📑 Table of Contents

Bretlwalda atau Brytenwealda adalah istilah Inggris kuno yang digunakan dalam Sejarah Anglo-Saxon, satu set catatan yang disusun menjelang akhir abad ke-IX, untuk menunjukkan serangkaian delapan penguasa Anglo Saxon yang memerintah dari abad ke-V dan seterusnya yang diyakini telah menguasai sebagian besar atau seluruh Inggris Anglo Saxon. Daftar ini mereproduksi tujuh raja yang menjalankan imperium yang diusulkan oleh Beda Venerabilis dalam bukunya "Historia Ecclesiastica Gentis Anglorum" (Sejarah Gerejawi Bangsa Inggris; selesai pada 731) dengan menambahkan nama kedelapan, yaitu Ecgberht, raja Wessex pada awal abad ke-IX.

Lama dianggap oleh para sejarawan sebagai gelar resmi yang dipakai oleh raja-raja ini, konsep Bretwalda cenderung dianggap sejak akhir abad ke-XX sebagai konstruksi historiografi buatan, yang bagaimanapun membuktikan kegigihan konsep "Britania" setelah akhir periode Romawi.

Lihat pula

sunting
Kerajaan Anglo-Saxon

Referensi

sunting
  • Fanning, Steven. "Bede, Imperium, and the Bretwaldas." Speculum 66 (1991): 1โ€“26.
  • Wormald, Patrick. "Bede, the Bretwaldas and the Origins of the Gens Anglorum." In Ideal and Reality in Frankish and Anglo-Saxon Society, ed. P. Wormald et al. Oxford, 1983. 99โ€“129.

Bacaan selanjutnya

sunting
  • Charles-Edwards, T. M. "The continuation of Bede, s.a. 750. High-kings, kings of Tara and Bretwaldas." In Seanchas. Studies in early and medieval Irish archaeology, history and literature in honour of Francis J. Byrne, ed. Alfred P. Smyth. Dublin: Four Courts, 2000. 137โ€“45.
  • Dumville, David "The Terminology of Overkingship in Early Anglo-Saxon England." In The Anglo-Saxons from the Migration period to the Eighth Century. An Ethnographic Perspective, ed. J. Hines (1997): 345โ€“65
  • Keynes, Simon. "Bretwalda." In The Blackwell Encyclopaedia of Anglo-Saxon England, ed. Michael Lapidge et al. Oxford, 1999.
  • Kirby, D. P. The Making of Early England. London, 1967.
  • Wormald, Patrick. "Bede, Beowulf and the conversion of the Anglo-Saxon aristocracy." In Bede and Anglo-Saxon England. Papers in honour of the 1300th anniversary of the birth of Bede, ed. R. T. Farrell. BAR, British series 46. 1978. 32โ€“95.
  • Yorke, Barbara. "The vocabulary of Anglo-Saxon overlordship." Anglo-Saxon Studies in Archaeology and History 2 (1981): 171โ€“200.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kerajaan Inggris

927. Saat masih berupa Heptarki, raja terkuat berpeluang diakui sebagai Bretwalda, yakni adiraja yang mengatasi semua raja lain. Keterpurukan Mercia membuka

Sinode Whitby

Bretwalda Colmรกn dari Lindisfarne Eanfled dari Deira Paskah Hilda dari Whitby Northumbria Oswiu dari Northumbria Gereja Katolik Roma Tonsura Wilfrid

Egbert dari Wessex

Sheffield. Di dalam Riwayat Anglo-Saxon akhirnya menjelaskan Egbert sebagai bretwalda, atau "Pemimpin Britania." Egbert tidak dapat menjaga posisi dominan ini

Kerajaan Kent

ร†thelberht. Pada akhir abad ke-6, ia memegang pengaruh besar sebagai bretwalda (penguasa tertinggi) atas raja-raja Anglo-Saxon lainnya. Masa pemerintahannya

Edwin dari Northumbria

The Franks. Blackwell, Oxford, 1988. ISBN 0-631-17936-4 Keyes, Simon, "Bretwalda" in M. Lapidge et al. (1999). Kirby, D.P., The Earliest English Kings

Oswiu

tiga tahun, kekuasaan Oswiu meluas ke Mercia, membuatnya diakui sebagai bretwalda di sebagian besar Inggris Raya. Oswiu adalah seorang Kristiani yang taat

Ceawlin dari Wessex

yang ditampilkan oleh Kronik Anglo-Saxon, sebagai Ceaulin Raja Wessex Bretwalda Britania Selatan Berkuasa 560โ€“592 Pendahulu Cynric Penerus Ceol Kematian

Brexit

1093/oxfordjournals.pa.a028811. Etheridge, Bill (2014). The Rise of UKIP. Epsom: Bretwalda Books. ISBN 978-1-909698-33-8. "10 key lessons from the European election