REAL BETIS
Nama lengkapReal Betis Balompiรฉ S.A.D.
JulukanBรฉticos
Verdiblancos
Berdiri12 September 1907
StadionEstadio Benito Villamarรญn
Sevilla, Andalusia, Spanyol
(Kapasitas: 271.985)
KetuaSpanyol รngel Haro
ManajerChili Manuel Pellegrini
LigaLa Liga
2023โ€“2024La Liga, ke-8 dari 20
Situsย webSitus web resmi klub
Kostum kandang
Kostum tandang
Kostum ketiga
Musim ini

Real Betis Balompiรฉ, S.A.D., mengarah ke Betis (diucapkanย [หˆฮฒetis]), tim sepak bola profesional yang berbasis di Sevilla. Real Betis Balompiรฉ bermain di La Liga dan menempati posisi ke-10 dalam klasifikasi historik liga Spanyol,[1]: sampai tahun 2007 telah mengikuti 45 kali musim kompetisi Divisi I, meraih 3 gelar juara resmi, 1 gelar juara liga, 2 gelar juara Piala Raja Spanyol dan 4 kali tampil sebagai finalis Piala raja.

Real Betis merupakan tim pertama dari Andalusia yang bermain di La Liga, dan sanggup menjuarai Copa del Rey, La Liga dan bermain di Piala Champions.

Tim ini merupakan tim keempat yang menjuarai La Liga (1934/35) dan merupakan tim ketujuh yang pernah meraih dua gelar terpenting di Spanyol: La Liga pada tahun 1935 dan Copa del Rey pada tahun 1977.

Real Betis pernah masuk ke dalam daftar tim sepak bola terbaik dunia yang dikeluarkan oleh IFFHS pada tahun 1995,[2] 1997,[3] dan 2005,[4] dan merupakan tim Andalusia kedua yang paling sering masuk ke dalam daftar tersebut.

Raja Spanyol Don Juan Carlos de Borbรณn, ibu Raja, dan Pangeran Don Felipe de Borbรณn merupakan anggota kehormatan Real Betis Balompiรฉ.

Sejarah

sunting

1907-1929: Tahun-tahun pertama

sunting
Halaman 36 Catatan Sipil Sevilla di mana terdaftar klub Real Betis Balompiรฉ dan Sevilla Football Club.

Pada tahun 1907, sekelompok pelajar akademi militer dan fakultas kedokteran dari Escuela Politรฉcnica, secara resma mendirikan Sevilla Balompiรฉ. Cikal bakal tim ini berawal pada tahun 1904 di mana kelompok pelajar ini telah mulai bermain sepak bola secara berkala. Para pemain awal tim ini berasal dari beberapa keluarga antara lain: keluarga Hermosa, Wesolousky, Castillo, Cรกscales dan Gutiรฉrrez dan mereka menggunakan kostum berwarna biru-putih. Presiden pertama dari klub adalah Juan del Castillo Ochoa dan kapten kesebelasan pertama โ€“yang juga merangkap sebagai pelatih-, pada tahun 1914, adalah Manuel Ramos Asencio. Pada tahun-tahun awal klub ini mengalami beberapa kali pergantian markas dari calle Alfonso XII (1907-1909), ke Federico de Castro (1910-1911) dan kemudian ke Jerรณnimo Hernรกndez (1912-1914).

Nama kesebelasan yang dipilih oleh anak-anak muda ini menggambarkan ide mereka yang ingin menentang pengaruh sepak bola Inggris: โ€œSevilla BALOMPIร‰โ€ (setelah sebelumnya bernama, โ€œEspaรฑa Balompiรฉโ€). Klub ini terdaftar secara resma sebagai statu organisasi pada tanggal 1 Februari 1909.[5]

Tidak lama setelah itu, โ€œBalompiรฉโ€ berhasil menjadi tim pertama yang menjuarai Piala Sevilla pada tahun 1910, dan merupakan juara bertahan sampai tahun 1913. Tim ini juga berpartisipasi kompetisi Piala Andalusia yang dimulai pada tahun 1910 dan diundang untuk mengikuti Piala Spanyol, tetapi berhalangan karena keterbatasan dana.[6][7]

Pada tahun 1909 berdiri Betis Foot-ball Club, yang merupakan pecahan dari Sevilla Foot-ball Club.

Pada tahun 1914 tim Balompiรฉ kembali meraih gelar Juara Sevilla dan mengubah namanya dari โ€œSevilla Balompiรฉโ€ menjadi โ€œReal Betis Balompiรฉโ€, setelah bergabung dengan Betis Foot-ball Club, yang secara resma telah mendapat gelar nama โ€œRealโ€ dari kerajaan Spanyol;[8][9]. Seperti telah disebutkan, Betis Foot-ball Club yang berdiri pada tahun 1909 telah dibubarkan pada tahun 1913 dan dibentuk kembali pada tahun berikutnya oleh keluarga Borbolla, dan mendapat gelar kehormatan dari Raja Spanyol, Alfonso XIII.

Pada tanggal 6 Desember 1914, dewan pimpinan Sevilla Balompiรฉ, dan dua hari kemudian, dewan pimpinan Betis Foot-ball Club, menyetujui penggabungan kedua klub.

Pada bulan Agustus 1915, Gubernur Sevilla, Severo Nรบรฑez, meresmikan status dan perubahan nama klub, dari "Sevilla" Balompiรฉ menjadi "Real Betis" Balompiรฉ (apunte nยบ 283 pรกgina 36 del Libro de Gobierno del Registro Civil: enmienda y nota al margen).[8][9]

Di luar masalah hukum, dari segi teknis, penggabungan ini juga berarti perubahan bagi para pemain dan gelar-gelar juara yang telah diraih klub Balompiรฉ. Lapangan bermain yang semula berada di El Campo de las Tablas Verdes berpindah ke Prado de San Sebastiรกn. Betis FC menyumbangkan gelar โ€œRealโ€ untuk penggabungan ini.

Sampai tahun tiga puluhan, klub baru sebagai hasil penggabungan Sevilla Balompiรฉ dan Betis Foot-Ball Club ini, tetap terkenal dengan nama โ€œel Balompiรฉโ€ dengan pendukungnya yang disebut โ€œlos balompedistasโ€ . Baru pada periode tahun empat pululan namanya populernya berubah menjadi "Betis" dengan pendukungnya disebut "bรฉticos", hingga saat ini.

Sebagian bekas pendukung Betis Foot-ball Club yang tidak menyetujui penggabungan ini, dengan dimotori oleh Antonio Gutiรฉrrez y Rafael Garcรญa de la Borbolla, mencoba mendirikan kembali Betis Foot-ball Club pada 1915. Walaupun demikian klub ini tidak bertahan lama dan bubar beberapa tahun kemudian.[10]

Setelah menjadi Juara Sevilla pada 1915, Balompiรฉ mengawali masa crisis yang terutama disebabkan oleh kurangnya dana untuk memelihara para pemain pada masa yang disebut sebagai โ€œamateurismo marrรณnโ€, profesionalisme terselubung. Belasan pemain hijrah ke klub rival pada masa tersebut.

Pada tahun 1924, berkat kembalinya para pendiri klub ke dalam dewan direksi (Castillo, Wesolousky, Hermosa, Fernรกndez Zรบรฑiga, Cascales,...), prestasi Balompiรฉ kembali menanjak dengan menjuarai Piala Spencer pada tahun 1926 dan, setelah berulang kali menjadi runner-up, pada tahun 1928 mampu menjuarai Piala Andalucia.

Akhir tahun 1920-an dibentuklah untuk pertama kalinya Liga nasional sepak bola Spanyol. Pada saat itu, Real Betis Balompiรฉ sudah merupakan suatu klub sepak bola yang cukup teroganisir, baik dari segi olahraga, sosial, maupun kelembagaan. Real Betis Balompiรฉ memulai petualangannya di liga nasional Spanyol pada tanggal 17 Februari 1929 dengan berpartisipasi di kompetisi Divisi II dengan harapan untuk bermain di Divisi I dikemudian hari.

1930-1947: Periode Kejayaan dan Kejatuhan

sunting

Periode 1930-an ditandai dengan berubahnya terminologi populer โ€œBalompiรฉโ€ dan โ€œbalompedistasโ€ menjadi โ€œBetisโ€ dan โ€œbรฉticosโ€. Masa tersebut bagi Betis Balompiรฉ, masa terjaya di sepanjang sejarahnya. Dalam waktu kurang dari 10 bulan, Betis telah berhasil menjadi tim pertama dari Spanyol selatan yang mencapai babak final dari PIala Spanyol dan merayakan ulang tahunnya yang ke-25 pada tanggal 3 April 1932, dengan meraih gelar juara Divisi II. Dengan gelar tersebut, Betis Balompiรฉ โ€“ tanpa gelar โ€œRealโ€ pada masa pemerintahan Republik kedua di Spanyol - menjadi klub Andalusia pertama yang masuk ke Divisi I Spanyol.

Di bawah pimpinan Patrick OยดConnell, pada musim kompetisi 1934-1935, Betis Balompiรฉ berhasil menjadi Juara Liga Divisi I. Para pemain saat itu di antaranya adalah: Urquiaga, Areso, Aedo, Peral, Gรณmez, Larrinoa, Adolfo, Lecue, Unamuno, Timimi, Saro, Caballero, Rancel, Valera dan Espinosa. Tim ini merupakan gabungan dari enam pemain dari daerah Basque di utara Spanyol, tiga pemain dari kepulauan Canaria, tiga pemain berasal dari kota Sevilla dan satu pemain berasal dari kota Almeria, tetapi besar di Barcelona. Tanggal 28 april 1935 merupakan hari paling bersejarah dari tim berkostum hijau putih ini: Betis menaklukan Santander 5-0 dan meraih juara Liga. Hari tersebut jatuh bersamaan dengan hari Sabtu dari pesta tahunan rakyat di Sevilla menyambut musim semi (Feria) di mana kemenangan Betis dirayakan di tenda-tenda Feria secara meriah.

Betis mengalami kejatuhan pada tahun berikutnya. Tahun itu ditandai dengan โ€œdipretelinya tim juaraโ€ Betis. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh krisis ekonomi yang dialami oleh klub Betis yang mengharuskan dijualnya tiga orang pemain, tetapi juga disebabkan oleh keluarnya empat orang pemain yang dikarenakan pecahnya Perang Saudara di Spanyol wajib maju ke medan perang atau terhalang untuk kembali ke Sevilla. Hanya dua pemain, Peral dan Saro, yang tersisa dari kesebelasan yang 15 bulan sebelumnya berhasil meraih juara Liga Divisi I.

Perang Saudara di Spanyol berdampak negatif untuk Betis. Betis membuat kesalahan dengan terjun berkompetisi pada tahun 1939-1940, ketika banyak klub memilih untuk tidak berkompetisi dengan alasan perang.

Dampak paling parah terjadi pada 28 april 1940, tepat 5 tahun setelah meraih gelar juara liga. Klub hijau putih tersebut turun ke Divisi II. Dua tahun kemudian, Betis berhasil naik kembali ke Divisi I, untuk turun kembali ke Divisi II pada tahun 1943.

Puncak kejatuhan Betis terjadi di Santander pada tanggal 13 April 1947, saat ditaklukkan 1-4 oleh Racing Santander yang memaksa Betis untuk turun ke Divisi III.

1947-1958: Periode "manquepierda"

sunting

Sulit untuk mengerti dan memahami Betis tanpa mengetahui apa yang terjadi selama 7 tahun keberadaan klub ini di Divisi III. Karena sejak saat itulah, klub ini, dan juga para pendukungnya, memiliki suatu karakter tersendiri yang hingga saat ini menjadi ciri khas Betis. Ciri khas inilah yang seakan menjadi โ€œjiwaโ€ dari klub Betis yang pada tahun lima puluhan tecermin dalam suatu semboyan yang mengundang simpati di segala penjuru Spanyol: โ€œยกViva er Beti manque pierda!โ€.

Penyair Joaquรญn Romero Murube menggambarkan situasi zaman itu dan semboyan di atas dengan kata-kata berikut: โ€œKlub Betis memiliki kekuatan mental tersendiri yang dibangun lewat kekalahan-kekalahan yang dideritanya... tetapi jauh dari menyerah terhadap nasib buruk yang menimpa, Betis malah menghadapi setiap pertandingan dengan semangat yang semakin tinggi demi tercapainya kejayaanโ€ [11]

Betis berhasil melampaui periode tersebut atas dukungan para suporternya. Pada tahun 1954, Betis berhasil kembali ke Divisi II. Pada saat itu, Betis sangat terkenal dengan para pendukungnya yang selalu memenuhi stadion di setiap pertandingan di kandang dan dengan โ€œbarisan hijauโ€-nya yang selalu menyertai kesebelasan Betis di setiap pertandingan tandang. Masa-masa krisis ekonomi yang telah dilampaui dan pengalaman pahit bermain di Divisi III semakin menguatkan Betis dan menambah satu lagi ciri khas dari klub tersebut dengan menjadi โ€œsatu-satunya klub di Spanyol yang pernah menjadi juara Divisi I, II, dan IIIโ€.

Estela kembali ke Divisi II pada tahun 1954, Betis harus menunggu 5 tahun sebelum berhasil menembus Divisi I, tepatnya pada tanggal 1 Juni 1958.

1958-1976: Periode Terang dan Gelap

sunting

Betis mengawali kembali debutnya di Divisi I dengan kemenangan 4-2.

Antara tahun 1959 dan 1964, Betis mengalami masa kejayaan yang ditandai dengan keberhasilan mencapai peringkat ketiga Liga Divisi I, meraih gelar juara Piala Carranza dan keikutsertaan di Piala Ferias.

Hanya berselang setahun kemudian, Betis kehilangan presidennya Benito Villamarรญn yang telah memimpinnya selama 10 tahun, kehilangan Andrรฉs Aranda dan turun ke Divisi II. Hal ini menggambarkan bagaimana Betis tidak mampu melepaskan diri dari ciri khas โ€œmanque pierda!โ€. โ€œEurobetis yang pertama berubah hanya dalam setahun menjadi Currobetisโ€. Ungkapan ini menggambarkan bagaimana klub ini memiliki karakter yang sama dengan torrero (matador) legendaris Curro Romero yang mampu tampil luar biasa gemilang tetapi tidak lama berselang bisa tampil gagal total. Naik turunnya Betis hingga tahun 1974 antara Divisi II dan Divisi I, menyebabkan klub ini sempat dijuluki sebagai โ€œkesebelasan liftโ€.

1977-1992: Piala Raja Spanyol dan Periode 80-an

sunting

Pada tanggal 25 Juni 1977 Betis berhasil meraih gelar juara Piala Raja Spanyol di stadion Estadio Vicente Calderรณn di Madrid setelah memenangi pertandingan final yang diwarnai dengan 21 tendangan penalti. Di bawah pimpinan Rafael Iriondo, Esnaola, Bizcocho, Biosca, Sabatรฉ, Cobo, Lรณpez, Alabanda, Cardeรฑosa, Garcรญa Soriano, Megido, Benรญtez, Eulate dan Del Pozo, tertulislah suatu bab yang paling mengesankan dalam sejarahnya. Betis, yang pada masa lampau adalah juara Divisi I Spanyol dua tahun sebelum pecahnya perang saudara (1935), berhasil menjadi klub pertama yang meraih gelar juara Spanyol setelah berakhirnya masa keditaktoran (Franco) dengan merebut Piala Raja pada tahun (1977) tersebut. Dengan gelar tersebut, Betis seakan menutup lembaran sejarah masa diktatur di negara Spanyol yang kebetulan juga merupakan masa suram bagi klub tersebut. Pada tahun yang sama, Betis berhasil mencapai babak perempat final Piala Eropa sebelum akhirnya ditaklukkan Milรกn. Seakan setia dengan tradisinya, pada akhir musim kompetisi tahun tersebut, Betis kembali turun ke Divisi II Liga Spanyol.

Kembalinya Betis ke Divisi I pada tahun 1979, ditandai dengan beberapa keberhasilan dan dengan partisipasi di kompetisi Eropa: klasifikasi Piala UEFA tahun 1982 dan 1984, perayaan pesta tahun platinum (75 tahun) pada tahun 1982 dan keberhasilan mencapai posisi kedua Divisi I pada tahun 1986. Masa tersebut merupakan salah satu masa emas bagi klub hijau putih dan para pendukungnya, ditambah dengan terpilihnya stadion Betis sebagai stadion yang dipakai untuk pertandingan antara Spanyol melawan Malta pada piala dunia di Spanyol (1982).

Namun, antara 1986 hingga 1992, Betis kembali mengalami masa krisis ekonomi dan kembali menjadi โ€œkesebelasan liftโ€ yang naik turun antara Divisi I dan II hingga turunnya ke Divisi II pada tahun 1991. Masa tersebut merupakan masa tersulit bagi Betis, ditambah lagi dengan kewajiban untuk menjadi perseroan terbatas di bidang olah (sociedad anรณnima deportiva) yang dikenakan pada semua klub oleh penyelenggara liga. Oleh โ€œprogram penyehatanโ€ Liga, Real Betis Balompiรฉ โ€“ pada saat itu bermain di Divisi II โ€“ diwajibkan untuk memiliki modal sebesar hampir 1.200 juta pesetas; dua kali lipat jumlah modal yang wajib dimiliki oleh setiap klub Divisi I dan II.

Dalam waktu sekitar 3 bulan, para โ€œbeticosโ€ berhasil mengumpulkan dana sebesar 400 juta pesetas. Walau jumlah ini mencapai sekitar 60% hingga 100% dari total modal yang wajib dimiliki klub-klub lainnya, jumlah dana tersebut belumlah cukup untuk mencapai target yang diwajibkan. Selain dana sebesar 400 juta pesetas tersebut, terhimpun juga dana yang terdiri dari 100 saham. Meskipun demikian masih diperlukan dana sekitar 680 juta untuk mencapai target yang diwajibkan. Pada tanggal 30 Juni, wakil presiden untuk urusan ekonomi Manuel Ruiz de Lopera menjadi penjamin atas jumlah sisa modal yang dibutuhkan dan menjadi pemegang saham terbesar dari perseroan.[12]

1992-2007: Tiga Final, Satu Gelar dan Liga Champions

sunting
Estadio Manuel Ruiz de Lopera

Pada 15 tahun terakhir, terutama pada periode tahun 1995 hingga 2005, sebanyak tiga kali Betis berhasil menempati peringkat empat besar dari kompetisi Divisi I, dan menjadi satu-satunya klub dari Andalusia yang melakukan hal tersebut sejak 1970. Betis bermain di tiga final: dua Piala Raja Spanyol, dan satu Piala Super Spanyol, memenangkan satu gelar diantaranya, satu kali berpartisipasi di Liga Champions dan empat kali berpartisipasi di Piala UEFA.

Naiknya kembali Betis ke Divisi I pada tahun 1994 langsung disusul dengan keberhasilan Betis menempati peringkat ketiga di Divisi tersebut pada musim kompetisi berikutnya. Pada musim kompetisi 1996-1997 Betis kembali menempati posisi empat besar dan berhasil mencapai final Piala Raja Spanyol sebelum ditundukkan FC Barcelona pada pertandingan final yang diwarnai dengan perpanjangan waktu.

Setelah final, Betis sempat mengalami masa ketidakstabilan dan turun ke Divisi II pada tahun 2000. Kembali ke Divisi I pada tahun berikutnya, Betis langsung menempati posisi 4 besar, menembus Piala UEFA dan berhak bermain di babak awal Liga Champions.

Walaupun demikian, barulah pada tahun 2005 Betis mencapai tahun kejayaan yang sesungguhnya: hanya dalam waktu 34 hari, klub hijau putih berhasil memenangkan pertandingan derbinya (atas Sevilla FC), mencapai babak final Piala Raja Spanyol, menempatkan diri sebagai peringkat ke-4 Divisi I lewat pertandingan seri melawan Real Mallorca, dan memenangkan Piala Raja Spanyol di stadion Vicente Calderรณn, Madrid.

Dua bulan kemudian Betis menjadi klub Andalusia pertama yang bermain di Piala Eropa dengan format Liga Champions, setelah menaklukan Monaco yang merupakan runner-up Liga Champions sebelumnya di babak penyisihan. Di penyisihan grup, Betis bersaing dengan juara liga Champions sebelumnya, Liverpool, dan dengan Chelsea yang merupakan juara liga Inggris.

Sejarah seperti berulang bagi Betis: tahun emas selalu disusul langsung dengan tahun suram. Betis nyaris terdegradasi ke Divisi II di musim kompetisi 2005-2006. Akhir musim kompetisi tersebut ditandai dengan perpecahan antara Presiden klub dan pelatih, dan krisis kelembagaan yang merupakan puncak dari masalah internal klub sejak tahun 80an. Musim kompetisi 2006-2007 merupakan musim kompetisi yang buruk, Betis berhasil menghindari degradasi ke Divisi II dengan memenangi pertandingan pada hari terakhir kompetisi melawan Racing Santander (2-0). Tiga pelatih yang berbeda menangani Betis pada musim kompetisi ini: Javier Irureta di awal kompetisi, Luis Fernandez yang mengambil alih tim di tengah kompetisi, dan Paco Chaparro (pelatih Real Betis B) yang akhirnya mengambil alih di pertandingan akhir yang menentukan.

Pada tahun 2007, Real Betis Balompiรฉ merayakan ulang tahunnya yang ke-100. Perayaan di antaranya ditandai dengan peresmian monumen bagi para pendukung Betis pada tanggal 12 September 2007. Perayaan ke 100 tahun Betis tidak disertai dengan prestasi yang memuaskan dari klub. Pelatih Hector Cuper yang menangani Betis di awal musim kompetisi 2007-2008, hanya mampu meraih 4 angka dari 11 pertandingan pertamanya. Paco Chaparro mengambil alih tampuk kepelatihan dari tangan Cuper dan berhasil menempatkan Betis di peringkat 13 di akhir musim kompetisi.

2009-2011: Dua Musim Kompetisi di Divisi II

sunting

Meski Real Betis mengeluarkan dana yang banyak untuk melakukan pembelian pemain-pemain seperti yang tertulis diatas tadi dengan total kurang lebih 25 juta poundsterling, akan tetap hasil yang diraih tidak sesuai dengan harapan dan harus menerima kenyataan, terdegradasi ke Divisi II pada akhir musim kompetisi 2008/2009 setelah hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan Real Valladolid di pertandingan akhir. Masa pendukung Real Betis tidak tinggal diam dan menerima kenyataan pahit degradasi. Demonstrasi besar-besaran pendukung Betis terjadi di beberapa kota Spanyol (Sevilla, Madrid, Barcelona, Benidorm, Lepe, Montilla, Valdepeรฑas dan Marbella) pada tanggal 15 Juni 2009 untuk menyatakan ketidakpuasan atas situasi klub dan menuntut turunnya Lopera sebagai pemilik saham terbesar. Demonstrasi ini melahirkan Yayasan Heliรณpolis[5], yang bertujuan menyatukan seluruh pendukung betis yang menginginkan perubahan institusional di klub.

Demonstrasi besar ternyata tidak mendapat tanggapan yang berarti dari manajemen klub.

Pada saat yang hampir bersamaan, hakim Mercedes Alaya melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran-pelanggaran bisnis oleh Lopera. Pada tanggal 7 Juli 2010, hanya seminggu sebelum proses pengadilan dimulai, Lopera menjual 94% sahamnya yang bernilai 16 juta euro (51% dari keseluruhan saham Real Betis) ke Bitton Sport yang dimiliki oleh Luis Oliver. Oliver merupakan pengusaha Spanyol yang pernah membawa dua klub sepak bola Spanyol, CF Cartagena dan CD Xeres ke ambang kebangkrutan. Sebelum proses penjualan saham tersebut disahkan, hakim Alaya membekukan seluruh saham Real Betis yang dimiliki Lopera. Menghadapi pembekuan saham tersebut, Luis Oliver langsung membeli saham Betis lainnya (dari pemilik selain Lopera) dan berhasil terpilih menjadi presiden Real Betis berkat dukungan kaki tangan Lopera. Hakim Alaya menyatakan pemilihan tersebut sebagai tidak sah, dan menunjuk Rafael Gordillo, bekas pemain legendaris Real Betis dan Real Madrid untuk mengambil alih kepemimpinan klub untuk menjamin terbentuknya kepengurusan klub yang terlepas sepenuhnya dari pengaruh Lopera.

Di bawah kepemimpinan Gordillo, Real Betis berhasil menjuarai kompetisi divisi II pada akhir musim 2010/2011, di bawah pelatih Josรฉ Mel Pรฉrez atau yang dikenal sebagai Pepe Mel. Pada 29 Juni 2011, Miguel Guillรฉn Vallejo terpilih sebagai presiden Betis ke 42 menggantikan kepemimpinan sementara Gordillo.

Data klub

sunting
  • Anggota resmi: 39500[13]
  • Rata-rata jumlah penonton per pertandingan: 35473[13]
  • Fans-clubs: 362[14]
  • Modal: 24000000 โ‚ฌ (2007)
  • Jumlah musim kompetisi Divisi I yg pernah diikuti: 45 (termasuk 2007-2008)
  • Jumlah musim kompetisi Divisi IIA yg pernah diikuti: 25
  • Jumlah musim kompetisi Divisi IIB yg pernah diikuti: 0
  • Jumlah musim kompetisi Divisi III yg pernah diikuti: 7
  • Partisipasi di tingkat internasional:
    • 1 kali partisipasi di Liga de Campeones: (Peringkat ketiga di penyisihan group th 05/06)
    • 1 kali partisipasi di Copa de Ferias: (babak 1/32 th 64/65)
    • 6 kali pertisipasi di Copa de la UEFA: (babak 1/32 th 82/83 y 84/85, babak 1/8 th 95/96 y 98/99, babak penyisihan ketiga th 02/03, babak 1/805/06)
    • 2 kali partisipasi di Recopa de Europa: (babak ยผ Final 77/78 y 97/98)

Daftar pemain

sunting

Tim utama

sunting
Per 30 Agustus 2024.[15]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Pemain
1 GK Portugalย POR Rui Silva
2 DF Spanyolย ESP Hรฉctor Bellerรญn
3 DF Spanyolย ESP Diego Llorente
4 MF Amerika Serikatย USA Johnny Cardoso
5 DF Spanyolย ESP Marc Bartra
6 DF Brasilย BRA Natan (dipinjam dari Napoli)
7 FW Spanyolย ESP Juanmi
8 FW Brasilย BRA Vitor Roque (dipinjam dari Barcelona)
9 FW Argentinaย ARG Chimy รvila
10 FW Marokoย MAR Abde Ezzalzouli
11 FW Republik Demokratik Kongoย COD Cรฉdric Bakambu
12 DF Swissย ย SUI Ricardo Rodriguez
13 GK Spanyolย ESP Adriรกn
No. Pos. Negara Pemain
14 MF Portugalย POR William Carvalho
15 DF Prancisย FRA Romain Perraud
16 MF Spanyolย ESP Sergi Altimira
18 MF Spanyolย ESP Pablo Fornals
19 MF Spanyolย ESP Iker Losada
20 MF Argentinaย ARG Giovani Lo Celso
21 MF Spanyolย ESP Marc Roca
22 MF Spanyolย ESP Isco
23 DF Senegalย SEN Youssouf Sabaly
24 FW Spanyolย ESP Aitor Ruibal (Kapten)
25 GK Spanyolย ESP Fran Vieites
32 DF Senegalย SEN Nobel Mendy
38 FW Spanyolย ESP Assane Diao

Tim cadangan

sunting

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Pemain
30 GK Spanyolย ESP Germรกn Garcรญa
36 FW Spanyolย ESP Jesรบs Rodrรญguez
37 MF Spanyolย ESP Dani Pรฉrez
No. Pos. Negara Pemain
41 GK Spanyolย ESP Manu Gonzรกlez
43 DF Spanyolย ESP Lucas Alcรกzar
46 MF Spanyolย ESP Mateo Flores

Dipinjamkan

sunting

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Pemain
โ€” DF Spanyolย ESP Ricardo Visus (di Almere City sampai 30 Juni 2025)
โ€” DF Spanyolย ESP รlex Pรฉrez (di Inter Milan sampai 30 Juni 2025)
โ€” FW Spanyolย ESP รlex Collado (di Al-Kholood sampai 30 Juni 2025)
No. Pos. Negara Pemain
โ€” FW Spanyolย ESP Yanis Senhadji (di Tenerife sampai 30 Juni 2025)
โ€” FW Spanyolย ESP Borja Iglesias (di Celta sampai 30 Juni 2025)

Nomor yang dipensiunkan

sunting

26 Spanyol Miki Roquรฉ (meninggal) (2009โ€“2012)

Prestasi individual

sunting

Staff

sunting

Staff tim

sunting
Posisi Nama Kewarganegaraan
Pelatih: Gabriel Calderรณn Argentina Argentina
Asisten pelatih: Roberto Rรญos Spanyol Spanyol
Goalkeeping coach: Josรฉ Ramรณn Esnaola Spanyol Spanyol
Pelatih kebugaran: David Gรณmez Spanyol Spanyol
Delegate: Vรญctor Antequera Spanyol Spanyol

Staff medis

sunting
Posisi Nama Kewarganegaraan
Chief of Medical Services: Tomรกs Calero Spanyol Spanyol
Recuperator: Fran Molano Spanyol Spanyol
Pemijat: Josรฉ Marรญa Montiel Spanyol Spanyol
Fisioterapis: Josรฉ Manuel Pizarro Spanyol Spanyol
Fisioterapis: Manuel Lรณpez Spanyol Spanyol
Fisioterapis: Manuel Alcantarilla Pedrosa Spanyol Spanyol
Dokter kaki: Joaquรญn Pรฉrez Rendรณn Spanyol Spanyol
Penolong pemain di lapangan: Josรฉ Manuel Acuรฑa Spanyol Spanyol
Penolong pemain di lapangan: Javier Martรญn Spanyol Spanyol

Staff pemandu

sunting
Posisi Nama Kewarganegaraan
Kepala pemandu: รngel Becerra Spanyol Spanyol
Kepala pemandu: Vlada Stoลกiฤ‡ Serbia Serbia
Pemaundu: Keke Durรกn Spanyol Spanyol
Pemaundu: Antonio Jimรฉnez Spanyol Spanyol

Direksi

sunting
Nama Kewarganegaraan Posisi
Miguel Guillรฉn ย Spanyol Presiden
Pablo Gรณmez Falcรณn ย Spanyol Wakil presiden
Josรฉ Antonio Bosch ย Spanyol Penasihat
Fernando Criado ย Spanyol Penasihat
Antonio Sรกnchez Pino ย Spanyol Penasihat
Marรญa Isabel Simรณ ย Spanyol Penasihat
Leรณn Lasa ย Spanyol Penasihat
Fernando Casas ย Spanyol Penasihat
Manuel Domรญnguez Plata ย Spanyol Sekretaris jendral

Presiden klub

sunting
Josรฉ Leรณn GรณmezManuel Ruiz de LoperaJosรฉ Leรณn GรณmezJosรฉ Leรณn GรณmezBenito Villamarรญn
  • Sevilla Balompiรฉ:
Perรญode Presiden
1907-1909 Alfonso del Castillo Ochoa
1909-1911 Juan del Castillo Ochoa (1er Mandato)
1911-1912 Josรฉ Gutiรฉrrez Fernรกndez
1912-1914 Juan del Castillo Ochoa (2ยบ Mandato)
1914 Herbert Richard Jones
  • Betis F.C:
Perรญode Presiden
1909-1912 Eladio Garcรญa de la Borbolla
1912-1913 Guillermo Comesaรฑa Arahal
1913-1914 Pedro Rodrรญguez de la Borbolla
  • Real Betis Balompiรฉ:
Perรญode Presiden
1914-1915 Herbert Richard Jones
1915-1917 Pedro Rodrรญguez de la Borbolla
1917 Roberto Vicente de Mata
1917-1919 Eduardo Hernรกndez Nalda
1919-1920 Carlos Alarcรณn de la Lastra
1920-1921 Jerรณnimo Domรญnguez
1921-1924 Gil Gรณmez Bajuelo
1924 Juan del Castillo Ochoa
1924-1925 Antonio Poll Roma
1925-1928 Ramรณn Navarro Cรกceres
1928-1929 Antonio Laguardia
1929 Camilo Romero Sรกnchez
1929-1930 Daniel Mezquita
1930-1932 Ignรกcio Sรกnchez Mejรญas
1932-1933 Josรฉ Ignรกcio Mantecรณn Navasal
1933-1936 Antonio Moreno Sevillano
1936-1940 Valentรญn Pรฉrez Martรญnez
1940-1942 Ramรณn Poll Carbonell
1942-1943 Alfonso Alarcรณn de Lastra
1943-1944 Francisco Cantalapiedra
1944-1945 Eduardo Benjumea Vรกzquez
1945-1946 Manuel Romero Puerto
1946-1947 Filomeno de Aspe Martรญnez
1947-1950 Pascual Aparicio Garcรญa
1950-1952 Francisco de la Cerda Carmona
1952-1955 Manuel Ruiz Rodrรญguez
1955-1965 Benito Villamarรญn Prieto
1965-1966 Avelino Villamarรญn Prieto
1966 Andrรฉs Gaviรฑo
1966 Josรฉ Marรญa Domenech (Provisional)
1967-1968 Julio de la Puerta Castro
1968-1969 Josรฉ Leรณn Gรณmez (1er Mandato)
1969-1978 Josรฉ Nuรฑez Naranjo
1979-1983 Juan Manuel Mauduit
1983-1989 Gerard Martรญnez Retamero
1989-1992 Hugo Galera Davidson
1992-1996 Josรฉ Leรณn Gรณmez (2ยบ Mandato)
1996-2006 Manuel Ruiz de Lopera
2006-Actualidad Josรฉ Leรณn Gรณmez (3er Mandato)

Pelatih

sunting

Nota: sampai tahun 1925 kapten kesebelasan berperan sekaligus sebagai pelatih.

Gelar juara

sunting

Tingkat regional

sunting

Tingkat nasional

sunting

Tingkat Eropa/Kontinental

sunting

Kejuaraan tingkat nasional yang lain

sunting

Kejuaraan Musim Panas

sunting

Fans klub

sunting

Real Betis merupakan tim sepak bola Andalusia dengan jumlah cabang fans-klub terbanyak (362 fans klub).[16]

Jumlah total fans clubs yang terdaftar secara resmi 340,

Dari segi jumlah pendukungnya, Real Betis menempati urutan ke-6 (3,3%) di antara tim-tim sepak bola Spanyol menurut angket CIS bulan mei 2007, di belakang Real Madrid (32,8%), Barcelona (25,7%), Valencia (5,3%), Athletic (5,1%) dan Atlรฉtico de Madrid (4,3%).[17]

Derbi Sevilla

sunting

Derbi Sevilla kini menjadi pertandingan tahunan di La Liga sejak Sevilla FC dan Real Betis sama-sama berada di satu divisi, dimana Real Betis menghadapi rival bersejarahnya Sevilla FC, yang juga berasal dari kota Sevilla. Derbi ini dikenal sebagai salah-satu derbi yang paling rusuh di daratan Spanyol. Sampai dengan musim 2006/07, derbi ini telah dimainkan sebanyak 77 kali, dimana Sevilla FC menang 35 kali, Real Betis menang 26 kali, dan seri 16 kali.

Referensi

sunting
  1. ^ Tabla de la Liga Espaรฑola de todos los tiempos en LFP
  2. ^ Top 25 de clubes del mundo de IFFHS
  3. ^ Top 25 de clubes del mundo de IFFHS
  4. ^ Top 25 de clubes del mundo de IFFHS
  5. ^ Pรกgina nยบ 36 del Libro de Registro del Gobierno Civil que se conserva en la Delegaciรณn del Gobierno de Sevilla. http://www.tuyossiempre.com/Historia/imagenesBD/img1163738966774.jpg[pranala nonaktif permanen]
  6. ^ "La Historia jamรกs contada del Real Betis Balompiรฉ" (2001), Manuel Carmona Rodrรญguez
  7. ^ Web Oficial del Centenario del RBB, Manuel Carmona Rodrรญguez, http://www.tuyossiempre.com/historia/historia.htm Diarsipkan 2007-10-28 di Wayback Machine.
  8. ^ a b Detalle del apunte nยบ 283 del Libro de Registro del Gobierno Civil de Sevilla, http://www.tuyossiempre.com/Historia/imagenesBD/img1163738950287.jpg[pranala nonaktif permanen]
  9. ^ a b Nota al margen del apunte nยบ 283 del Libro de Registro del Gobierno Civil de Sevilla, http://www.tuyossiempre.com/Historia/imagenesBD/img1163738973854.jpg[pranala nonaktif permanen]
  10. ^ Guรญa Gรณmez Zarzuela, ediciรณn de 1916 relativa a 1915 (Hemeroteca Municipal de Sevilla)
  11. ^ Romero Murube, Joaquรญn. "Porquรฉ soy bรฉtico", Especial ABC diciembre de 1958
  12. ^ Dossier: La conversiรณn del Betis en S.A.D. http://www.betisweb.com/foro/viewtopic.php?t=9813[pranala nonaktif permanen]
  13. ^ a b http://www.lfp.es
  14. ^ http://www.realbetisbalompie.es/noticias/comunicados.html?id=3512
  15. ^ "Plantilla" (dalam bahasa Spanyol). Real Betis. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 June 2017. Diakses tanggal 25 October 2018.
  16. ^ Guรญa Marca, temporada 2006-2007
  17. ^ http://www.cis.es/cis/export/sites/default/-Archivos/Marginales/2700_2719/2705/Es2705mar_A.pdf

Referensi sejarah

sunting
  • Libro de Registro que se conserva en la Delegaciรณn del Gobierno Civil de Sevilla en la Plaza de Espaรฑa (pรกgina 36, apunte nยบ 283)
  • Hemeroteca Municipal de Sevilla, diarios "La Uniรณn", "El Liberal", "Sevilla", ABC y otros (1908-1914, 1926, 1932, 1936-40, 1947-54, 1958)
  • Enciclopedia de los Deportes, tomo sobre el RBB (1950, Francisco Narbona)
  • Especial revista "Oiga"- Historia RBB (1954, Nicolรกs Salas)
  • "50 aรฑos de fรบtbol sevillano" (1958, Manuel Benรญtez Salvatierra "Cesar del Arco", Editorial Selecciones Grรกficas)
  • Especial Revista "Oiga" (Diciembre de 1958)
  • Especial ABC (Diciembre de 1958)
  • Historia del Real Betis Balompiรฉ (1985, Furest y Rodrรญguez, Biblioteca de Ediciones Andaluzas)
  • "Historia viva del Real Betis Balompiรฉ" (1993, Prensa Espaรฑola)
  • La historia jamรกs contada del Real Betis Balompiรฉ" (2001, Manuel Carmona, Editorial Castillejo)
  • "Primeros pasos del fรบtbol sevillano" (2005, Juan Castro Prieto, Puntorojo libros)
  • Secciรณn Historia, web oficial del centenario http://www.tuyossiempre.com/historia/historia.htm Diarsipkan 2007-10-28 di Wayback Machine. (2006-2007, Manuel Carmona Rodrรญguez, historiador del Centenario)

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Juan Carlos I dari Spanyol

bahasa Spanyol:ย [xwanหˆkarlos]; Juan Carlos Alfonso Vรญctor Marรญa de Borbรณn y Borbรณn-Dos Sicilias, lahir 5 Januari 1938) adalah Raja Spanyol yang memerintah

Leonor, Putri Asturia

Leonor, Putri Asturias (Leonor de Todos los Santos de Borbรณn y Ortizcode: es is deprecated ; lahir 31 Oktober 2005) merupakan ahli waris takhta Spanyol

Infante Juan, Count Barcelona

dari Spanyol, Count Barcelona (Don Juan Carlos Teresa Silverio Alfonso de Borbรณn y Battenberg; 20 Juni 1913ย โ€“ย 1 Maret 1993), adalah anak ketiga dan pewaris

Infanta Elena, Adipatni Lugo

Infanta Elena, Adipatni Lugo (Elena Marรญa Isabel Dominica de Silos de Borbรณn y de Grecia; born 20 December 1963), adalah anak pertama dan putri tertua

Felipe VI dari Spanyol

(Spanyol: [feหˆlipe หˆseษฃsto]; Felipe Juan Pablo Alfonso de Todos los Santos de Borbรณn y Grecia; lahir 30 Januari 1968) adalah Raja Spanyol. Sesuai dengan Konstitusi

Infanta Sofรญa dari Spanyol

Infanta Sofรญa dari Spanyol (Sofรญa de Todos los Santos de Borbรณn y Ortizcode: es is deprecated ; lahir 29 April 2007) merupakan anggota keluarga kerajaan

Alfonso XIII dari Spanyol

oleh Pengadilan Spanyol pada 21 Mei 2003 sebagai Leandro Alfonso Luis de Borbรณn y Ruรญz Moragas Dengan Bรฉatrice Noon Juana Alfonsa Milรกn y Quiรฑones de Leรณn

Letizia dari Spanyol

tahun pelatihan militer. Leonor menggunakan nama belakang ayah dan ibunya "Borbรณn Ortiz". Pada akhir Agustus 2023, dia bepergian dengan putri bungsunya, Sofรญa