
Bungalo adalah rumah kecil atau pondok yang lazimnya memiliki satu atau satu setengah tingkat.[1] Apabila terdapat lantai atas yang lebih kecil, ruang tersebut sering kali dibangun menyatu dengan atap dan dilengkapi dengan jendela yang menyembul dari atap.[2] Bangunan ini dapat dikelilingi oleh beranda yang luas.[1][3]
Rumah pertama di Inggris yang diklasifikasikan sebagai bungalo didirikan pada tahun 1869.[1] Di Amerika Serikat, arsitektur ini mulanya digunakan sebagai rumah peristirahatan, dan mencapai puncak popularitasnya antara tahun 1900 dan 1918,[4] khususnya seiring dengan gerakan Arts and Crafts.[5][3]
Istilah bungalo berasal dari kata bangla dan digunakan secara elips untuk mengartikan "sebuah rumah dengan gaya Bengal".[6] Kata ini kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi "bungalo".[7]
Kelebihan
suntingBungalow sangat cocok untuk pemilik-pemilik rumah karena semua daerah hunian terletak pada satu lantai dan tidak adanya tangga antara kamar-kamar. Jadi, bungalow sangat mudah diubah menjadi tempat tinggal orang cacat yang menggunakan kursi roda. Lingkungan yang hanya terdiri dari bungalow-bungalow memberikan lebih banyak keleluasaan tanpa gangguan dibandingkan dengan lingkungan yang terdiri dari rumah-rumah dua lantai.
Bagi banglo, pohon dan semak yang ditanam pada tempat-tempat strategis adalah cukup untuk menghadang pandangan tetangga. Sebaliknya bagi rumah dua lantai, rumah-rumah yang lebih tinggi itu membutuhkan pohon yang jauh lebih tinggi untuk mencapai efek yang sama, dan tidaklah praktik bagi pohon-pohon yang begitu tinggi ditanam terlalu dekat dengan rumah. Namun, bungalow-bungalow yang walau dibangun secara erat masih menghasilkan lingkungan yang agak rendah padatnya dan oleh itu, mengakibatkan rebakan kota.
Persoalan biaya dan ruang
suntingDari segi unit luas (misalnya, per kaki persegi atau per meter persegi), bungalow adalah lebih mahal untuk dibangun dibandingkan dengan rumah dua lantai dengan ukuran dasar dan atapnya lebih besar untuk ruang hunian yang sama. Dasar yang besar seringnya juga membutuhkan lahan yang luas. Inilah sebabnya mengapa banglo sering tidak dibangun secara terpisah dan tidak berbagi dasar atau dinding dengan rumah yang lain. Jika pemilik rumah mampu membeli bungalow yang biayanya lebih tinggi dari rumah dua lantai, maka mereka sering turut mampu memiliki rumah yang tidak kembar.
Meskipun rumah banglo biasanya berbentuk persegi panjang, sebenarnya apa-apa bentuk dasar dapat diadopsi. Bagi bungalow-bungalow dengan dinding batu-bata, jendela-jendelanya sering ditempatkan tinggi dan dibangun sampai atap. Ini menghindari kebutuhan kurva-kurva atau ambang-ambang yang khusus untuk menyangga dinding batu-bata. Untuk rumah-rumah dua lantai, tidak adanya pilihan lain kecuali membangun dinding batu-bata di atas jendela (tetapi jendela-jendela lantai kedua dapat ditempatkan tinggi dan dibangun sehingga atap).
Rujukan
sunting- ^ a b c Powell, Jane (2004). Bungalow Details: Exterior. Gibbs Smith. hlm.ย 12. ISBNย 978-1-4236-1724-2.
- ^ "BUNGALOW | English meaning โ Cambridge Dictionary".
- ^ a b "Definition of BUNGALOW". merriam-webster.com. 21 May 2024.
- ^ Powell 2004, hlm.ย 22.
- ^ Powell 2004, hlm.ย 23.
- ^ Online Etymology Dictionary, "bungalow"; Online Etymology Dictionary
- ^ "Arti kata bungalo". Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.