Bahasa Ternate
BPS: 0791 4
بهاس ترناتي
Dituturkan diIndonesia
WilayahMaluku utara
Penutur
(42.000 per 1981)[1]
B2: 20.000 (1981)
Latin (Alfabet bahasa Indonesia)
Jawi (Arab-Melayu)[2][3][4]
Kode bahasa
ISO 639-3tft
Glottologtern1247[5]
IETFtft
ELPTernate
BPS (2010)0791 4
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL EthnologueC6b Threatened
Bahasa Ternate dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [6]
Lokasi penuturan
Peta ini menggunakan properti koordinat yang mewajibkan Anda untuk mengaktifkan JavaScript maupun Scribunto eksternal. Titik mungkin saja tidak tertampil di peramban Anda maupun saat Anda menekan gambar ini.
Kisaran lokasi Ternate dituturkan
Kisaran lokasi Ternate dituturkan
Lokasi penuturan
Kisaran lokasi Ternate dituturkan
Kisaran lokasi Ternate dituturkan
Lokasi penuturan
Peta
Peta
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 0°46′59.999″N 127°22′0.001″E / 0.78333306°N 127.36666694°E / 0.78333306; 127.36666694 Sunting di Wikidata
 Portal Bahasa
L • B • PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

Bahasa Ternate adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Ternate di pulau Ternate beserta wilayah di sekitarannya, termasuk Halmahera, Hiri, Obi, Kayoa, dan Bacan.[7][8] Secara sejarah, bahasa Ternate telah menjadi bahasa utama Kesultanan Ternate, yang terkenal karena perannya dalam perdagangan rempah-rempah serta sebagai basantara di Maluku Utara. Bahasa Ternate termasuk dalam rumpun bahasa Halmahera Utara.[9][10][11]

Berbeda dengan bahasa Melayu Maluku Utara, yang merupakan kreol berbasis Melayu lokal yang banyak dipengaruhi oleh bahasa ini, bahasa Ternate berfungsi sebagai bahasa pertama suku Ternate, terutama di daerah pedesaan, sedangkan bahasa Melayu Maluku Utara digunakan sebagai sarana komunikasi antaretnis dan perdagangan, khususnya di bagian perkotaan.[12][13] Kini, peran bahasa Ternate sebagai basantara telah digantikan oleh bahasa Melayu Maluku Utara.[14][15] Sehingga bahasa Ternate lebih umum digunakan oleh orang Ternate.[7] Meskipun orang Ternate tersebar hampir di seluruh Indonesia bagian timur,[9] tidak diketahui berapa banyak yang masih mampu menuturkan bahasa tersebut secara keseluruhan.[7] Dalam bahasa Indonesia, bahasa ini disebut sebagai bahasa Ternate; tetapi, istilah bahasa Ternate asli terkadang digunakan untuk membedakan bahasa tersebut dengan bahasa Melayu Maluku Utara.[12]

Pengaruh dari bahasa Ternate terdapat dalam banyak bahasa-bahasa di Indonesia bagian timur, terutama bahasa yang digunakan di Sulawesi bagian tengah dan utara.[16] Bahasa tersebut juga berpengaruh besar pada banyak bahasa Melayu Indonesia Timur dari segi kosakata dan tata bahasa.[17][18]

Catatan tertulis

sunting

Bahasa Ternate telah ditulis dengan abjad Jawi (yaitu variasi dari abjad Arab) sejak abad ke-15, sedangkan alfabet Latin digunakan dalam penulisan modern.[2][19] Bahasa Ternate dan Tidore terkenal sebagai satu-satunya bahasa asli non-Austronesia di wilayah tersebut yang telah membentuk tradisi sastra sebelum adanya kedatangan para bangsa Eropa.[20][21] Bahasa lain di wilayah Halmahera Utara yang tidak ditulis hingga kedatangan misionaris Kristen, mendapat pengaruh leksikal yang signifikan dari bahasa Ternate.[22]

Klasifikasi

sunting

Bahasa Ternate merupakan anggota dari rumpun bahasa Halmahera Utara,[11] yang merupakan cabang dari Rumpun bahasa Papua Barat.[23] Bahasa ini memiliki hubungan yang dekat dengan bahasa Tidore. Perbedaan antara bahasa Ternate dengan bahasa Tidore tampaknya lebih didasarkan pada faktor sosial politik dibandingkan dengan perbedaan bahasa.[24][25] Dikarenakan kedua bahasa tersebut sangatlah mirip, beberapa ahli bahasa menganggap bahwa bahasa Ternate dan bahasa Tidore merupakan dialek dari satu bahasa, yaitu bahasa "Ternate-Tidore".[26][19][27]

Fonologi

sunting

Seperti halnya dengan bahasa Halmahera Utara lainnya, bahasa Ternate bukanlah bahasa bernada.

Konsonan

sunting
Konsonan bahasa Ternate
Dwibibir Rongga gigi Pasca rongga-gigi Langit-langit Langit-langit belakang Celah suara
Sengau m n ɲ ŋ
Letup nirsuara p t k ʔ
bersuara b d ɡ
Gesek nirsuara
bersuara
Geser nirsuara f s h
Hampiran tengah w j
sisi l
Kepakan ɾ


Vokal

sunting
Vokal bahasa Ternate
Depan Madya Belakang
Tertutup i u
Tengah
Terbuka ä

Kosakata

sunting

Angka

sunting
  • Rimoi: Satu
  • Romdidi: Dua
  • Ra'ange: Tiga
  • Raha: Empat
  • Romtoha: Lima
  • Rara: Enam
  • Tomdi: Tujuh
  • Tufkange: Delapan
  • Sio: Sembilan
  • Nyagimoi: Sepuluh
  • Ratumoi: Seratus
  • Calamoi: Seribu
  • Caladidi: Dua Ribu

Kata ganti orang

sunting
independen pengawal subjek kepunyaan
Umum Formal / Sopan
Orang ke-1 tunggal ngori fangarem, fajaruf [to-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan) [ri-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)
Orang ke-2 tunggal ngana ngoni, jou ngoni [no-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan) [ni-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)
Orang ke-3 tunggal unam, minaf [o-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)m, [mo-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)f, [i-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)nh [i-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)m, [mi-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)f, [ma-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)nh
Orang ke-1 jamak inklusif (dengan kamu) ngone [fo-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan) [na-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan), [nga-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)
Orang ke-1 jamak ekslusif (tanpa kamu) ngomi fangare ngomim, fajaru ngomif, fara ngomi1 [mi-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan) [mi-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan), [mia-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)
Orang ke-2 jamak ngoni [ni-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan) [na-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan), [nia-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)
Orang ke-3 jamak anah, enanh [i-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)h, nh, [yo-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)h, †, [ya-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)nh, † [na-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)h, [nga-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)h, [ma-] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan)nh
  • m - maskulin, f - feminim, h - manusia, nh - selain manusia
  • 1 - untuk yang gendernya bercampur
  • † - arkais

Pertanyaan

sunting
  • koa: apa
  • konga: Apa (menanyakan tentang barang) contoh: Nyao Koga ?: Ikan Apa ?
  • Dokasa: Bagaimana
  • Kasa: Di mana
  • Golokoa: Kenapa, Mengapa
  • Nage: Siapa

Buah

sunting
  • Hena: Pinang
  • Sofo: Buah
  • Bido: Sirih
  • Gosora: Pala
  • Bualawa: Cengkih
  • Gora: Jambu Biji
  • Gawaya: Jambu Air
  • Tapaya: Pepaya
  • Takome: Mengkudu (singkat: Kome)
  • Naka: Nangka
  • Tuada: Cempedak
  • Kastela: Jagung (singkat: Tela)
  • Koi: Pisang

Makhluk hidup

sunting
  • Mancia: Manusia
  • Tusa: Kucing
  • Kaso: Anjing
  • Ngohia: Ular
  • Ngowora: Ular Pithon
  • Nyao: Ikan
  • Bairere: Laba - Laba
  • Koltidi: Cacing
  • Namo: Ayam
  • Bebe: Bebek
  • Bifi: Semut

Bagian tubuh

sunting
  • Dopolo: Kepala
  • Ngau: Telinga
  • Meme: Dahi
  • Lako: Mata
  • Ngun: Hidung
  • Pongo-Pongo: Pipi
  • Cama: Leher
  • Ing: Gigi
  • Aki: Lidah
  • Mada: Mulut
  • Betu: Bibir
  • Oko: Dagu
  • Gia: Tangan
  • Raga-raga: Jari-jari
  • Saha: Telapak
  • Gogo: Bulu
  • Ata: Dada
  • Oru: Perut
  • Pala-pala: Paha
  • Tiro: Vagina
  • Ako/Luje: Penis
  • Gosi: Buah Pelir
  • Hohu: Kaki
  • Buku-buku: Lutut
  • Jiko: Siku
  • Ahi: Kulit
  • Baro-baro: Kelopak Mata
  • Gaba-gaba: Paru-paru
  • Gumuru: Pinggang

Benda

sunting
  • Horofu: Huruf
  • Rapi: Kain Sarung, Selimut
  • Oto: Mobil
  • Brek: Kapal
  • Oti: Perahu kecil
  • Juanga: perahu besar
  • Ake: Air
  • Uku: Api
  • Kulcifi: Kuku
  • Kofia: Songkok
  • Boku: Buku
  • Mari: Batu
  • Dowong: Pasir Pantai
  • Au: Darah
  • Daho-daho: Kipas Angin
  • Fis: Sepeda
  • Kapinda: Sendal
  • Caripu: Sepatu
  • Bolo-bolo: Gasing
  • Beta-beta: Selendang
  • Ali-ali: Cincin
  • Tabadiku: Bambu
  • Jangela: Jendela
  • Ngara: Pintu
  • Lolance: Kelambu
  • Guba: Kain Pintu/Tirai
  • Godu: Sarang Laba-laba
  • Hate: Pohon
  • Beno: Tembok
  • Kore: Angin
  • Piga: Piring

Makanan

sunting
  • Ngogu: Makanan
  • Domaha: Tunggu
  • Gule-gule: Bubur
  • Bira: Nasi/Beras
  • Dabu-dabu: Sambal
  • Gasi: Garam

Lokasi

sunting
  • Kie: Gunung
  • Gam: Kampung

Bangunan

sunting
  • Fala: Rumah
  • Sigi: Masjid

Rasa

sunting
  • Soha: lapar
  • Turifu: Kenyang
  • Sahu: Panas
  • Alo: Dingin
  • Ise: Dengar
  • Hida: Lihat

Kegiatan

sunting
  • Tobo: Berenang
  • Soro: Terbang
  • Sai: Melayang
  • Tum: Menyelam
  • Hotu: Tidur
  • Laba: lari
  • Hodo: Mandi
  • Hau: Memancing
  • Oho: Makan
  • Oke: Minum
  • Sabea: Salat
  • Tagi: Pergi, Berjalan
  • Dola:Cegat,Hadang,Mencegat,Menghadang/adaptasi Manado Language.

Lokasi

sunting
  • Ngolo: Laut
  • Ngoko: Jalan
  • Banga: Hutan
  • Gura: Kebun

Sifat

sunting
  • Lamo: Besar
  • Ici: Kecil
  • Waho: Hancur
  • Woha: Lebar
  • Haso: Berat
  • Dogo: Tambah
  • Bula: Bagi
  • Fufu: Asapi (Ikan Fufu)

Lain-lain

sunting
  • Sema: Ada
  • Bato: Saja
  • Ronga: Nama
  • Ino: Sini
  • Ika: Sana
  • Gena: itu (biasa disingkat ge)
  • Nena: Ini (biasa disingkat ne)
  • Gunaga: Depan/Wajah
  • Dudu: Belakang
  • Butu: Pasar, Tekan
  • Habar: Kabar
  • Habar dokasa?: Apa kabar?
  • Bolo: Atau
  • Oho raim?: Sudah makan?
  • Hang: Belum
  • Lupa: lupa
  • Mongo: Padahal
  • Maha: Nanti
  • Difutu: Besok
  • Modiri: Lusa
  • Gange: Tula
  • Iha: Tubin
  • Kanyingo: Kemarin
  • Kanang: Tadi
  • Doka: Seperti/kayak
  • Tagi kasa?: Pergi kemana?
  • Oho ua?: Tidak makan?

Referensi

sunting
  1. ^ Ternate di Ethnologue (edisi ke-25, 2022) Akses tertutup
  2. ^ a b Frederik Sigismund Alexander de Clercq (1890). Bijdragen tot de kennis der residentie Ternate (dalam bahasa Belanda). E.J. Brill. hlm. 193.
  3. ^ "Ternatan/Tidorese - Dictionary definition of Ternatan/Tidorese" (dalam bahasa Inggris). encyclopedia.com.
  4. ^ Fathurahman, Oman (2015), Filologi Indonesia Teori dan Metode, Jakarta: Prenada Media, hlm. 128, ISBN 978-623-218-153-3, OCLC 1001307264, diakses tanggal 2022-09-07
  5. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Ternate". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
  6. ^ "Bahasa Ternate". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  7. ^ a b c Voorhoeve, C.L. (1988), "The languages of the North Halmaheran stock", Papers in New Guinea linguistics. No. 26, Pacific Linguistics A-76, Canberra: Department of Linguistics, Research School of Pacific Studies, Australian National University, hlm. 181–209, doi:10.15144/PL-A76.181, ISBN 0-85883-370-0, OCLC 220535054
  8. ^ Masinambow, E.K.M. (1972), "Ternatans", dalam Appell, George N. (ed.), Ethnic Groups of Insular Southeast Asia, vol. 1: Indonesia, Andaman Islands, and Madagascar, New Haven: Human Relations Area Files Press, hlm. 120, ISBN 978-0-87536-403-2, OCLC 650009
  9. ^ a b "ТЕРНАТАНЦЫ". Большая российская энциклопедия (dalam bahasa Rusia). Diakses tanggal 2022-11-13.
  10. ^ Brown, Iem (2009), "Maluku Islands and Papua (North Maluku)", dalam Brown, Iem (ed.), The Territories of Indonesia, London–New York: Routledge, hlm. 175–182, doi:10.4324/9780203403013, ISBN 978-1-135-35541-8, OCLC 881430426
  11. ^ a b Lewis, M. Paul (2009). "Ternate - A language of Indonesia (Maluku)". Ethnologue: Languages of the World (Edisi 16th). SIL International.
  12. ^ a b Litamahuputty, Betty (2012). "A description of Ternate Malay". Wacana (dalam bahasa Inggris). 14 (2): 335.
  13. ^ Litamahuputty, Betty (March 10, 2007). "Description of Ternate Malay". Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Jakarta station. Diarsipkan dari asli tanggal June 10, 2007.
  14. ^ Mahdi Ahmad; Sumarlam Sumarlam; Djatmika Djatmika; Sri Marmanto (13 August 2016). "Pemertahanan bahasa Ternate pada masyarakat multilingual". Prasasti: Conference Series: 466–473. doi:10.20961/pras.v0i0.1574 (tidak aktif 31 December 2022). Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per Desember 2022 (link)
  15. ^ Maricar, Farida; Duwila, Ety (2017), "Vitalitas bahasa Ternate di Pulau Ternate", Jurnal Etnohistori: Jurnal Ilmiah Kebudayaan Dan Kesejarahan, 4 (2): 136–151, diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-03
  16. ^ Watuseke, F.S. (1991). "The Ternate Language". Dalam Dutton, Tom (ed.). Papers in Papuan Linguistics No. 1 (PDF). Pacific Linguistics A-73 (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Voorhoeve, Clemens L. Canberra: Department of Linguistics, Research School of Pacific Studies, Australian National University. hlm. 223–244. doi:10.15144/PL-A73.223. ISBN 0-85883-393-X. OCLC 24406501.
  17. ^ Taylor, Paul Michael (1999). "Introduction" (PDF). F.S.A. de Clercq's Ternate: The Residency and its Sultanate (dalam bahasa Inggris) (Edisi Smithsonian Institution Libraries digital). Smithsonian Institution Libraries. hlm. 7.
  18. ^ Allen, Robert B.; Hayami-Allen, Rika (2002). "Orientation in the Spice Islands" (PDF). Papers from the Tenth Annual Meeting of the Southeast Asian Linguistics Society. Arizona State University, Program for Southeast Asian Studies. hlm. 21.
  19. ^ a b Hayami-Allen, Rika (2001). A Descriptive Study of the Language of Ternate, the Northern Moluccas, Indonesia (dalam bahasa Inggris). University of Pittsburgh.
  20. ^ Warnk, Holger (2010). "The coming of Islam and Moluccan-Malay culture to New Guinea c.1500–1920". Indonesia and the Malay World (dalam bahasa Inggris). 38 (110): 109–134. doi:10.1080/13639811003665454. S2CID 162188648.
  21. ^ Taylor, Paul Michael (1988). "From mantra to mataráa: Opacity and transparency in the language of Tobelo magic and medicine (Halmahera Island, Indonesia)". Social Science & Medicine (dalam bahasa Inggris). 27 (5): 430. doi:10.1016/0277-9536(88)90365-6. PMID 3067356.
  22. ^ Dalby, Andrew (2015). Dictionary of Languages: The Definitive Reference to More than 400 Languages (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Publishing. hlm. 620. ISBN 978-1-4081-0214-5.
  23. ^ Enfield, Nick; Comrie, Bernard, ed. (2015). Languages of Mainland Southeast Asia: The State of the Art. Walter de Gruyter. hlm. 269. ISBN 9781501501685.
  24. ^ Bowden, John, Emic and Etic Classifications of Languages in the North Maluku Region (PDF), diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-10-20, diakses tanggal 2022-08-01 – via Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology
  25. ^ Bowden, John (2005). "Language Contact and Metatypic Restructuring in the Directional System of North Maluku Malay" (PDF). Concentric: Studies in Linguistics. 31 (2): 139.
  26. ^ "Ternate - Peta Bahasa". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-18. Diakses tanggal 2023-03-28.
  27. ^ Palmer, Bill (2017). The Languages and Linguistics of the New Guinea Area: A Comprehensive Guide. Walter de Gruyter. hlm. 577. ISBN 9783110295252.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar bahasa di Sulawesi

Filipina, Melayik, Sama-Bajau, dan Sulawesi Selatan. Menurut Sulawesi Language AllianceSulawesi Statistics, dari 114 bahasa yang dipertuturkan di Sulawesi

Bahasa Suabo

ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka Halaman bahasa acak Suabo atau Bira atau Inanwatan adalah bahasa Papua yang dituturkan di sebelah selatan Semenanjung

Daftar kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis

73 Siswa SDN Ketami 2 SDN Tempurejo 1 22 April 2026 Kabupaten Sampang SDN Bira Tengah 1 19 Siswa 27 April 2026 Kabupaten Kediri TK (Spesifik tidak disebutkan)

Tumbuhan dan hewan terdomestikasi di Austronesia

dilakukan pada bira karena tanaman ini mengandung lebih banyak rafid yang dapat membuat gatal-gatal. Kata yang direkonstruksi untuk bira dalam bahasa Proto-Austronesia

Bahasa Persia Tat

Nationalism and Language Vitality in Azerbaijan,” in Responses to Language Endangerment: In honor of Mickey Noonan. New Directions in Language Documentation

Train Driver's Diary

12 August 2016. Diakses tanggal 12 August 2016. "Filipović: Istražiti ko bira srpskog kandidata za Oskara". N1. 3 September 2016. Diarsipkan dari asli

Bahasa Mongol Pertengahan

history of the Mongols" reconsidered. Journal of Song-Yuan Studies 37: 1-48. Bira, Š. et al. (2004): Mongolyn nuuc tovčoo. Ulaanbaatar: Bolor sudar. Cleaves

Alfabet Lidia

𐤩𐤠𐤲𐤭𐤦𐤳𐤠 laqrisa [lakʷrisa] "tembok", "dromos", atau "prasasti" 𐤡𐤦𐤭𐤠 bira [pira] "rumah", "balai" 𐤥𐤹𐤡𐤠𐤲𐤶𐤫𐤯 wcbaqẽnt [w̩t͡spaˈkʷãnd] "menginjak-injak"