Blokade Jerman
Bagian dari Perang Dunia I

Kupon penjatahan roti yang dikeluarkan di Elsaß-Lothringen selama Perang Dunia I.
Tanggal1914–1919
LokasiSamudra Atlantik, Laut Tengah
Hasil Kemenangan Sekutu
Pihak terlibat
 Britania Raya
 Kerajaan Italia
 Prancis
 Amerika Serikat
 Kekaisaran Jerman
 Austria-Hungaria
 Kesultanan Utsmaniyah
 Bulgaria

Blokade Jerman atau Blokade Eropa berlangsung dari tahun 1914 hingga 1919. Blokade ini merupakan operasi laut panjang yang dilancarkana oleh negara-negara Sekutu selama Perang Dunia I[1] dengan tujuan untuk membatasi persediaan barang Blok Poros dari laut. Negara-negara yang terkena dampak blokade ini adalah Jerman, Austria-Hungaria dan Turki. Blokade ini dianggap sebagai salah satu faktor terpenting yang berhasil membawa kemenangan untuk Sekutu. Badan Kesehatan Umum Jerman pada Desember 1918 mengklaim bahwa 763.000 warga Jerman tewas akibat kelaparan dan penyakit yang dipicu oleh blokade ini hingga akhir Desember 1918.[2][3] Penelitian akademik yang dilakukan pada tahun 1928 memperkirakan jumlahnya mencapai 424.000.[4]

Kekaisaran Jerman dan Britania Raya bergantung pada impor untuk memberi makan penduduk mereka dan memasok persediaan industri perang. Impor makanan dan persediaan perang berasal dari Amerika dan harus dikirim lewat Samudra Atlantik, sehingga kedua belah pihak berusaha memblokade pihak yang lain. Britania memiliki angkatan laut yang jumlahnya lebih unggul dan dapat beroperasi di seluruh Imperium Britania, sementara armada Kaiserliche Marine Jerman cenderung terbatas di Teluk Jerman. Jerman harus menggunakan penyerbu kapal dagang dan kapal selam untuk beroperasi di kawasan lain.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ The new Cambridge modern history Vol 12(2nd ed)Cambridge University Press 1968 hlm. 213
  2. ^ C. Paul Vincent, The politics of hunger: the allied blockade of Germany, 1915–1919 Athens, Ohio: Ohio University Press, c1985ISBN 978-0-8214-0831-5 Halaman 141
  3. ^ Germany. Gesundheits-Amt. Schaedigung der deutschen Volkskraft durch die feindliche Blockade. Denkschrift des Reichsgesundheitsamtes, Dezember 1918. (Parallel English translation) Injuries inflicted to the German national strength through the enemy blockade. Memorial of the German Board of Public Health, 27 December 1918 [Berlin, Reichsdruckerei,]The report notes on page 17 that the figures for the second half of 1918 were estimated based on the first half of 1918.
  4. ^ Grebler, Leo (1940). The Cost of the World War to Germany and Austria-Hungary. Yale University Press. 1940 Page78

Bacaan lanjut

sunting
  • Bell, A.C. A history of the blockade of Germany and of the countries associated with her in the Great War, Austria-Hungary, Bulgaria, and Turkey, 1914-1918 (London: HM Stationery Office, 1937).
  • Howard, N. P. "The social and political consequences of the allied food blockade of Germany, 1918-19." German History 11.2 (1993): 161-88. online
  • Osborne, Eric W. (2004). Britain's Economic Blockade of Germany, 1914–1919. Routledge. ISBN 0-7146-5474-4.
  • Siney, Marion C. The allied blockade of Germany, 1914-1916. Vol. 23. University of Michigan Press, 1957.
  • Vincent, C. Paul. ;;The Politics of Hunger: The Allied Blockade of Germany, 1915-1919 (Ohio UP, 1985).


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Blokade Jerman (1939–1945)

Blokade Jerman (1939–1945), juga dikenal dengan sebutan Perang Ekonomi, terjadi saat Perang Dunia II oleh Britania Raya dan Prancis dalam rangka mencabut

Blokade Berlin

Blokade Berlin (24 Juni 1948 – 12 Mei 1949) adalah salah satu krisis internasional besar pertama pada Perang Dingin. Selama pendudukan multinasional Jerman

Pertempuran Atlantik Pertama

Kaiserliche terbatas pada Teluk Jerman, dan digunakan perdagangan perampok dan peperangan kapal selam tak terbatas. Blokade Jerman yang sukses menyumbang kekalahan

Pertempuran Atlantik

tahun 1939 sampai kekalahan Jerman pada tahun 1945. Pada intinya adalah pihak Sekutu melakukan blokade laut terhadap Jerman, diumumkan sehari setelah pernyataan

Bencana Kelaparan Besar (Yunani)

besar-besaran. Perampasan, bersama dengan blokade oleh Sekutu, kondisi infrastruktur negara yang hancur setelah invasi Jerman ke Yunani, dan munculnya pasar gelap

Pemberontakan Jerman Timur 1953

terhadap pemerintah Republik Demokratik Jerman . Di Jerman, pemberontakan ini sering disebut Pemberontakan Rakyat di Jerman Timur (Volksaufstand in der DDR)

Sejarah Jerman dalam Perang Dunia I

perang Jerman akan tetap terorganisasi dengan baik selama perang. Jerman bergantung pada impor makanan dan bahan baku, yang dihentikan oleh blokade Inggris

Kekaisaran Jerman

dengan Jerman. Pada Perang Dunia I, rencana Jerman untuk merebut Paris dengan cepat pada musim gugur 1914 gagal dan perang di barat remis. Blokade laut