Barqa
bahasa Arab: برقة
Peta lokasi Barqa
Peta
LokasiLibya
WilayahDistrik Marj
Koordinat32°29′54″N 20°53′34″E / 32.498333°N 20.892778°E / 32.498333; 20.892778

Barqa (bahasa Arab: برقة; bahasa Berber: Berqa), juga disebut Barke (bahasa Yunani: Βάρκη, Bárkē), adalah sebuah kota kuno yang terletak di wilayah pesisir Libya. Kota ini mulanya merupakan sebuah koloni Yunani kuno. Menurut sebagian besar arkeolog, kota kuno ini terletak di Marj, tetapi menurut Alexander Graham, letaknya berada di Tolmeita (Ptolemais).[1]

Kota Barke kemudian menjadi wilayah Kekaisaran Romawi. Pada masa Kekaisaran Romawi Timur, kota ini merupakan bagian dari Exarchatus Afrika hingga akhirnya kota ini ditaklukan oleh pasukan Muslim pada tahun 643–644. Kota ini kemudian menjadi ibu kota provinsi Barqah di kekhalifahan.

Referensi

sunting
  1. ^ Graham, Alexander (1902) Roman Africa: an outline of the history of the Roman occupation of North Africa, based chiefly upon inscriptions and monumental remains in that country Longmans, Green, and Co., London, hlm. 312, OCLC 2735641

32°29′54″N 20°53′34″E / 32.49833°N 20.89278°E / 32.49833; 20.89278


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

683

Pasukan Muslim miliknya mengevakuasi kota Kairouan di Tunisia, dan mundur ke Barqa. 14 November – Khalifah Yazid I meninggal di Damaskus, setelah pemerintahan

Dinasti Ayyubiyah

(keponakan Salahuddin) sebagai pemimpin ekspedisi militer ke wilayah pesisir Barqa (Kirenaika) di sebelah barat Mesir dengan pasukan yang hanya terdiri dari

Baraq

Wangsa Baraq (bahasa Punik: 𐤁𐤓𐤒code: xpu is deprecated , translit. baraq), atau juga dikenal dengan Wangsa Barcides, dalah wangsa bangsa Punik yang

Intef III

Elefantin. Intef III dimakamkan di El-Tarif yang dikenal sebagai Saff el-Barqa. Margaret Bunson: Encyclopedia of Ancient Egypt, Infobase Publishing, 2009

Kambisus II

sebagai Dinasti ke-27. Penduduk Libya, dan juga bangsa Yunani di Kirene dan Barqa, dengan rela mengakui kekuasaan Kambisus dan mengirimkan persembahan kepada

Barjawan

besar di Mediterania Timur. Bajarwan juga berhasil meredakan kerusuhan di Barqa dan memulihkan kendali Fathimiyah atas Tripoli (di Libya modern). Barjawan

Kesultanan Mamluk (Kairo)

di Barqa, yang harganya murah namun berkualitas tinggi, sementara al-Nasir Muhammad menghabiskan biaya besar untuk kuda dari suku Badui di Barqa, Suriah

Dzuka ar-Rumi

mulai membuat rencana untuk serangan kedua, dimulai dengan pencaplokan Barqa setelah pengepungan selama 18 bulan pada tahun 917. Fathimiyah ternyata