Bencana kelaparan (bahasa Inggris: famine) adalah sebuah bencana besar yang dikarenakan kurangnya bahan pangan di suatu wilayah. Dampaknya tersebar luas, dan kerusakan yang disebabkan oleh bencana kelaparan bisa bertahan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Sering kali kelaparan juga disebabkan oleh bencana alam lain, seperti gempa atau tsunami yang menghancurkan seluruh wilayah, dan menyebabkan eksodus massal. Kematian karena kelaparan dan kekurangan gizi sangat menyakitkan, dan sering terjadi pada balita maupun lansia.
Definisi
suntingMenurut kriteria kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, bahkan jika ada kekurangan pangan dengan sejumlah besar orang yang kekurangan gizi, kelaparan dinyatakan hanya jika tindakan tertentu mengenai angka kematian, malnutrisi dan kelaparan terpenuhi. Kriterianya sebagai berikut:
- Sedikitnya 20% rumah tangga di daerah itu menghadapi kekurangan makanan ekstrem dengan kemampuan terbatas untuk mengatasinya
- Prevalensi malnutrisi akut pada anak-anak melebihi 30%
- Angka kematian melebihi dua orang per 10.000 orang per hari
Pernyataan kelaparan tersebut tidak membawa kewajiban yang mengikat pada PBB atau negara-negara anggota, namun berfungsi untuk memusatkan perhatian global pada masalah tersebut.[1]
Faktor penyebab
suntingFaktor penyebab krisis pangan sangat kompleks dan saling berkaitan, mencakup masalah lingkungan, ekonomi, sosial, dan politik. Krisis ini terjadi ketika ketersediaan pangan tidak mampu memenuhi permintaan atau harganya menjadi tidak terjangkau bagi sebagian besar masyarakat.[2][3][4][5][6][7]
Berikut adalah faktor-faktor utama penyebab krisis pangan diantaranya:
Perubahan iklim dan cuaca ekstrem
sunting- Pergeseran musim: Pola musim yang tidak menentu, seperti pergeseran musim tanam dan musim panen, menyulitkan petani untuk merencanakan produksi pertanian.
- Bencana alam: Kekeringan, banjir, gelombang panas, dan badai dapat merusak lahan pertanian, menyebabkan gagal panen, dan mengganggu rantai pasokan.
- Degradasi lingkungan: Peningkatan suhu dan perubahan pola curah hujan menyebabkan degradasi tanah, kelangkaan air, dan peningkatan hama serta penyakit tanaman.
Konflik dan ketidakstabilan politik
sunting- Gangguan rantai pasokan: Konflik militer, seperti perang antara Rusia dan Ukraina, dapat memblokade jalur ekspor dan mengganggu pasokan komoditas pangan global seperti gandum, jagung, dan pupuk.
- Perpindahan penduduk: Jutaan orang yang mengungsi akibat konflik kehilangan akses ke sumber daya pertanian dan pekerjaan, meningkatkan kerawanan pangan.
- Ketidakstabilan pemerintahan: Ketidakstabilan politik dan pemerintahan yang tidak efektif dapat menghambat pelaksanaan kebijakan ketahanan pangan.
Masalah ekonomi
sunting- Harga pangan yang tinggi: Lonjakan harga pangan dan bahan baku pertanian, seperti pupuk dan bahan bakar, membuat makanan sulit dijangkau, terutama bagi masyarakat miskin.
- Inflasi dan guncangan ekonomi: Inflasi yang tinggi dan resesi ekonomi mengurangi daya beli masyarakat dan kemampuan keluarga untuk membeli makanan.
- Kemiskinan dan ketimpangan: Kemiskinan adalah pemicu utama kerawanan pangan karena masyarakat miskin tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk membeli makanan yang bergizi.
- Rantai distribusi yang panjang: Kurangnya infrastruktur dan rantai distribusi yang panjang dapat menyebabkan biaya logistik yang tinggi, memperlambat pengiriman, dan meningkatkan harga pangan.
Masalah pertanian dan produksi
sunting- Alih fungsi lahan: Berkurangnya lahan pertanian produktif akibat konversi menjadi area perumahan atau industri mengancam produksi pangan nasional.
- Keterbatasan teknologi: Petani di negara berkembang terkadang masih menggunakan teknologi pertanian yang tidak efisien, sehingga produktivitasnya rendah.
- Penurunan produktivitas: Peningkatan suhu dan kelangkaan air dapat memperpendek masa pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen secara signifikan.
Masalah kesehatan dan sosial
sunting- Pandemi dan penyakit: Pandemi, seperti COVID-19, dapat menyebabkan gangguan rantai pasokan, hilangnya mata pencaharian, dan berkurangnya pendapatan, yang pada akhirnya memengaruhi akses masyarakat terhadap pangan.
- Pemborosan makanan: Jumlah pemborosan makanan yang signifikan di seluruh dunia turut memperburuk masalah ketersediaan pangan.
- Pertumbuhan populasi: Peningkatan populasi global meningkatkan permintaan akan pangan, yang jika tidak diimbangi dengan peningkatan produksi, dapat menyebabkan kelangkaan.
Bencana kelaparan di Dunia yang pernah dan sedang terjadi
sunting- Bencana kelaparan di Gaza (hingga hari ini)
- Bencana kelaparan Sudan Selatan 2017
- Bencana kelaparan Afrika Timur 2011-2012
- Bencana kelaparan di Etiopia 1983โ1985
- Bencana kelaparan besar Tiongkok 1958-1962
- Bencana kelaparan Soviet 1946โ1947
- Bencana kelaparan Vietnam 1944-1945
- Bencana kelaparan di Henan, Tiongkok 1942โ1943
- Bencana Kelaparan Besar (Yunani) 1941-1944
- Bencana kelaparan Kazakhstan 1932โ1933
- Bencana kelaparan Soviet 1932โ1933
- Bencana kelaparan Rusia 1921-1922
- Bencana kelaparan 1921โ1922 di Tatarstan
- Bencana kelaparan Kazakhstan tahun 1919โ1922
- Bencana Kelaparan Besar Gunung Lebanon 1915-1918
- Bencana kelaparan Tsar 1891โ1892
- Bencana Kelaparan Tiongkok Utara 1876โ1879
- Bencana kelaparan di India abad 1876-1878
- Kelaparan di Finlandia dan Swedia 1866โ1868
- Bencana Kelaparan di Irlandia 1845โ1852
- Bencana kelaparan Rusia 1601โ1603
- Bencana Kelaparan Besar 1315โ1317
Lihat juga
suntingReferensi
sunting- ^ "South Sudan declares famine in Unity State". BBC News. 20 February 2017. Diakses tanggal 20 February 2017.
- ^ "What is food security? | World Food Programme". www.wfp.org (dalam bahasa Inggris). 2025-07-07. Diakses tanggal 2025-09-20.
- ^ "Mengenal Ketahanan Pangan dan Tantangan yang dihadapi Indonesia". Sampoerna Foundation. Diakses tanggal 2025-09-20.
- ^ "Dunia Dibayangi Krisis Pangan, Apa Itu Krisis Pangan dan Sebabnya". Tempo. 23 Juni 2022 | 18.13 WIB. Diakses tanggal 2025-09-20.
- ^ Natalia, Tasya. "3 Tahun Perang Rusia-Ukraina, Harga Beras - Minyak Goreng Melambung!". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-09-20.
- ^ Kompasiana.com (2024-12-18). "Ketahanan pangan Nasional: Strategi menghadapi ancaman krisis pangan". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-09-20.
- ^ "Krisis Pangan: Pengertian, Penyebab, dan Cara Pemerintah Mengatasinya". kumparan. Diakses tanggal 2025-09-20.
Pranala luar
sunting- 1980s Drought and Subsequent Food Crisis from the Dean Peter Krogh Foreign Affairs Digital Archives
- Morning Star Fishermen Diarsipkan 2017-10-19 di Wayback Machine. And The Race Against Hunger
- United Nations World Food Programme Hunger relief against poverty and famine
- International Food Policy Research Institute Sustainable solutions for ending hunger
- Article Diarsipkan 2012-03-02 di Wayback Machine. from Technorati on the Issue of Shrinking Arable Farmland and its Contribution to Food shortages and high food prices
- In Depth: Africa's Food Crisis, BBC News
- Fighting Hunger and poverty in Ethiopia (Geopolicity)PDFย (1.48ย MiB) (Peter Middlebrook)
- Overfarming African Land Is Worsening Hunger Crisis - New York Times
- Food Security: A Review of Literature from Ethiopia to India (Geopolicity) Diarsipkan 2008-12-22 di Archive.is
- Famine Crimes in International Law Diarsipkan 2008-08-17 di Wayback Machine.. David Marcus, The American Journal of International Law, 2003.
- The Real Causes of Famine - Time Magazine Diarsipkan 2012-09-12 di Wayback Machine.
Sumber dan bacaan lainnya
sunting- Asimov, Isaac, Asimov's New Guide to Science, pp.ย 152โ153, Basic Books, Inc.: 1984.
- Bhatia, B.M. (1985) Famines in India: A study in Some Aspects of the Economic History of India with Special Reference to Food Problem, Delhi: Konark Publishers Pvt. Ltd.
- Chaudhari, B. B (1984). Desai, Meghnad; Rudolph, Susanne Hoeber; Rudra, Ashok (ed.). Agrarian power and agricultural productivity in South Asia. Vol.ย 1. University of California Press. ISBNย 978-0-520-05369-4. Diakses tanggal October 1, 2010 Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
- Davis, Mike, Late Victorian Holocausts: El Niรฑo Famines and the Making of the Third World, London, Verso, 2002 (Excerpt online.)
- Dutt, Romesh C. Open Letters to Lord Curzon on Famines and Land Assessments in India, first published 1900, 2005 edition by Adamant Media Corporation, Elibron Classics Series, ISBN 1-4021-5115-2.
- Dutt, Romesh C. The Economic History of India under early British Rule, first published 1902, 2001 edition by Routledge, ISBN 0-415-24493-5
- Encyclopaedia Britannica (2010). "Food-availability decline". Diakses tanggal October 1, 2010 Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
- Ganson, Nicholas, The Soviet Famine of 1946-47 in Global and Historical Perspective. New York: Palgrave Macmillan, 2009. (ISBN 0-230-61333-0)
- Genady Golubev and Nikolai Dronin, Geography of Droughts and Food Problems in Russia (1900โ2000), Report of the International Project on Global Environmental Change and Its Threat to Food and Water Security in Russia (February, 2004).
- Greenough, Paul R., Prosperity and Misery in Modern Bengal. The Famine of 1943-1944, Oxford University Press 1982
- Harrison, G. Ainsworth.,Famine, Oxford University Press, 1988.
- LeBlanc, Steven, Constant battles: the myth of the peaceful, noble savage, St. Martin's Press (2003) argues that recurring famines have been the major cause of warfare since paleolithic times. ISBN 0-312-31089-7
- Lassa, Jonatan., "Famine, drought, malnutrition: Defining and fighting hunger." http://www.thejakartapost.com/news/2006/07/03/famine-drought-malnutrition-defining-and-fighting-hunger.html Diarsipkan 2009-02-16 di Wayback Machine.. 3 July 2006.
- Middlebrook, Peter, When the Public Works: Generating Employment and Social Protection in Ethiopia, Lambert Academic Publishing. 2009. ISBN 978-3-8383-0672-8
- Li, Lillian M. Fighting Famine in North China: State, Market, and Environmental Decline, 1690s-1990s (Stanford, CA: Stanford University Press), 2007 ISBN 978-0-8047-5304-3.
- Massing, Michael (2003). "Does Democracy Avert Famine?". The New York Times. Diakses tanggal September 27, 2010 Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
- Mead, Margaret. โThe Changing Significance of Food.โ American Scientist. (MarchโApril 1970). pp.ย 176โ189.
- Ray, James Arthur; Sivertsen, Linda (2008). Harmonic Wealth: The Secret of Attracting the Life You Want. Hyperion. ISBNย 978-1-4013-2264-9 Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
- Moon, William. "Origins of the Great North Korean Famine." North Korean Review [1] Diarsipkan 2012-07-12 di Archive.is
- Sen, Amartya, Poverty and Famines: An Essay on Entitlements and Deprivation, Oxford, Clarendon Press, 1982 via Questia via Oxford Press
- Shipton, Parker (1990). "African Famines and Food Security: Anthropological Perspectives". Annual Review of Anthropology. 19: 353โ394. doi:10.1146/annurev.an.19.100190.002033.[pranala nonaktif permanen]
- Srivastava, H.C., The History of Indian Famines from 1858โ1918, Sri Ram Mehra and Co., Agra, 1968.
- Sommerville, Keith. Why famine stalks Africa, BBC, 2001
- Webb, Patrick. Famine. In Griffiths, M (ed.). Encyclopaedia of International Relations and Global Politics. London: Routledge, 2005, pp.ย 270โ72.
- Woo-Cumings, Meredith, The Political Ecology of Famine: The North Korean Catastrophe and Its LessonsPDFย (807ย KiB), ADB Institute Research Paper 31, January 2002.
