Dari atas-kiri ke bawah-kanan: korban anak-anak kelaparan di Rusia (1921-22), Belanda (1944-45), India (1943-44), dan Nigeria (1967-70)

Bencana kelaparan (bahasa Inggris: famine) adalah sebuah bencana besar yang dikarenakan kurangnya bahan pangan di suatu wilayah. Dampaknya tersebar luas, dan kerusakan yang disebabkan oleh bencana kelaparan bisa bertahan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Sering kali kelaparan juga disebabkan oleh bencana alam lain, seperti gempa atau tsunami yang menghancurkan seluruh wilayah, dan menyebabkan eksodus massal. Kematian karena kelaparan dan kekurangan gizi sangat menyakitkan, dan sering terjadi pada balita maupun lansia.

Definisi

sunting

Menurut kriteria kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, bahkan jika ada kekurangan pangan dengan sejumlah besar orang yang kekurangan gizi, kelaparan dinyatakan hanya jika tindakan tertentu mengenai angka kematian, malnutrisi dan kelaparan terpenuhi. Kriterianya sebagai berikut:

  • Sedikitnya 20% rumah tangga di daerah itu menghadapi kekurangan makanan ekstrem dengan kemampuan terbatas untuk mengatasinya
  • Prevalensi malnutrisi akut pada anak-anak melebihi 30%
  • Angka kematian melebihi dua orang per 10.000 orang per hari

Pernyataan kelaparan tersebut tidak membawa kewajiban yang mengikat pada PBB atau negara-negara anggota, namun berfungsi untuk memusatkan perhatian global pada masalah tersebut.[1]

Faktor penyebab

sunting

Faktor penyebab krisis pangan sangat kompleks dan saling berkaitan, mencakup masalah lingkungan, ekonomi, sosial, dan politik. Krisis ini terjadi ketika ketersediaan pangan tidak mampu memenuhi permintaan atau harganya menjadi tidak terjangkau bagi sebagian besar masyarakat.[2][3][4][5][6][7]

Berikut adalah faktor-faktor utama penyebab krisis pangan diantaranya:

Perubahan iklim dan cuaca ekstrem

sunting
  • Pergeseran musim: Pola musim yang tidak menentu, seperti pergeseran musim tanam dan musim panen, menyulitkan petani untuk merencanakan produksi pertanian.
  • Bencana alam: Kekeringan, banjir, gelombang panas, dan badai dapat merusak lahan pertanian, menyebabkan gagal panen, dan mengganggu rantai pasokan.
  • Degradasi lingkungan: Peningkatan suhu dan perubahan pola curah hujan menyebabkan degradasi tanah, kelangkaan air, dan peningkatan hama serta penyakit tanaman.

Konflik dan ketidakstabilan politik

sunting
  • Gangguan rantai pasokan: Konflik militer, seperti perang antara Rusia dan Ukraina, dapat memblokade jalur ekspor dan mengganggu pasokan komoditas pangan global seperti gandum, jagung, dan pupuk.
  • Perpindahan penduduk: Jutaan orang yang mengungsi akibat konflik kehilangan akses ke sumber daya pertanian dan pekerjaan, meningkatkan kerawanan pangan.
  • Ketidakstabilan pemerintahan: Ketidakstabilan politik dan pemerintahan yang tidak efektif dapat menghambat pelaksanaan kebijakan ketahanan pangan.

Masalah ekonomi

sunting
  • Harga pangan yang tinggi: Lonjakan harga pangan dan bahan baku pertanian, seperti pupuk dan bahan bakar, membuat makanan sulit dijangkau, terutama bagi masyarakat miskin.
  • Inflasi dan guncangan ekonomi: Inflasi yang tinggi dan resesi ekonomi mengurangi daya beli masyarakat dan kemampuan keluarga untuk membeli makanan.
  • Kemiskinan dan ketimpangan: Kemiskinan adalah pemicu utama kerawanan pangan karena masyarakat miskin tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk membeli makanan yang bergizi.
  • Rantai distribusi yang panjang: Kurangnya infrastruktur dan rantai distribusi yang panjang dapat menyebabkan biaya logistik yang tinggi, memperlambat pengiriman, dan meningkatkan harga pangan.

Masalah pertanian dan produksi

sunting
  • Alih fungsi lahan: Berkurangnya lahan pertanian produktif akibat konversi menjadi area perumahan atau industri mengancam produksi pangan nasional.
  • Keterbatasan teknologi: Petani di negara berkembang terkadang masih menggunakan teknologi pertanian yang tidak efisien, sehingga produktivitasnya rendah.
  • Penurunan produktivitas: Peningkatan suhu dan kelangkaan air dapat memperpendek masa pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen secara signifikan.

Masalah kesehatan dan sosial

sunting
  • Pandemi dan penyakit: Pandemi, seperti COVID-19, dapat menyebabkan gangguan rantai pasokan, hilangnya mata pencaharian, dan berkurangnya pendapatan, yang pada akhirnya memengaruhi akses masyarakat terhadap pangan.
  • Pemborosan makanan: Jumlah pemborosan makanan yang signifikan di seluruh dunia turut memperburuk masalah ketersediaan pangan.
  • Pertumbuhan populasi: Peningkatan populasi global meningkatkan permintaan akan pangan, yang jika tidak diimbangi dengan peningkatan produksi, dapat menyebabkan kelangkaan.

Bencana kelaparan di Dunia yang pernah dan sedang terjadi

sunting

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "South Sudan declares famine in Unity State". BBC News. 20 February 2017. Diakses tanggal 20 February 2017.
  2. ^ "What is food security? | World Food Programme". www.wfp.org (dalam bahasa Inggris). 2025-07-07. Diakses tanggal 2025-09-20.
  3. ^ "Mengenal Ketahanan Pangan dan Tantangan yang dihadapi Indonesia". Sampoerna Foundation. Diakses tanggal 2025-09-20.
  4. ^ "Dunia Dibayangi Krisis Pangan, Apa Itu Krisis Pangan dan Sebabnya". Tempo. 23 Juni 2022 | 18.13 WIB. Diakses tanggal 2025-09-20.
  5. ^ Natalia, Tasya. "3 Tahun Perang Rusia-Ukraina, Harga Beras - Minyak Goreng Melambung!". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-09-20.
  6. ^ Kompasiana.com (2024-12-18). "Ketahanan pangan Nasional: Strategi menghadapi ancaman krisis pangan". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-09-20.
  7. ^ "Krisis Pangan: Pengertian, Penyebab, dan Cara Pemerintah Mengatasinya". kumparan. Diakses tanggal 2025-09-20.

Pranala luar

sunting

Sumber dan bacaan lainnya

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Bencana kelaparan di Etiopia 1983โ€“1985

Kelaparan di Etiopia 1983-1985 adalah bencana kelaparan yang terjadi di Etiopia dari tahun 1983 hingga 1985. Bencana ini merupakan bencana kelaparan terparah

Bencana kelaparan besar 1876โ€“78

Bencana kelaparan besar 1876โ€“78 (juga bencana kelaparan India Selatan 1876โ€“78 atau bencana kelaparan Madras 1877) adalah sebuah bencana kelaparan di India

Bencana kelaparan 1921โ€“22 di Tatarstan

Bencana kelaparan 1921โ€“1922 di Tatarstan adalah sebuah periode kelaparan massal dan kekeringan yang terjadi di Republik Sosialis Soviet Otonom Tatar sebagai

Bencana kelaparan Kazakhstan tahun 1919โ€“1922

Bencana kelaparan Kazakhstan tahun 1919โ€“1922, sering juga disebut Bencana kelaparan Turkestan tahun 1919โ€“1922, adalah periode kelaparan massal dan kekeringan

Bencana kelaparan besar Tiongkok

Bencana kelaparan besar Tiongkok terjadi di Republik Rakyat Tiongkok pada 1958โ€“1962. Bencana kelaparan ini disebabkan oleh pemimpin komunis yang berupaya

Bencana kelaparan Kazakhstan 1932โ€“1933

Bencana kelaparan Kazakhstan 1930โ€“1933, dikenal di Kazakhstan sebagai Genosida Goloshchekin (bahasa Kazakh: Goloshekฤฑndik genotsฤฑdcode: kk is deprecated

Bencana kelaparan Soviet 1932โ€“33

Bencana kelaparan Soviet 1932โ€“33 adalah sebuah bencana kelaparan besar yang menewaskan jutaan orang di wilayah penghasil bahan pokok utama di Uni Soviet

Bencana kelaparan Rusia 1921

Bencana kelaparan Rusia 1921, juga dikenal dengan sebutan bencana kelaparan Povolzhye, adalah sebuah bencana kelaparan yang terjadi di Bolshevik Rusia