Benteng Vastenburg
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Benteng Vastenburg di Surakarta
Cagar budaya Indonesia
PeringkatNasional
KategoriBangunan
No. RegnasCB.1534
Lokasi
keberadaan
Surakarta, Jawa Tengah
No. SK
  • SK Menteri No.PM.57/PW.007/MKP/2010
  • SK Wali kota No.646/1-R/1/2013
  • SK Menteri No.111/M/2018
Tanggal SK
  • 22 Juni 2010
  • 3 Mei 2013
  • 30 April 2018
PemilikKementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Surakarta
PengelolaDinas Tata Ruang Kota Surakarta dan BPCB Jawa Tengah
Koordinat7°34′19″S 110°49′43″E / 7.5719244°S 110.8285271°E / -7.5719244; 110.8285271
Benteng Vastenburg di Jawa Tengah
Benteng Vastenburg
Lokasi Benteng Vastenburg di Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah

Benteng Vastenburg (bahasa Jawa: ꦧꦺꦠꦺꦁꦥ꦳ꦱ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦧꦼꦂꦒ꧀, translit. Béténg Vastenburg) adalah benteng peninggalan Belanda yang terletak di Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Benteng ini dibangun tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Gustaaf Willem van Imhoff. Sebagai bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta, khususnya terhadap keraton Surakarta, benteng ini dibangun, sekaligus sebagai pusat garnisun. Di seberangnya terletak kediaman gubernur Belanda (sekarang kantor Balai Kota Surakarta) di kawasan Gladak.

Benteng ini terletak di timur laut Keraton Surakarta Hadiningrat. Bentuk tembok benteng berupa bujur sangkar yang ujung-ujungnya terdapat penonjolan ruang yang disebut selekoh (bastion). Terdapat dua pintu masuk ke dalam benteng: pintu barat (pintu utama) dan pintu timur. Di sekeliling tembok benteng terdapat parit yang berfungsi sebagai perlindungan dengan jembatan di pintu depan dan belakang. Bangunan terdiri dari beberapa barak yang terpisah dengan fungsi masing-masing dalam militer. Di tengahnya terdapat lahan terbuka untuk persiapan pasukan atau apel bendera. Namun bangunan di dalam benteng telah diratakan dengan tanah, kini yang tersisa tinggal tembok benteng.

Sejarah

sunting

Sumber Belanda menyebutkan benteng ini dibangun pada tahun 1755-1779 dan pernah diperbaiki tahun 1832 (Bleeker, 1850, I: 403), tetapi sumber Inggris menyebutkan bahwa benteng ini didirikan oleh Frans Haak tahun 1746 dan selesai tahun 1765 (Campbell, 1815, I: 511).[1] Dua versi ini disebabkan karena catatan awal menamakan benteng tersebut Grootmoedigheid (kemurahan hati). Sumber Belanda membedakan kedua benteng tersebut, bahwa Grootmoedigheid merupakan lokasi yang berbeda dengan Vastenburg, sementara sumber Inggris menyamakan keduanya.

Setelah kemerdekaan, benteng ini digunakan sebagai markas TNI untuk mempertahankan kemerdekaan. Pada masa 1970-1980-an bangunan ini digunakan sebagai tempat pelatihan keprajuritan dan pusat Brigade Infanteri 6 Kostrad untuk wilayah Keresidenan Surakarta dan sekitarnya.

Setelah lama tidak terpakai sejak 1980-an, benteng ini penuh semak belukar dan tak terawat. Sejak kepemimpinan Joko Widodo, perubahan dan restorasi mulai terlihat. Pada tahun 2014, restorasi terhadap Benteng Vastenburg sangat terlihat dari cat yang mengelupas dicat ulang dengan warna putih.

Galeri

sunting

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting
  1. ^ Novida Abbas, Beberapa Benteng Belanda di Jawa Tengah, Bab IV hal. 35

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kota Surakarta

(dibangun 1745) dan Pura Mangkunagaran (dibangun 1757), terdapat pula Benteng Vastenburg peninggalan Belanda, dan Loji Gandrung yang saat ini digunakan sebagai

Pasar Kliwon, Surakarta

Keraton Surakarta Benteng Vastenburg Masjid Agung Surakarta Balai Kota Surakarta Masjid Jami' Assegaf Pasar Klewer Benteng Vastenburg Gereja Katolik Santo

Tuntas Subagyo

anggota. Rute karnaval tersebut berawal dari Taman Sriwedari menuju Benteng Vastenburg. Pada Pemilihan umum Wali Kota Surakarta 2020, muncul anggapan bahwa

Arsitektur dan peninggalan sejarah di Surakarta

Surakarta terdapat pula bekas peninggalan kolonial Belanda yaitu Benteng Vastenburg yang dulu digunakan sebagai pusat pengawasan kolonial Belanda untuk

Pakubuwana IV

Sunan juga sering menghadiri berbagai upacara Hindu yang diadakan di Benteng Vastenburg. Ia biasa datang sendirian sambil menyamar sebagai rakyat biasa, tetapi

Frans Haak

benteng ini diberi nama Benteng Rustenberg atau Benteng Peristirahatan. Frans Haak juga dikenal sebagai insinyur yang membangun Benteng Vastenburg di

Keraton Surakarta Hadiningrat

berfungsi sebagai tempat untuk mengawasi tentara Belanda yang ada di Benteng Vastenburg. Selain itu, bangunan ini memiliki fungsi spiritual yaitu sebagai

Kesunanan Surakarta Hadiningrat

Keraton Surakarta (2) Daerah sekitar keraton, yaitu area bagian dalam tembok benteng Baluwarti serta kawasan sekitar Tugu Pamandengan dan Gapura Gladag di sebelah