangkan pahlawan wanita dari kelompok nomaden Scythia-Sarmatia yang menduduki kawasan-kawasan Rusia dan Siberia Barat menjadi sumber inspirasi sebuah legenda Yunani yaitu Legenda Amazon.[6][7] Agama-agama awal bangsa ini pula ialah Zoroastrianisme dan Manichaeisme.

Suku-suku Iran ini juga tidak lepas dari penaklukan bangsa lain. Alexander Agung, seorang pahlawan Yunani, contohnya berjaya menaklukkan semua bangsa Iran kecuali mereka yang menetap di kawasan Asia Selatan, sedangkan kaum Arab pula berhasil memengaruhi sebagian besar kebudayaan suku-suku ini. Di kawasan Utara atau Eropa, bangsa Iran ini berasimilasi dengan suku Slavia dan suku-suku Eropa lainnya.

Penamaan

sunting

Istilah Iran berarti "Bumi Arya".[8][9] Arti Arya dalam bahasa lama Proto-Arya ialah "mulia". Istilah ini dipercaya digunakan atau diciptakan oleh orang Arya sendiri untuk mengagungkan peradaban mereka. Penara Iran pula pada suatu masa dahulu dikenal sebagai Airyanem Vaejah yang berarti tanah asal Arya.

Dari prespektif bahasa, istilah Bangsa Iran merujuk kepada mereka yang bertutur dalam Bahasa Iran.[10] Kalau prespektif ini dipertimbangkan, bangsa Iran ini tidak terbatas pada etnis Persia saja, tetapi meliputi etnis-etnis yang berdekatan seperti Pashtun, Tajik, Kurdi, Ossetia, Balochi dan beberapa suku lain.

Demografi

sunting

Diaperkirakan terdapat 150 juta penutur ibu Bahasa Iran. Kebanyakan mereka tinggal di Iran, Afganistan, Tajikistan, Pakistan Barat, sebagian Uzbekistan (terutama kawasan Samarkand dan Bukhara), Kaukasus (Ossetia dan Azerbaijan) dan juga wilayah Kurdistan yang menjadi sebagian negara Turki, Irak, Suriah dan Iran. Terdapat juga komunitas kecil penutur bahasa Iran di Xinjiang (China), India dan Israel.

Agama

sunting

Kepercayaan awal Bangsa Iran mungkin berdasarkan kedewaan yang pada hari ini bisa dilihat pada etnis-etnis lain yang pernah ditakulkkan atau dipengaruhi oleh kaum Proto-Iran.[11] Zoroastrianisme adalah salah satu agama awal yang dianut bangsa ini.

Pada hari ini, mayoritas etnis Iran beragama Islam dan terdapat pula golongan minoritas yang menganut agama Yahudi, Kristen dan Baha'i. Bagi penganut Islam, mayoritasnya adalah Sunnah Waljamaah tetapi kebanyakan etnis Parsi dan Hazara menganut ajaran Syiah. Untuk penganut Kristen, kebanyakan termasuk dalam gereja Ortodoks Rusia diikuti dengan Ossetia dan Nestoria. Terdapat juga bangsa Iran yang masih menganut agama Zoroastrianisme.

Daftar suku yang tergolong dalam bangsa Iran

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ The Ossetians of the Caucasus are Orthodox Christians
  2. ^ "Kurds of Iraq: Recent History, Future Prospects tulisan Carole A. Oโ€™Leary" โ€” Middle East International Affairs, Vol. 6, No. 4 (Desember 2002)
  3. ^ "Iranian peoples" โ€” Encyclopedia Ukraine
  4. ^ "Bahasa Iran" โ€” Encyclopedia Britannica
  5. ^ "Skop Bahasa-bahasa Iran" โ€” Encyclopedia Iranica
  6. ^ Amazon dalam Scythia: perjumpaan baru di Middle Don, Rusia Selatan[pranala nonaktif permanen]
  7. ^ Secrets of the Dead, CaseBerkas: Amazon Warrior Women
  8. ^ "Bahasa Parsi" โ€” Farsi.net
  9. ^ "Iran" โ€” 1911 Encyclopedia
  10. ^ In Search of the Indo-Europeans, tulisan J.P. Mallory, m/s 22โ€“23, ISBN 0-500-27616-1
  11. ^ ""Sejarah Iran- Bab kedua Indo-Eropah dan Indo-Iran"". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-04-25. Diakses tanggal 2007-07-01.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Sejarah Iran

Friedrich Hegel menjuluki bangsa Persia sebagai Bangsa bersejarah yang pertama. Bangsa Mede mempersatukan seluruh Iran menjadi satu bangsa dan satu kekaisaran

Revolusi Iran

oleh beberapa juta Bangsa Iran. Kejatuhan terakhir Dinasti Pahlavi segera terjadi setelah 11 Februari di mana Angkatan Bersenjata Iran menyatakan dirinya

Suku Persia

dalam Bangsa Iran, menggunakan bahasa Persia dan juga mempunyai persamaan dalam kebudayaan dengan bangsa Iran yang lainnya. Bangsa ini mayoritas di Iran dan

Pan-Iranisme

bersama seluruh bangsa Iran, baik di Iran maupun di wilayah lain yang secara historis dan etnolinguistik termasuk dalam lingkup peradaban Iran. Ideologi ini

Nama Iran dan Persia

Iran dan Persia adalah dua kata yang kerap digunakan untuk suatu kawasan yang sama. Iran digunakan oleh bangsa setempat, sementara Persia digunakan oleh

Kekaisaran Akhemeniyah

bukanlah kekaisaran Iran pertama. Pada abad keenam SM suku bangsa Iran lainnya, yaitu bangsa Medes, telah mendirikan Kekaisaran Media. Bangsa Medes pada awalnya

Bangsa Sarmatia

adalah salah satu suku bangsa Iran pada masa Antikuitas Klasik. Mereka berkembang sekitar abad ke-5 SM sampai abad ke-4 M. Bangsa Sarmatia menempati wilayah

Kekaisaran Sasaniyah

Kekaisaran Wangsa Sasan, atau Kekaisaran Persia Baru adalah kekaisaran bangsa Iran yang ketiga dan kekaisaran Persia yang kedua. Kekaisaran Sassania merupakan