Seorang pemanah dengan sebuah busur dan tarkas.

Busur panah atau jubi[1] adalah sistem senjata jarak jauh yang terdiri dari alat peluncur elastis (busur) dan proyektil berporos panjang (anak panah). Manusia telah menggunakan busur panah untuk berburu dan menyerang jauh sebelum sejarah tercatat, serta praktik ini umum di banyak budaya prasejarah. Busur panah merupakan senjata perang penting dari sejarah kuno hingga periode modern awal, ketika senjata-senjata ini semakin usang karena perkembangan senjata api yang lebih kuat dan akurat. Saat ini, busur panah sebagian besar digunakan untuk berburu dan olahraga.

Orang yang pandai menggunakan busur panah disebut pemanah[2] atau danudara.[3]

Bentuk dan penggunaan dasar

sunting

Busur panah terdiri dari busur kaku yang sedikit lentur dengan tali busur bertegangan tinggi yang menghubungkan ujung kedua lengan busur. Anak panah adalah proyektil berujung runcing dan poros panjang dengan sirip penstabil atau umbul (flecthing) di bagian belakang, dengan takik sempit yang disebut babahak[4] atau ekor panah (nock) di ujungnya untuk menyentuh tali busur.

Untuk mengisi anak panah sebelum menembak (menyufal ; nocking), pemanah menempatkan anak panah di tengah busur dengan tali busur berada di babahak anak panah. Untuk menembak, pemanah memegang busur di tengahnya dengan satu tangan dan menarik anak panah beserta tali busur dengan tangan lainnya (biasanya tangan dominan). Hal ini melenturkan kedua lengan busur ke belakang yang berfungsi sebagai sepasang pegas kantilever untuk menyimpan daya elastis.

Sambil mempertahankan tarikan, pemanah biasanya membidik secara kira-kira atau dengan membidik sepanjang anak panah. Kemudian, pemanah melepaskan tarikan yang memungkinkan energi yang tersimpan di anggota badan diubah menjadi energi kinetik yang disalurkan melalui tali busur ke anak panah, mendorongnya untuk melesat maju dengan kecepatan tinggi.[5]

Wadah atau tas untuk menyimpan anak panah tambahan agar dapat diisi ulang dengan cepat disebut tarkas atau endong (quiver).

Sejarah

sunting

Bukti tertua yang diketahui mengenai busur panah berasal dari situs-situs di Afrika Selatan seperti Gua Sibudu, di mana kemungkinan ditemukan mata panah, yang berasal dari sekitar 72.000โ€“60.000 tahun yang lalu.[6][7][8][9][10][11]

Mata panah paling awal yang mungkin ditemukan di luar Afrika ditemukan pada tahun 2020 di Gua Fa Hien, Sri Lanka. Mata panah tersebut diperkirakan berasal dari 48.000 tahun yang lalu. "Perburuan dengan busur panah di situs Sri Lanka kemungkinan besar berfokus pada monyet dan hewan yang lebih kecil, seperti tupai," kata Langley. Sisa-sisa makhluk ini ditemukan di endapan yang sama dengan ujung tulang tersebut.[12][13]

Ujung batu kecil dari Grotte Mandrin di Prancis Selatan, yang digunakan sekitar 54.000 tahun yang lalu, memiliki kerusakan akibat penggunaan yang menunjukkan penggunaannya sebagai senjata proyektil dan beberapa terlalu kecil (kurang dari 10mm di bagian alasnya) untuk penggunaan praktis apa pun selain sebagai mata panah. Mereka mungkin terkait dengan kelompok manusia modern pertama yang meninggalkan Afrika.[14][15][16]

Setelah berakhirnya periode glasial terakhir, sekitar 12.000 tahun yang lalu, penggunaan busur panah tampaknya telah menyebar ke seluruh wilayah berpenghuni kecuali Australasia dan sebagian besar Oseania. Hal ini menyebabkan ketiadaan teknologi busur panah buatan lokal dari benua Australia, padahal teknologi ini banyak digunakan di tempat lain, tetapi ini telah lama diperdebatkan. Baru-baru ini, muncul hipotesis bahwa hal ini disebabkan oleh sifat mekanis dan fisik kayu-kayu umum Australia yang membuatnya tidak cocok untuk pembuatan busur secara mandiri.[17]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Jubi - KBBI VI".
  2. ^ "Pemanah - KBBI VI".
  3. ^ "Danudara- KBBI VI".
  4. ^ "Babahak- KBBI VI".
  5. ^ Paterson Encyclopaedia of Archery pp. 27โ€“28
  6. ^ Backwell, Lucinda; d'Errico, Francesco; Wadley, Lyn (2008). "Middle Stone Age bone tools from the Howiesons Poort layers, Sibudu Cave, South Africa". Journal of Archaeological Science. 35 (6): 1566โ€“1580. Bibcode:2008JArSc..35.1566B. doi:10.1016/j.jas.2007.11.006.
  7. ^ Wadley, Lyn (2008). "The Howieson's Poort industry of Sibudu Cave". South African Archaeological Society Goodwin Series. 10: 122โ€“132. JSTORย 40650023.
  8. ^ Lombard M, Phillips L (2010). "Indications of bow and stone-tipped arrow use 64,000 years ago in KwaZulu-Natal, South Africa". Antiquity. 84 (325): 635โ€“648. doi:10.1017/S0003598X00100134. S2CIDย 162438490.
  9. ^ Lombard M (2011). "Quartz-tipped arrows older than 60 ka: further use-trace evidence from Sibudu, Kwa-Zulu-Natal, South Africa". Journal of Archaeological Science. 38 (8): 1918โ€“1930. Bibcode:2011JArSc..38.1918L. doi:10.1016/j.jas.2011.04.001.
  10. ^ Backwell, Lucinda; Bradfield, Justin; Carlson, Kristian J.; Jashashvili, Tea; Wadley, Lyn; d'Errico, Francesco (2018). "The antiquity of bow-and-arrow technology: Evidence from Middle Stone Age layers at Sibudu Cave". Antiquity. 92 (362): 289โ€“303. doi:10.15184/aqy.2018.11. hdl:11336/81248. S2CIDย 166154740.
  11. ^ Lombard M (2020). "The tip cross-sectional areas of poisoned bone arrowheads from southern Africa". Journal of Archaeological Science: Reports. 33: 102477. Bibcode:2020JArSR..33j2477L. doi:10.1016/j.jasrep.2020.102477. S2CIDย 224889105.
  12. ^ "Clues to the earliest known bow-and-arrow hunting outside Africa have been found". www.sciencenews.org. June 12, 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 17, 2020. Diakses tanggal June 17, 2020.
  13. ^ Bows and arrows and complex symbolic displays 48,000 years ago in the South Asian tropics. Langley, Michelle C.; Amano, Noel; Wedage, Oshan; Deraniyagala, Siran; Pathmalal, M.M; Perera, Nimal; Boivin, Nicole; Petraglia, Michael D.; Roberts, Patrick (2020). "Bows and arrows and complex symbolic displays 48,000 years ago in the South Asian tropics". Science Advances. 6 (24): eaba3831. Bibcode:2020SciA....6.3831L. doi:10.1126/sciadv.aba3831. PMCย 7292635. PMIDย 32582854.
  14. ^ Metz, Laure; Lewis, Jason E.; Slimak, Ludovic (24 February 2023). "Bow-and-arrow, technology of the first modern humans in Europe 54,000 years ago at Mandrin, France". Science Advances (dalam bahasa Inggris). 9 (8): eadd4675. Bibcode:2023SciA....9D4675M. doi:10.1126/sciadv.add4675. ISSNย 2375-2548. PMCย 9946345. PMIDย 36812314.
  15. ^ Slimak, L.; Zanolli, C.; Higham, T.; etย al. (2022). "Modern human incursion into Neanderthal territories 54,000 years ago at Mandrin, France". Science Advances. 8 (6): eabj9496. Bibcode:2022SciA....8J9496S. doi:10.1126/sciadv.abj9496. PMCย 8827661. PMIDย 35138885.
  16. ^ Metz, Laure; Lewis, Jason E.; Slimak, Ludovic (24 February 2023). "Bow-and-arrow, technology of the first modern humans in Europe 54,000 years ago at Mandrin, France". Science Advances. 9 (8): eadd4675. Bibcode:2023SciA....9D4675M. doi:10.1126/sciadv.add4675. PMCย 9946345. PMIDย 36812314.
  17. ^ George, N. (2024). "Is Australian Flora Unsuitable for the Bow-and-Arrow?". Economic Botany: 1โ€“16.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

The Little Hours

Destro Films, akan memproduseri film ini, dengan StarStream Media, Bow dari Arrow Entertainment bertindak sebagai produser eksekutif, bersama Productivity

Mahakali

Translation of the Devi-Mahatmya and a Study of Its Interpretation (ISBN 0-7914-0446-3) by Thomas B. Coburn Dictionary of Hindu Lore and Legend (ISBN 0-500-51088-1)

All Summers End

produksi Haven Entertainment Deckplate Films American Film Productions Bow and Arrow Entertainment Painstaking Pictures Distributor Gravitas Ventures Tanggal

Attack on Titan (musim 1)

(็ด…่“ฎใฎๅผ“็Ÿขcode: ja is deprecated , Guren no Yumiya, terj. har. "Crimson Bow and Arrow") yang dibawakan oleh Linked Horizon, sementara lagu tema penutupnya

Her Smell

Matthew Perniciaro, Michael Sherman dan Adam Piotrowicz di bawah spanduk Bow and Arrow Entertainment mereka. Pada April 2018, Agyness Deyn, Gayle Rankin dan

Skate Kitchen

Sinematografer Shabier Kirchner Penyunting Nico Leunen Perusahaan produksi Bow and Arrow Entertainment RT Features Pulse Films Distributor Magnolia Pictures

Ishi

the Bow and Arrow, includes discussion about Ishi Saxton Pope, "Yahi Archery", University of California Publications in American Archaeology and Ethnology

Suku Bhil

comes from the Dravidian word for bow (billa or billu) and reflects the popularity of the bow and arrow as a weapon among these groups. The term is also used