| Benteng Belgica | |
|---|---|
| Nama sebagaimana tercantum dalam Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya | |
Benteng Belgica | |
| Peringkat | Nasional |
| Kategori | Bangunan |
| No. Regnas | CB.100 |
| Lokasi keberadaan | Nusantara, Banda, Maluku Tengah, Maluku |
| No. SK |
|
| Tanggal SK |
|
| Pemilik | Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku |
| Pengelola | Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku |
| Koordinat | 4°31′55″S 129°54′00″E / 4.5318835°S 129.8999474°E |
Benteng Belgica adalah benteng peninggalan Belanda abad ke-17, yang berada di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Benteng ini dibangun untuk pertahanan VOC dari serangan rakyat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala saat itu.[1]
Sejarah
suntingSebelum Benteng Belgica, sudah ada sebuah benteng yang dibangun oleh bangsa Portugis pada abad ke-16 di Pulau Neira, Maluku. Lama setelah itu, di lokasi benteng Portugis tersebut kemudian dibangun kembali sebuah benteng oleh VOC atas perintah Gubernur Jenderal Pieter Both pada tanggal 4 September 1611. Benteng tersebut kemudian diberi nama Benteng Belgica, sehingga pada saat itu, terdapat dua buah benteng di Pulau Neira yaitu; Benteng Belgica dan Benteng Nassau. Nama Benteng Belgica diambil dari nama suku Belgen di Pulau Rhun yang dinilai Belanda sebagai suku dengan orang-orang merdeka.[2]
Benteng ini dibangun dengan tujuan untuk menghadapi perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC.Pada tanggal 9 Agustus 1662, benteng ini selesai diperbaiki dan diperbesar sehingga mampu menampung 30-40 serdadu yang bertugas untuk menjaga benteng tersebut.
Kemudian pada tahun 1669, benteng yang telah diperbaiki tersebut dirobohkan, dan sebagian bahan bangunannya digunakan untuk membangun kembali sebuah benteng di lokasi yang sama. Pembangunan kali ini dilaksanakan atas perintah Cornelis Speelman. Seorang insinyur bernama Adriaan Leeuw ditugaskan untuk merancang dan mengawasi pembangunan benteng yang menelan biaya sangat besar ini. Selain menelan biaya yang sangat besar (309.802,15 Gulden), perbaikan kali ini juga memakan waktu yang lama untuk meratakan bukit guna membuat fondasi benteng yaitu sekitar 19 bulan. Biaya yang besar tersebut juga disebabkan karena banyak yang dikorupsi oleh mereka yang terlibat dalam perbaikan benteng ini. Akhirnya benteng ini selesai pada tahun 1672.
Sepuluh tahun kemudian komisaris Robertus Padbrugge ditugaskan untuk memeriksa pembukuan pekerjaan tersebut, tetapi ia tidak berhasil dalam tugasnya tersebut. Hal ini dikarenakan banyak tuan tanah yang beranggapan bahwa biaya tersebut tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan hasilnya, sebuah benteng yang hebat dan mengagumkan. Karena hal tersebut, Padbrugge menghentikan penyelidikannya.
Walaupun benteng tersebut dikatakan sangat hebat dan mengagumkan, tetapi masalah bagaimana untuk mencukupi kebutuhan air dalam benteng masih juga belum terpecahkan. Setelah menimbang-nimbang apakah akan menggali sebuah sumur atau membuat sebuah bak penampungan air yang besar atau membuat empat buah bak penampungan air yang lebih kecil, akhirnya diputuskan untuk menggali sebuah sumur di dekat benteng dan menghubungkannya dengan sebuah bak penampung air berbentuk oval yang dibuat di tengah halaman dalam benteng.
Pada tahun 1795, benteng ini dipugar oleh Francois van Boeckholtz, Gubernur Banda yang terakhir. Pemugaran ini dilaksanakan juga di beberapa benteng-benteng lain sebagai persiapan untuk menghadapi serangan Inggris. Satu tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 8 Maret 1796, benteng Belgica diserang dan berhasil direbut oleh pasukan Inggris. Dengan jatuhnya benteng ini, Inggris dengan mudah dapat menguasai Banda.
Pada tahun 1803 dilaporkan, setiap kali ada satu kapal yang berlabuh, diadakan upacara band militer setiap jam 5 pagi dan jam 8 malam di benteng Belgica dan Nassau. Setiap hari Kamis dan Senin dilakukan pawai militer pada jam 6.30 pagi. Pergantian jaga dilakukan setiap pagi, siang dan malam pada kedua benteng tersebut, sehingga hampir setiap jam masyarakat yang tinggal dekat kedua benteng tersebut dapat melihat parade militer dan mendengarkan musik dari band militer.
Arsitektur
suntingBenteng Belgica berbentuk segi lima dengan bahan bangunan dari balok batu yang disusun teratur yang direkatkan dan diplester dengan lapisan kapur.[1] Benteng ini memiliki dua lapisan atau bangunan bertumpuk dan lima bastion di bagian atas benteng.[2] Bangunan I merupakan pelataran yang tebal dan kokoh dengan panjang di tiap sisinya rata-rata 40m dan tinggi dinding 5,4m serta terdapat bastion di tiap sudutnya berjumlah 5, berukuran 16 x 15m. [1]
Status Cagar Budaya
suntingBenteng Belgica telah resmi terdaftar sebagai salah satu Cagar Budaya yang menjadi bagian dari jejak-jejak perdagangan rempah dunia masa lampau. Kini, Benteng Belgica menjadi salah satu destinasi pariwisata di Banda Neira yang populer dan memikat wisatawan lokal maupun asing.[3]
Sumber
sunting- Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1992. Laporan Studi Kelayakan Benteng Belgica dan Istana Mini Banda-Maluku. Proyek Pemugaran dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala.
- Tim Pelaksana Pemugaran Benteng Belgica, Laporan Hasil Pemugaran Benteng Beilgica di Kota Neira, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, 1992.
- ^ a b c "Benteng Belgica". Kementerian Kebudayaan.
- ^ a b Evi, Zulyani (2018). "Morfologi Kota Neira 1753-1864".
- ^ RI, Kemdikbudristek. "Jalur Rempah Nusantara". jalurrempah.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2022-12-28.