Penggambaran Bigtan dan Teresh karya Antoine Caron.

Bigtan dan Teresh atau Bigtan dan Teresy adalah dua kasim yang melayani raja Persia Ahasuerus, menurut Kitab Ester. Mordecai berrehat di halaman istana selama sehari dan mendengar dua kasim tersebut yang berrencana untuk membunuh sang raja. Ia memberitahukan sang raja melalui Ester, sehingga rencana tersebut menjadi terbongkar. Ia dihargai oleh sang raja pada masa setelahnya.[1]

Dalam kitab deuterokanonika/apokrifa berjudul Tambahan-tambahan pada Kitab Ester yang berasal dari Septuaginta Yunani, mereka kadang disebut sebagai Gabata dan Tara (Bahasa Yunani Koine: Γαβαθά καὶ Θαρρα). Nama Bigtan juga kadang disebut "Bigtana". Nama tersebut adalah sebuah nama Persia yang artinya "Karunia Allah".[2] Namun dalam beberapa versi Alkitab Katolik tertentu, nama dari sumber Ibrani tetap dipertahankan.

Referensi

sunting
  1. ^ Finding Morality in the Diaspora?: Moral Ambiguity and Transformed Morality in the Books of Esther
  2. ^ David Mandel (1 January 2010). Who's Who in the Jewish Bible. Jewish Publication Society. hlm. 67. ISBN 978-0-8276-1029-3.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kitab Ester

angkat dari Ester, menemukan dua sida-sida, yakni Bigtan dan Teresh, bersekongkol untuk membunuh raja dan segera melaporkannya pada raja, sehingga raja menghukum

Ester (tokoh Alkitab)

padanya dan menjadikannya Ratu. Setelah penobatan Ester, Mordekhai mengendus rencana pembunuhan Raja Ahasyweros yang dirancang oleh Bigtan dan Teresh. Mordekhai

Mordekhai

termasuk salah satu anak-anak dara itu dan kemudian terpilih menjadi ratu. Di sana ia mengetahui Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk

Tambahan-tambahan pada Kitab Ester

dilihat oleh Mordekhai (Ester A:1–11). Perulangan narasi persekongkolan Bigtan dan Teresh dengan perubahan (Ester A:12–17). Isi surat yang dibuat oleh Haman