📑 Table of Contents
Badui
Sebuah keluarga Badui di Oman
Daerah dengan populasi signifikan
ย Sudan10,199,000[butuh rujukan]
ย Aljazair230,000[1]-2,257,000 ยฑ [butuh rujukan]
ย Arab Saudi467,000 (2013)[butuh rujukan]
ย Irak1,437,000[butuh rujukan]
ย Yordania380,000 (2007)[2]
ย Libya916,000[butuh rujukan]
ย Mesir902,000 (2007)[butuh rujukan]
ย Suriah620,000 (2013)[3][4]
ย Yaman457,000[butuh rujukan]
ย Kuwait290,000[butuh rujukan]
ย Tunisia177,000[butuh rujukan]
ย Maroko144,000[butuh rujukan]
ย Israel250,000 (2012)[5]
ย Mauritania54,000[butuh rujukan]
ย Bahrain50,000[butuh rujukan]
ย Lebanon47,000[butuh rujukan]
ย Qatar39,000[butuh rujukan]
ย Palestina30,000[6]
ย Oman28,000[butuh rujukan]
ย Sahara Barat13,300[butuh rujukan]
ย Ethiopia2,000 (2004)[butuh rujukan][7]
Bahasa
Dialek Arab:ย  Badawi โ€ข Hejazi โ€ข Najdi โ€ข Hassฤniyya
Agama
Sunni โ€ข Syi'ah
Kelompok etnik terkait
Arab

Suku Badui atau Badawi (bahasa Arab: ุจุฏูˆูŠ) atau Bedouin (/หˆbษ›du.ษชn/) adalah sebuah suku pengembara yang ada di Jazirah Arab. Sebagaimana suku-suku pengembara lainnya, suku Badui berpindah dari satu tempat ke tempat lain sembari menggembalakan kambing.

Suku Badui merupakan salah satu dari suku asli di Arab. Perawakan suku Badui yang khas menyebabkan suku ini dapat langsung dikenali. Perawakannya sebagaimana ditulis dalam buku-buku sejarah Arab: suku ini berperawakan tinggi, dengan hidung mancung. Lain halnya dengan suku pendatang yang ada di Arab, suku Badui tetap mempertahankan budaya dan cara hidup mengembara.

Istilah sebutan yang mengacu untuk Orang Kanekes sebagai Baduy berasal dari nama ini.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Algeria-Watch. "Selon le dernier recensement: L'Algรฉrie compte 34,8 millions d'habitants". Diakses tanggal 19 October 2015.
  2. ^ "Social characteristics for Badia - The Hashemite Fund for Development of Jordan Badia". Diakses tanggal 8 April 2016.
  3. ^ "Saudi Arabia to aid Jordan with Syrian refugees". The Jerusalem Post. Diakses tanggal 19 October 2015.
  4. ^ "KSA sets up 5,000 tents for Syrian refugees". Diakses tanggal 19 October 2015.
  5. ^ "Despite hardships, some Bedouins still feel obligation to serve Israel". Jewish Telegraphic Agency. 2012-08-20. Diakses tanggal 19 October 2015.
  6. ^ Hugh Naylor. "Israel plans to move West Bank Bedouin". Diakses tanggal 19 October 2015.
  7. ^ "Bedouins in migration". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-10-10. Diakses tanggal 19 October 2016.

Bacaan lanjutan

sunting
  • Asher, Michael Last of the Bedu Penguin Books 1996
  • Brous, Devorah. "The 'Uprooting:' Education Void of Indigenous 'Location-Specific' Knowledge, Among Negev Bedouin Arabs in Southern Israel" Diarsipkan 2007-07-15 di Wayback Machine.. International Perspectives on Indigenous Education. (Ben Gurion University 2004)
  • Chatty, D Mobile Pastoralists 1996. Broad introduction to the topic, specific focus on women's issues.
  • Chatty, Dawn. From Camel to Truck. The Bedouin in the Modern World. New York: Vantage Press. 1986
  • Cole, Donald P. "Where have the Bedouin gone?" Anthropological Quarterly. Washington: Spring 2003.Vol.76, Iss. 2; pg. 235
  • Falah, Ghazi. "Israeli State Policy Towards Bedouin Sedentarization in the Negev", Journal of Palestine Studies, 1989 Vol. XVIII, No. 2, pp.ย 71โ€“91
  • Falah, Ghazi. "The Spatial Pattern of Bedouin Sedentarization in Israel", GeoJournal, 1985 Vol. 11, No. 4, pp.ย 361โ€“368.
  • Gardner, Andrew. "The Political Ecology of Bedouin Nomadism in the Kingdom of Saudi Arabia". In Political Ecology Across Spaces, Scales and Social Groups, Lisa Gezon and Susan Paulson, eds. Rutgers: Rutgers University Press.
  • Gardner, Andrew. "The New Calculus of Bedouin Pastoral Nomadism in the Kingdom of Saudi Arabia". Human Organization 62 (3): 267โ€“276.
  • Gardner, Andrew and Timothy Finan. "Navigating Modernization: Bedouin Pastoralism and Climate Information in the Kingdom of Saudi Arabia". MIT Electronic Journal of Middle East Studies 4 (Spring): 59โ€“72.
  • Gardner, Ann. "At Home in South Sinai." Nomadic Peoples 2000.Vol.4,Iss. 2; pp.ย 48โ€“67. Detailed account of Bedouin women.
  • Jarvis, Claude Scudamore. Yesterday and To-day in Sinai. Edinburgh/London: W. Blackwood & Sons; Three Deserts. London: John Murray, 1936; Desert and Delta. London: John Murray, 1938. Sympathetic accounts by a colonial administrator in Sinai.
  • Lancaster, William. The Rwala Bedouin Today 1981 (Second Edition 1997). Detailed examination of social structures.
  • S. Leder/B. Streck (ed.): Shifts and Drifts in Nomad-Sedentary Relations. Nomaden und Sesshafte 2 (Wiesbaden 2005)
  • Lithwick, Harvey. "An Urban Development Strategy for the Negev's Bedouin Community". Center for Bedouin Studies and Development and Negev Center for Regional Development, Ben-Gurion University of the Negev, August 2000
  • Mohsen, Safia K. The quest for order among Awlad Ali of the Western Desert of Egypt.
  • Thesiger, Wilfred (1959). Arabian Sands. ISBN 0-14-009514-4 (Penguin paperback). British adventurer lives as and with the Bedu of the Empty Quarter for 5 years

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Bedouin Negev

nomadik pastoral (Bedouin) yang tinggal di wilayah Negev, Israel. Suku-suku Bedouin menganut Islam. "Arrests at protest over Israel's Bedouin plan". Al Jazeera

Sem

bangsa Irak selatan, bangsa Ibrani, bangsa Israel, bangsa Arab, bangsa Bedouin, bangsa Moab, bangsa Yordania, bangsa Palestina, bangsa Sabea, dan kelompok-kelompok

Petra

menulis buku Married to a Bedouin. Seorang wanita Inggris, Joan Ward, menulis Living With Arabs: Nine Years with the Petra Bedouin mendokumentasikan pengalamannya

Pengeboman Masjid Al-Rawdah

jawab atas peristiwa tersebut. Menurut keterangan dari pemimpin milisi Bedouin yang berperang melawan ISIS, peristiwa pengeboman dilatarbelakangi ISIS

Badui

berikut: Suku Badui Bahasa Badui Suku Badui (Arab) (juga dikenal dengan nama bedouin atau badawi ุจุฏูˆูŠ) Tari Badui berkembang di daerah Magelang, Jawa Tengah

Negev

lain Dimona, Arad dan Mitzpe Ramon, dan juga banyak desa-desa kecil suku Bedouin, termasuk Rahat dan Tel as-Sabi. Ada beberapa kibbutzim, misalnya Revivim

Warga Arab di Israel

serta para pengungsi Palestina di Yordania, Suriah dan Lebanon. Negev Bedouin dan Druze lebih diidentifikasikan sebagai warga Israel ketimbang warga

Gulungan Kitab Samuel

Mati, yang diketemukan pada tahun 1947 oleh seorang gembala dari suku Bedouin dan yang disebut sebagai "Penemuan arkeologi terbesar di abad ke-20" oleh