Kebudayaan Urnenfelder
Peta jangkauan kebudayaan Urnenfelder di Eropa (diarsir berwarna kuning)
Jangkauan
geografis
Eropa
PeriodeZaman perunggu Eropa
Tanggalk. 1300 – 750 SM
Situs indukBurgstallkogel
Didahului olehKebudayaan Hügelgräber
Diikuti olehKebudayaan Hallstatt, Kebudayaan Proto-Villanova

Kebudayaan Urnenfelder (k. 1300 SM – 750 SM; bahasa Jerman: Urnenfelderkultur, harfiah: "Kebudayaan Ladang Guci") adalah suatu kebudayaan arkeologis Zaman Perunggu Akhir di Eropa Tengah, sering dibagi menjadi beberapa kebudayaan purba setempat dalam adat-istiadat Urnenfelder. Nama tersebut berasal dari kebiasaan mengkremasi orang mati dan menempatkan abunya di guci tembikar yang kemudian dikubur di ladang. Di sebagian besar Eropa, kebudayaan Urnenfelder menggantikan kebudayaan Hügelgräber dan selanjutnya digantikan oleh kebudayaan Hallstatt.[1] Beberapa ahli bahasa dan arkeolog telah mengaitkan kebudayaan ini dengan penutur bahasa Proto-Kelt, ataupun Pra-Kelt.[2][3]

Rentang waktu

sunting

Dipercaya bahwa di beberapa daerah, seperti di barat daya Jerman, kebudayaan Urnenfelder sudah ada sekitar 1200 SM (awal Hallstatt A atau Ha A), tetapi fase Perunggu D di Riegsee sudah melakukan adat kremasi. Karena transisi dari Zaman Perunggu Pertengahan ke kebudayaan Urnenfelder terjadi secara bertahap, ada pertanyaan tentang cara menafsirkannya.

Kebudayaan Urnenfelder mencakup fase Hallstatt A dan B (Ha A dan B) dalam sistem kronologi Paul Reinecke, berbeda dengan kebudayaan Hallstatt (Ha C dan D) dari Zaman Besi berikutnya. Kebudayaan ini sesuai dengan fase Montelius III-IV dari Zaman Perunggu Utara. Fase Perunggu D Reinecke disertakan beragam menurut penulis dan daerah penemuan.

Kebudayaan Urnenfelder dibagi menjadi sub-fase berikut (berdasarkan pembagian oleh Müller-Karpe):

Fase Tahun (SM)
BzD 1300–1200
Ha A1 1200–1100
Ha A2 1100–1000
HaB1 1000–800
HaB2 900–800
Ha B3 800–750

Keberadaan fase Ha B3 masih dipertentangkan, karena materialnya hanya terdiri dari penguburan perempuan. Seperti yang dapat dilihat dari rentang 100 tahun yang berubah-ubah, penanggalan fase-fase tersebut sangat skematis. Fase-fase tersebut didasarkan pada perubahan tipologis, yang berarti bahwa fase-fase tersebut tidak harus sama persis di seluruh letak penyebarannya. Secara keseluruhan, lebih banyak penelitian dengan metode penanggalan radiokarbon dan lingkar pohon lebih diterima.

Asal

sunting

Kebudayaan Urnenfelder berkembang dari kebudayaan Hügelgräber.[1] Peralihan tersebut terjadi secara bertahap, baik dalam tembikar maupun dalam upacara penguburan.[1] Di beberapa bagian daerah di Jerman, kremasi dan penguburan terjadi secara bersamaan (Wölfersheim). Beberapa kuburan berisi kombinasi tembikar kebudayaan Hügelgräber dan pedang Urnenfelder (Kressbronn, Bodenseekreis) atau tembikar menunjukkan corak kebudayaan Hügelgräber bersama dengan jenis kebudayaan Hügelgräber awal (Mengen). Di utara, barang-barang kebudayaan Urnenfelder hanya digunakan pada fase HaA2. 16 pin yang disimpan di rawa di Ellmoosen (Kr. Bad Aibling, Jerman) mencakup seluruh rentang kronologis dari Perunggu B hingga periode Urnenfelder awal (Ha A). Hal ini menunjukkan kesinambungan upacara adat yang cukup besar. Di Loire, Seine, dan Rhône, arungan tertentu mengandung endapan dari zaman Neolitikum akhir hingga periode Urnenfelder.

Asal-usul upacara kremasi umumnya diyakini di Hungaria, di mana upacara tersebut tersebar luas sejak paruh pertama milenium kedua SM.[4] Kebudayaan Neolitikum Peradaban Cucuteni-Trypillia di Rumania timur laut dan Ukraina modern juga mempraktikkan ritual kremasi sejak sekitar 5500 SM. Beberapa kremasi mulai ditemukan dalam kebudayaan Proto-Lausitz dan Trzciniec.

Referensi

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ a b c Chadwick and Corcoran, Nora and J.X.W.P. (1970). The Celts. Penguin Books. hlm. 28–29.
  2. ^ Peter Schrijver, 2016, "Sound Change, the Italo-Celtic Linguistic Unity, and the Italian Homeland of Celtic", in John T. Koch & Barry Cunniffe, Celtic From the West 3: Atlantic Europe in the Metal Ages: questions of shared language. Oxford, England; Oxbow Books, pp. 9, 489–502.
  3. ^ Lorrio, Alberto. "The Celts in Iberia: An Overview". E-Keltoi: J Interdiscip Celtic Stud. 6.
  4. ^ Gimbutas, Marija (1965). Bronze age cultures in Central and Eastern Europe. Mouton Publishers. hlm. 274–298.

Daftar pustaka

sunting

Pranala luar

sunting

Media terkait Urnfield culture di Wikimedia Commons

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kebudayaan Hallstatt

berkembang dari kebudayaan Urnfield dari abad ke-12 SM (Akhir Zaman Perunggu) dan diikuti oleh kebudayaan La Tene di banyak daerahnya. Budaya ini umumnya

Abad ke-10 SM

Jepang mengalami periode Jomon. Masa Perunggu di Eropa masih berlangsung (Urnfield culture). Daftar Peristiwa abad ke-10 Sebelum Masehi: 1000 SM: India—Zaman

Kebudayaan Andronovo

Kebudayaan Andronovo (bahasa Rusia: Андроновская культураcode: ru is deprecated , translit. Andronovskaya kul'tura) adalah kumpulan kebudayaan Zaman Perunggu

Suku Kimmeri

akhir abad ke-7 SM: kemunculannya biasanya dikaitkan dengan kebudayaan Urnfield dan kebudayaan Zaman Perunggu Nordik. Akan tetapi, adalah mungkin jika sejumlah

Orang-orang Indo-Arya

leluhur dari bangsa Indo-Arya, berhubungan dengan kebudayaan Sintashta (2100–1800 SM), dan kebudayaan Andronovo, yang berkembang sekitar tahun 1800-1400

Teori Keluar dari India

adalah kebudayaan Yamnaya. Kebudayaan Yamnaya melahirkan kebudayaan Tembikar Tali Eropa Tengah yang kemudian menyebar ke timur dan melahirkan kebudayaan Sinstasyta

Dyeus

Dalam bahasa Proto-Indo-Eropa pertengahan, kemungkinan berhubungan dengan kebudayaan Khvalynsk (3900–3500 SM), *Dyēus juga berarti "surga", bergeser dari arti

Kebudayaan Sintashta

adalah tahap pertama dari Kebudayaan Sintashta–Petrovka atau Kebudayaan Sintashta–Arkaim, dan merupakan suatu kebudayaan arkeologis yang pernah ada pada