Hangmat di pantai

Buaian atau hangmat (bahasa Inggris: hammock) adalah jenis tempat tidur berupa kain seperti ayunan yang digantung pada kedua ujungnya.[1][2][3] Umumnya tempat tidur jenis ini digunakan oleh orang yang tinggal di daerah tropis.[1] Hangmat diproduksi di banyak negara antara lain Meksiko, Prancis, India, Kanada, dan Indonesia. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat hangmat misalnya kain katun, kain ikat, nilon payung udara, tali, hock (pengait) dan lain-lain, tetapi buaian nilon parasut lebih disukai karena mudah didapat, cepat kering, ringan dan sederhana. Hangmat biasanya digunakan untuk bersantai, atau beristirahat dalam kegiatan berkemah atau berwisata. Di Indonesia, hangmat banyak digunakan para nelayan yang jarang pulang ke rumah saat melaut karena berhari-hari di tengah lautan untuk mencari ikan dan mereka menggunakan jaring ikan sebagai tempat tidur. Hangmat ada beberapa jenis, yaitu hangmat kursi, hangmat kasur, hangmat jaring dan hangmat ikat.

Referensi

sunting
  1. ^ a b The World Book Encyclopedia, B - Volume 2. World Book, Inc. 2006. hlm.ย 123. ISBNย 0-7166-0106-0.
  2. ^ Oxford Advanced Learnerโ€™s Dictionary. Oxford University Press. 2005. hlm.ย 700. ISBNย 0-19-431651-3.
  3. ^ Salim, Peter (1993). Advanced English-Indonesian Dictionary, 4th edition. Modern English Press, Jakarta. hlm.ย 378.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Mukjizat Yesus Kristus

Ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) pada waktu Aku mengajar kamu menulis

Baayun Mulud

Kalimantan Selatan. Kata ayun artinya ayunan atau buaian, sedangkan kata baayun berarti berayun atau berbuai. Kata mulud berasal dari bahasa Arab yang artinya

Tunas peradaban

Istilah "tunas peradaban" mengacu kepada tempat-tempat yang diyakini merupakan tempat munculnya peradaban berdasarkan data-data arkeologis yang tersedia

Penangkap mimpi

manik-manik tertentu. Secara tradisi, penangkap mimpi digantung di atas buaian atau ranjang sebagai perlindungan. Benda ini berasal dari budaya Anishinaabe

Paris Saint-Germain F.C.

di bawahnya, dua simbol Saint-Germain berwarna putih: fleur de lys dan buaian Louis XIV. Dibuat oleh Christian Lentretien, mantan anggota dewan PSG dan

Pembelit lidah

adanya aliterasi (pengulangan bunyi konsonan awal, misalnya: buaya, biawak, buaian), asonansi (pengulangan bunyi vokal), dan konsonansi (pengulangan bunyi

Menara Babel

tetapi sebagai etiologi dari perbedaan budaya, yang menyajikan Babel sebagai buaian peradaban. Kejadian 11:8 melaporkan bahwa pembangunan menara tersebut tidak

Kabupaten Ketapang

Gerunggang Bahasa Kayong [xdy] Bahasa Majau Bahasa Pangkalan Suka Bahasa Kebuai Bahasa Tolaโ€™ Bahasa Marau Bahasa Batu Tajam Bahasa Kengkubang Bahasa Pesaguan