Batu nisan

Batu nisan adalah prasasti atau penanda, biasanya berupa batu, yang ditempatkan di atas pusara. Batu nisan adalah tradisi dalam upacara penguburan dalam agama Kristen, Yahudi, Islam, dan beberapa agama atau kepercayaan lain. Batu nisan biasanya ditulisi nama almarhum, tanggal lahir, dan tanggal kematian yang ditorehkan di atasnya, terkadang juga bersama dengan pesan pribadi, epitaf, atau doa. Beberapa batu nisan juga mungkin berisi potongan seni pemakaman, terutama detail dalam relief batu. Dalam beberapa budaya atau kepercayaan, foto almarhum juga kadang dipasang di batu nisan.

Cara pasang

sunting

Dalam agama Islam, batu nisan hanya berguna sebagai penanda kubur yang membedakan letak bagian kepala dan kaki serta arah bujur si mayat yang dikuburkan. Dalam sistem penguburan Islam, arah penguburan selalu lurus menghadap ke utara dan selatan.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ Duli, dkk. (2013). Monumen Islam di Sulawesi Selatan (PDF). Makassar: Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar. hlm.ย 113โ€“114. ISBNย 978-602-8405-50-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Penyebaran Islam di Nusantara

penyebaran awal Islam di Nusantara berasal dari tulisan di batu nisan dan sejumlah kesaksian peziarah. Nisan paling awal yang terbaca tertulis tahun 475 H (1082

Charles Mussry

dikelola Yayasan Pemakaman korban perang Oorlogsgravenstichting (OGS). Batu nisan makam Charles Mussry terukir aksara Ibrani. Charles menikah dengan Djoedjoek

Batu Nisan Sandai

Batu nisan sandai Nisan Sandai adalah sebuah prasasti sejarah yang ditemukan di kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Prasasti ini bertarikh

Fatimah binti Maimun

Hijriyah (2 Desember 1082 M). Batu nisannya ditulis dalam bahasa Arab dengan huruf kaligrafi bergaya Kufi, serta merupakan nisan kubur Islam tertua yang ditemukan

Lamri

lebih kurang 84 batu nisan yang tersebar di 17 komplek pemakaman, terdapat 28 batu nisan yang memiliki inskripsi. Dari ke-28 batu nisan tersebut diperoleh

Manusia Bertopeng Besi

dikuburkan di pusara Gereja Saint-Paul-Saint-Louis di kota Paris. Pada batu nisan, nama yang tertulis yaitu Marchiali. Sumber-sumber lainnya pun menyebutkan

Prasasti

prasasti sering dikaitkan dengan tulisan di batu nisan atau di gedung, terutama pada saat peletakan batu pertama atau peresmian suatu proyek pembangunan

Artefak

tertentu di sekitarnya. Di makam terdapat artefak berupa batu nisan. Struktur dan bentuk batu nisan dapat memberikan keterangan mengenai perdagangan di masa