📑 Table of Contents
W. D. Mochtar
Born
Wagino Dachrin Mochtar

(1928-05-09)9 May 1928
Died13 December 1997(1997-12-13) (aged 69)
Indonesia
OccupationActor
Years active1950–1994

Wagino Dachrin Mochtar (9 May 1928 – 13 December 1997) was an Indonesian actor and the husband of Sofia W.D.[citation needed] He starred in Badai-Selatan (1962), Samiun dan Dasima (1971), Sanrego (1971), and Mystics in Bali (1981).[1][2]

Filmography

edit
  • Tirtonadi (1950)
  • Dendan Sajang (1953)
  • Malu Malu Kutjing (1954)
  • Kali Brantas (1954)
  • Mata Duitan (1955)
  • Biola (1957)
  • Badai Selatan (1960)
  • Ibu Mertua (1960)
  • Unggul Kasih Dimusim Kemarau (1964)
  • Membina Dunia Baru (1964)
  • Takan Lari Gunung Dikedjar (1965)
  • Macan Kemayoran (1965)
  • Luka Tiga Kali (1965)
  • Terpesona -(1966)
  • Djampang (1968)
  • Djampang Mentjari Naga Hitam (1968)
  • Laki-laki Tak Bernama (1969)
  • Si Bego Menumpas Kutjing Hitam (1970)
  • Sanrego (1971)
  • Banteng Betawi (1971)
  • Jang Djatuh Dikaki Lelaki (1971)
  • Api Bukit Menoreh (1971)
  • Pengantin Remaja (1971)
  • Singa Betina dari Marunda (1971)
  • Tjinta di Batas Peron (1971)
  • Seriti Emas, Kipas Sutra (1971)
  • Bengawan Solo (1971)
  • Teror Tengah Malam (1972)
  • Kabut Kintamani (1972)
  • Samiun dan Dasima (1972)
  • Timang-Timang Anaku Sayang (1973)
  • Batas Impian (1974)
  • Anak Yang Menderita (1974)
  • Anak Binatang (1974)
  • Pacar (1974)
  • Tanah Harapan (1976)
  • Pukulan Berantai (1977)
  • Laki-Laki dalam Pelukan (1977)
  • Pendekar Tangan Hitam (1977)
  • Bersemi di Akhir Badai (1978)
  • Laki-Laki Binal (1978)
  • Petualang-Petualang (1978)
  • Miliku (1979)
  • Si Ayub dari Teluk Telaga (1979)
  • Pengabdi Setan (1980)
  • Jangan Sakiti Hatinya (1980)
  • Gundala Putra Petir (1981)
  • Mystics in Bali (1981)
  • Melawan Badai (1982)
  • Pak Sakerah (1982)
  • Serbuhan Hallintar (1982)
  • Bayi Ajaib (1982)
  • Pasukan Berani Mati (1982)
  • Roro Mendut (1983)
  • Lara Jonggrang (1983)
  • Saat-Saat Kau Berbaring Di Dadaku (1984)
  • No Time to Die [de] (1984)
  • Tirai Kasih (1984)
  • Ranjau Ranjau Cinta (1984)
  • Satria Bergitar (1984)
  • Dendam Dua Jagoan (1986)
  • Pertarungan Untuk Hidup (1986)
  • Memburu Makelar Mayat (1986)
  • Mistri Rumah Tua (1987)
  • Anak-Anak Gass (1988)
  • Cintaku di Way Kambas (1990)
  • Pendekar Cabe Rawit (1990)
  • Turangga (1990)
  • Mistri Dari Gunung Merapi 3 (1990)
  • Balada Tiga Jagoan (1990)
  • Nada Dan Dakwah (1991)

References

edit
  1. ^ "Mystics in Bali". Archive.org. Retrieved 27 June 2017.
  2. ^ Stuart Galbraith IV (2 October 2007). "Mystics in Bali". DVD Talk. Archived from the original on 20 June 2023. Retrieved 27 June 2017.
edit

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Qonitah Ikhtiar Syakuroh

Indonesian). Tribunnews. Retrieved 31 May 2024. "Anak Pembuat Gula Merah di Bukit Menoreh Ini Pulang Bawa Medali Emas ASEAN Para Games, Warga Dusun Menyambutnya"

Persikup Kulon Progo

Full name Persatuan Sepakbola Indonesia Kulon Progo Nicknames Pendekar Bukit Menoreh The Java Horse Short name Persikup Founded 1976; 50 years ago (1976)

D. Djajakusuma

however, declined. In 1971 he directed his final films, Api di Bukit Menoreh (Fire on Mount Menoreh) and Malin Kundang (Anak Durhaka) (Malin Kundang [Faithless

List of rail accidents in Indonesia

July 2015. Tabrak Bus, Lokomotif KA Menoreh Rusak Sopir Bus PO Haryanto Kabur Setelah Ditabrak KA Menoreh KA Menoreh Tabrak Bus PO Haryanto di Cikarang

List of football clubs in Indonesia

Stadium PSTN Tunas Ngaglik Sleman Regency Maguwoharjo Stadium Raga Putra Menoreh Kulon Progo Regency Cangkring Stadium Rajawali Gunungkidul Gunungkidul

Sampangan

in Sampangan are: Jalan Menoreh Raya, Jalan Lamongan Raya, Jalan Papandayan, Jalan Kendeng, Jalan Sampangan Baru, Jalan Bukit Unggul and Jalan Dewi Sartika

Semarang Tawang railway station

Surabaya Pasar Turi Majapahit to Pasar Senen and Malang via Solo–Madiun Menoreh from and to Pasar Senen Matarmaja to Pasar Senen and Malang via Solo–Madiun

Jakarta Kota railway station

train trips which originally ended at Pasar Senen Station (Jayakarta, Menoreh and Kutojaya Utara), have now been moved to Jakarta Kota Station. With