Yarinda Bunnag (bahasa Thai: เธเธฒเธฃเธดเธเธเธฒ เธเธธเธเธเธฒเธcode: th is deprecated , lahir 6 November 1980[1]) adalah arsitek, penyanyi, dan pemeran asal Thailand. Ia mulai dikenal pada tahun 2001 dari lagu "Kae Dai Kid Teung" (เนเธเนเนเธเนเธเธดเธเธเธถเธcode: th is deprecated ), dirilis dibawah GMM Grammy, sebelum meninggalkan pendidikan arsitektur di Universitas Cornell.[1][2] Setelah lulus, ia bergabung dengan label indie Smallroom dan merilis beberapa album selain bekerja sebagai arsitek.[3] Ia juga berkecimpung dalam dunia seni peran, berperan dalam sejumlah film seperti Best of Times (2009) dan The Red Eagle (2010).[2] In 2016, Yarinda Bunnag was invited to be the regional adviser of Asia Designer Communication Platform.[4]
Bunnag (bahasa Thai: เธเธธเธเธเธฒเธcode: th is deprecated ; RTGS: Bunnak) adalah sebuah keluarga bangsawan keturunan Persia yang berkuasa di Siam pada awal zaman
Dewan penobatan tersebut dipimpin oleh Sri Suriyawongse (Chuang Bunnag) dari Keluarga Bunnag, dan terdiri dari Sangharaja, para uskup, pangeran, dan bangsawan
Departemen Jalan Raya. Mereka memiliki dua anak: Pavitr Gajaseni Vichantra Bunnag Putri Phongkaeo (1926 - 26 Mei 1991), menikah dengan Pangeran Phatthana
tahun 1583). Selama masa pemerintahan Raja Mongkut juga, kekuasaan Keluarga Bunnag mencapai masa puncaknya. Keluarga ini lalu membentuk wangsa keluarga bangsawan
adalah Lord Abhayabhupesa (Lueam Abhaiwongse) dan ibunya adalah Nn. Lek Bunnag. 15 April 1905 -ย ? April 1924: Nona Krueakaew Abhaiwongse ? April 1924 -
Sadanont Durongkavarojana, Pawat Chittsawangdee, Darisa Karnpoj dan Yarinda Bunnag. Film ini bercerita tentang Pob dan Dew, remaja laki-laki yang mengembangkan
(putra Raja Rama IV) dan Cik Puan Maen Bhanubandhu Na Ayudhya (nama gadis Bunnag). Dia adalah permaisuri Yugala Dighambara, Pangeran Lopburi (putra Raja