| Artikel ini adalah bagian dari seri: |
| Permainan video |
|---|
Permainan baku hantam (Inggris: beat 'em up) atau permainan pertarungan jalanan adalah sebuah genre permainan video yang menampilkan pertarungan tangan antara tokoh utama dan mungkin sejumlah besar lawan. Permainan baku hantam tradisional mengambil bentuk dua matra (2D), meskipun kemudian beberapa permainan menampilkan lingkungan tiga matra (3D) yang lebih terbuka dengan jumlah musuh yang lebih besar. Permainan genre ini dikenal karena cara bermainnya yang sederhana. Permainan kooperatif dua pemain dan keberadaan beberapa tokoh pemain juga merupakan ciri khas dari genre ini. Sebagian besar permainan berlangsung di lingkungan perkotaan dan menampilkan alur cerita seputar pemberantasan kejahatan serta balas dendam, meskipun beberapa permainan menggunakan tema historis, fiksi ilmiah, atau fantasi.
Permainan baku hantam pertama adalah Kung-Fu Master tahun 1984,[1][2] yang didasarkan pada film seni bela diri Hong Kong. Nekketsu Kลha Kunio-kun tahun 1986 memperkenalkan format belt scroll yang banyak digunakan oleh permainan-permainan berikutnya, sekaligus memopulerkan latar perkotaan kontemporer, sementara versi lokal Baratnya, Renegade, menambahkan tema balas dendam dunia bawah tanah. Genre ini kemudian mencapai masa popularitas tinggi antara rilis Double Dragon pada 1987, yang mendefinisikan mode kooperatif dua pemain dan format belt scroll berkesinambungan yang menjadi ciri khas beat 'em up klasik, hingga Street Fighter II pada 1991, yang menarik pemain ke arah permainan pertarungan satu lawan satu. Permainan seperti Streets of Rage, Final Fight, Golden Axe dan Teenage Mutant Ninja Turtles adalah contoh klasik lain yang muncul dari periode ini. Pada akhir 1990-an, genre ini kehilangan popularitas seiring munculnya teknologi poligon 3D.
Pada 2000-an, muncul subgenre permainan tebas dan sayat 3D (juga dikenal sebagai "permainan aksi tokoh"), yang mengadaptasi formula beat 'em up untuk memanfaatkan lingkungan 3D berskala besar, dengan waralaba populer termasuk God Hand, Devil May Cry, Dynasty Warriors, God of War dan Bayonetta. Sejak 2010-an, beat 'em up 2D tradisional mengalami kebangkitan kembali, dengan judul populer seperti Dungeon Fighter Online, Dragon's Crown, Streets of Rage 4 dan Teenage Mutant Ninja Turtles: Shredder's Revenge.
Sejarah
suntingDi Korea Selatan, permainan baku hantam Dungeon Fighter Online (2004) menjadi permainan yang paling banyak dimainkan, terlaris sepanjang masa dan meraup keuntungan 10 miliar dolar.[3] Permainan baku hantam lainnya dirilis di Xbox Live Arcade yaitu Castle Crashers (2008),[4] The Dishwasher: Vampire Smile (2011), Double Dragon Neon (2012), Scott Pilgrim vs. the World: The Game (2010),[5] dan Fabel Heroes (2012).[6] Pada tahun 2017 Dragon Crown terjual lebih dari satu juta salinan, di genre yang sama, Streets of Rage 4 terjual lebih dari 2,5 juta salinan pada April 2021.[7]
Referensi
sunting- ^ Hawken, Kieren (16 Februari 2017). The A-Z of Atari 2600 Games: Volume 1. Andrews UK Limited. ISBNย 9781785386428. Diakses tanggal 2 Maret 2018 โ via Google Books.
- ^ "First side-scrolling beat-em-up". Guinness World Records. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Juli 2018. Diakses tanggal 2 Maret 2018.
- ^ "Dungeon Fighter Online gross lifetime revenue exceeds $10bn". GamesIndustry.biz (dalam bahasa Inggris). 2018-06-21. Diakses tanggal 2022-08-21.
- ^ "Castle Crashers for Xbox 360 Review - Xbox 360 Castle Crashers Review". web.archive.org. 2008-12-02. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-02. Diakses tanggal 2022-08-21.
- ^ Kohler, Chris. "The Gamer's Guide to Comic-Con 2010". Wired (dalam bahasa American English). ISSNย 1059-1028. Diakses tanggal 2022-08-21.
- ^ Good, Owen S. (2020-12-22). "Xbox Games With Gold gave us few options to consider in 2020". Polygon (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-08-21.
- ^ "Streets of Rage 4 DLC 'Mr. X Nightmare' and free update announced; downloads top 2.5 million". Gematsu (dalam bahasa American English). 2021-04-08. Diakses tanggal 2022-08-21.