Keadilan
Poster rilis di bioskop
Sutradara
Produser
  • Rini Atmodjo
  • Kim Dong-wook
  • Joung Ji Hyun
  • Jung Tae-Sun
  • Kim Jung-ho
  • Jung Tae-Sun
  • Lee Jae-Hyun
Ditulis olehLee Chang-hee
Pemeran
Penata musikKoo Bon-chun
Sinematografer
  • Park Kyung-Kun
  • Guntur Arief Saputra
EditorKim Woo-il
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
  • 20 Oktober 2025ย (2025-10-20) (Indonesia)
  • 25 Februari 2026ย (2026-02-25) (Korea Selatan)
Durasi100 menit
Negara
  • Korea Selatan
  • Indonesia
BahasaIndonesia

Keadilan (Inggris: The Verdict) adalah film hukum triler Indonesia Korea Selatan tahun 2025 yang disutradarai oleh Lee Chang-hee bersama Yusron Fuadi, dari skenario yang ditulis Lee, berdasarkan cerita karya tulisan Yoon Hyun-ho. Film ini dibintangi oleh Reza Rahardian, Rio Dewanto, Niken Anjani, Elang El Gibran dan Dian Nitami. Ceritanya tentang seorang satpam pengadilan yang harus menjalani sebuah kasus persidangan melawan seorang pengacara handal.

Film ini ditayangkan di bioskop Indonesia pada 20 November 2025, dan di bioskop Korea Selatan pada 25 Februari 2026, serta di Netflix pada 26 Maret 2026.[1][2]

Plot

sunting

Raka adalah seorang petugas keamanan pengadilan yang idealis dan jujur. Ia memiliki istri bernama Nina, yang sedang berjuang untuk lulus ujian advokat. Di tengah perjuangan tersebut, pasangan ini juga tengah menantikan kelahiran anak pertama mereka. Dalam pekerjaannya, Raka seringkali menyaksikan bagaimana hukum dimanipulasi oleh kekuasaan dan uang.

Suatu hari, ia bertugas mengawal persidangan Sadam, seorang anak laki-laki yang menjadi terdakwa dalam kasus penyerangan. Sadam dibela oleh Timo, seorang pengacara andal. Dengan dalih bahwa Sadam mengidap skizofrenia, Timo berhasil meyakinkan hakim untuk membebaskannya dari seluruh dakwaan. Putusan itu memicu kemarahan ibu korban. Seusai sidang, ia mencoba untuk menyerang Timo dan keluarga Sadam. Raka yang menyaksikan kejadian tersebut segera bertindak untuk menghentikannya. Sebagai bentuk terima kasih, ayah Sadam menghadiahinya voucer makan di restoran mewah miliknya. Pada hari yang sama, Nina akhirnya dinyatakan lulus ujian advokat setelah tiga kali gagal dalam percobaan sebelumnya. Untuk merayakan kabar bahagia itu, Raka mengajak Nina makan malam di restoran mewah milik ayah Sadam. Makan malam mereka awalnya berlangsung dengan menyenangkan. Namun, suasana berubah ketika Nina mengetahui bahwa mereka dapat makan di restoran tersebut berkat voucer pemberian ayah Sadam, sosok yang memanfaatkan kekuasaan dan uang untuk memengaruhi jalannya persidangan. Nina marah kepada Raka dan memilih meninggalkan meja.

Di tengah pertengkaran itu, Nina pergi ke kamar mandi. Pada saat yang sama, Sadam sedang merayakan kebebasannya di klub malam yang berada di sebelah restoran. Salah seorang temannya, Dika Akbar, datang dan mengejek Sadam terkait putusan pengadilan. Tidak terima, Sadam membalas dengan menyebut Dika sebagai orang yang hanya pandai berteori. Tersinggung, Dika meninggalkan klub. Dalam perjalanan, Dika tidak sengaja bertabrakan dengan Nina yang sedang menuju kamar mandi. Meski Nina telah meminta maaf, Dika yang sudah diliputi emosi mengabaikannya. Ia diam-diam mengikuti Nina ke kamar mandi sambil membawa hiasan kaca, lalu menempatkan papan bertuliskan โ€œSedang dalam Pemeliharaanโ€ di depan pintu toilet. Sesaat setelah Nina masuk, Dika memukul kepalanya dan menusuk perutnya dengan pecahan kaca. Setelah itu, ia bersembunyi di salah satu bilik toilet. Karena Nina tak kunjung kembali, Raka memutuskan memeriksa ke toilet wanita. Di sana, ia mendapati Nina tergeletak bersimbah darah. Pada saat yang sama, Dika keluar dari persembunyiannya dan melarikan diri menuju area parkir. Raka meminta salah seorang pelayan restoran (Gilang) untuk menelepon ambulans, lalu mengejar Dika. Ia berhasil menangkap dan menghajarnya sebelum polisi datang. Nina segera dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, Dika ditangkap oleh pihak kepolisian. Dika segera menyewa Timo sebagai pengacaranya. Sebagai imbalan, ayah Dika, Bimo, menjanjikan sebuah gedung perkantoran kepada Timo jika ia berhasil membebaskan putranya dari segala tuduhan. Persidangan pun berlangsung dengan menghadirkan sejumlah saksi. Namun, tidak ada bukti kuat yang mampu memberatkan posisi Dika sebagai terdakwa. Bahkan, kesaksian Gilang dan Raka berhasil diputarbalikkan oleh Timo hingga kecurigaan justru mulai mengarah kepada Raka. Di balik persidangan, terungkap bahwa jaksa penuntut umum yang menangani kasus tersebut ternyata bersekongkol dengan Bimo dan Timo. Menyadari bahwa ia tidak mungkin memperoleh keadilan melalui proses hukum yang sedang berjalan, Raka meminta bantuan adik perempuannya (Wati) untuk membantunya mengumpulkan bukti-bukti baru, terutama melacak keberadaan Gilang, kunci dalam kasus pembunuhan itu, yang melarikan diri ke Semarang.

Pada hari pembacaan putusan, Raka menyandera ruang sidang dengan senjata dan menuntut agar persidangan diulang serta disiarkan secara langsung melalui Youtube agar dapat disaksikan masyarakat luas. Polisi sempat berupaya menghentikan aksinya, tetapi terpaksa mundur setelah Raka mengancam akan meledakkan bom jika ada yang mengganggu jalannya sidang. Setelah hakim menyetujui tuntutannya, Raka membebaskan sebagian besar sandera yang berada di ruang sidang. Persidangan ulang pun dimulai, dan Dika diminta memberikan kesaksian. Dalam keterangannya, Dika mengaku bahwa pada malam kejadian ia masuk ke toilet wanita dalam keadaan mabuk. Di sana, ia mengaku melihat Raka yang sedang bertengkar dengan Nina, lalu menyaksikan Raka menusuk istrinya sendiri.

Tidak lama kemudian, seorang penembak jitu melepaskan tembakan yang mengenai bahu Raka. Menyikapi insiden tersebut, hakim memerintahkan pihak kepolisian untuk menghentikan tindakan serupa dan menegaskan bahwa setiap upaya yang mengganggu jalannya persidangan akan dianggap sebagai bentuk upaya menghalangi persidangan. Persidangan pun dilanjutkan. Raka memutar rekaman yang memperlihatkan pertemuan antara Timo dan Bono, serta menghadirkan Sadam sebagai saksi. Namun, kedua bukti tersebut berhasil dipatahkan oleh Timo dan dinilai belum cukup kuat untuk mempengaruhi keputusan persidangan. Saat Raka kehabisan cara untuk membuktikan kebenaran, ia menerima pesan dari Wati yang mengabarkan bahwa Gilang telah ditemukan di Semarang. Gilang kemudian diizinkan memberikan kesaksian secara daring. Dalam kesaksiannya, ia menunjukkan rekaman CCTV yang menjadi bukti kuat dan membuktikan bahwa keterangan Dika sebelumnya adalah kebohongan. Setelah kebenaran terungkap, Raka menyerahkan diri dan ditahan oleh polisi. Pengadilan kemudian menjatuhkan hukuman 25 tahun penjara kepada Dika atas pembunuhan Nina. Timo dan Burhan juga dijatuhi hukuman berat atas pelanggaran etika dan praktik hukum, sedangkan Bono menerima hukuman atas upayanya menghilangkan barang bukti.

Beberapa waktu kemudian, Raka dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas tindakan penyanderaan yang dilakukannya. Saat meninggalkan ruang sidang, ia melihat bayangan Nina yang tersenyum dan berkata, โ€œHasil ujianku sudah keluar. Kita menang.โ€

Pemeran

sunting
  • Rio Dewanto sebagai Raka Yanuar, satpam pengadilan yang idealis dan jujur
  • Reza Rahardian sebagai Timo, seorang pengacara handal yang sering membela klien-klien bermasalah dari keluarga kaya
  • Niken Anjani sebagai Nina, istri Raka yang berkeinginan menjadi pengacara
  • Dian Nitami sebagai Hanum, hakim pengadilan yang menangani kasus persidangan pembunuhan Nina
  • Elang El Gibran sebagai Dika Akbar, anak seorang pengusaha kaya
  • Tubagus Ali sebagai Gilang, pelayan restoran
  • Jessica Katharina sebagai Wati, saudara perempuan Raka
  • Burhan Yusuf sebagai Dimas Aditya
  • Bizael Tanasale sebagai Tommy
  • Karina Salim sebagai Ayu Dwi Asari
  • Rafly Altama sebagai Sadam
  • Pascal Azhar sebagai ayah Sadam

Produksi

sunting

Keadilan merupakan hasil kolaborasi industri film Indonesia dan Korea Selatan.[3] Film ini disutradarai bersama oleh dua sutradara beda negara, yaitu sutradara asal Korea Selatan, Lee Chang-hee yang dikenal dari serial dan film Korea seperti A Killer Paradox, dan sutradara asal Indonesia. Yusron Fuadi, yang dikenal menyutradarai film Tengkorak. Para kru film, mulai dari produser, sinematografer, penata musik serta editor didominasi kru dari Korea Selatan, sementara produksi dilakukan di Indonesia dengan menggunakan pemeran-pemeran Indonesia.

Referensi

sunting
  1. ^ "Film Keadilan (The Verdict) Siap Jadi Film Pengadilan Terbaik di Indonesia". MD Pictures. 2025-10-23.
  2. ^ "Portal Kemlu". www.kemlu.go.id. Diakses tanggal 2026-05-10.
  3. ^ Syafriani, Annisaa. "Sinopsis Film Keadilan (The Verdict), Ketika Hukum Berhadapan dengan Amarah". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2026-05-10.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Yuni Shara

Indonesia. Ia adalah kakak kandung dari Krisdayanti. Saat ini bersama dengan Nina Tamam, Iga Mawarni, Rieka Roslan dan Andien, Yuni bergabung kelompok vokal

Indonesian Idol (musim 10)

Rhoma Irama & Soneta Group - "Hello" - (Lionel Richie) Rhoma Irama, Soneta Group, Novia Bachmid - "Kerinduan" Rhoma Irama & Soneta Group - "Seni" Dewa 19

Film porno

di sistem kabel, dan di Internet. Studio berbasis Spanyol, Private Media Group, terdaftar di NASDAQ hingga November 2011. Penyewaan video melonjak dari

Kelompok etnik

Members of the ethnic group see themselves as sharing cultural traditions and history that distinguish them from other groups. Ethnic group identity has a strong

Glenn Fredly

kampanye versi instrumental bagi yang dibawakan bersama perusahaan Wings Surya Group pencipta lagu Erwin Gutawa, Guruh Soekarnoputra, Yok Koeswoyo dan Candra

RCTI

pertama kalinya MNC Group menyiarkan FA Cup melalui RCTI, MNCTV dan iNews saja untuk musim ini 2019โ€“2020 sampai 2021โ€“2022. Pasalnya, MNC Group pernah menyiarkan

Freya Jayawardana

di AKB48 Group LIVE in KL, diadakan di Kuala Lumpur. Acara tersebut juga menjadi momentum bagi JKT48 untuk menjadi saksi debut sister group KLP48. Pada

Stella McCartney

Stella Nina McCartney CBE (lahir 13 September 1971) adalah seorang perancang busana asal Inggris. Dia adalah putri dari penyanyi-penulis lagu Inggris Paul