📑 Table of Contents
Burasa dimakan dengan Bajabu Kaluku

Burasa atau Burasa' adalah salah satu panganan khas Makassar dan masyarakat Sulawesi Selatan. Panganan ini dikenal juga dengan nama Buras.[1] Makanan ini berbeda dengan lontong karena bentuknya yang agak pipih, dan dimasak dengan cara tersendiri. Burasa merupakan makanan yang selalu ada pada Hari Raya Lebaran, biasanya tersaji bersama kaluku atau parutan kelapa yang disangrai, serta bisa juga sebagai pelengkap makanan berkuah lainnya.

Buras Banjar dengan sambal kacang

Panganan ini terbuat dari beras yang dimasak terlebih dahulu dengan santan yang banyak hingga menjadi nasi lembek, dan selanjutnya dibungkus dengan daun pisang. Biasanya satu ikatan Burasa terdiri dari 2 hingga 3 bagian yang diikat menggunakan tali rafia atau tali dari karung. Setelah diikat, Burasa kemudian disusun dalam kuali atau belanga, lalu ditambahkan air hingga Burasa yang disusun terendam sepenuhnya. Kemudian Burasa direbus hingga matang atau ketika teksturnya sudah mengeras namun tetap lembut.[2] Durasi merebus diperhitungkan dari jumlah Burasa yang dimasak.

Panganan ini juga biasanya ditemui di luar provinsi Sulawesi Selatan seperti Gorontalo, Kalimantan dan beberapa daerah lain di Indonesia dan Malaysia. Di Kalimantan Selatan, burasa lebih dikenal sebagai lapat. Berbeda dari masyarakat Sulawesi Selatan yang terbiasa memakan burasa dengan kaluku "kelapa", masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan umumnya menyantap burasa dengan sambal kacang dan sering disajikan ketika lebaran. Mungkin dikarenakan banyaknya orang-orang dari Sulawesi Selatan yang merantau dan menetap di daerah-daerah tersebut sehingga panganan ini ikut menjadi bagian dari tradisi hari lebaran di daerah-daerah tersebut.[3][4]

Selain untuk hidangan pada hari lebaran, burasa juga banyak dipilih sebagai makanan untuk bekal dalam perjalanan karena mampu bertahan hingga dua hari. Masyarakat Sulawesi Selatan lebih sering dijadikan teman makan untuk Coto Makassar, Pallu Konro, Pallubasa, Dangkot dan makanan yang berkuah lainnya.

Varian Lain

sunting

Buras Banjar

sunting

Buras banjar adalah salah satu varian makanan burasa asal Kalimantan Selatan yang dimakan dengan kuah kacang berawarna kemerahan. Buras banjar terdiri atas bahan dasar beras, santan, dan juga bahan lainnya. Bahan-bahan tersebut di bungkus menggunakan daun pisang, kemudian di rebus ke dalam panci. Biasanya Buras Banjar disajikan bersama siraman kuah kacang yang manis dan pedas.[5]

Referensi

sunting
  1. ^ "Buras pesaing ketupat!". Panganan ini dikenal juga dengan nama.. Diakses tanggal 29-12-2011. ; [pranala nonaktif permanen]
  2. ^ "Buras: Lontong Gurih Khas Sulawesi dengan Cita Rasa Unik". www.indonesia.travel. Diakses tanggal 2026-04-12.
  3. ^ "Ini Kuliner Lebaran Khas Sulawesi Tenggara". Suarakendari.com. 2021-05-12. Diakses tanggal 2022-08-15.
  4. ^ "SATU HARI BERSAMA KULINER DAERAH". Bulir Jeruk. 2017-03-04. Diakses tanggal 2023-11-15.
  5. ^ "Buras Banjar, Sajian Lebaran Khas Kalimantan Selatan | Dapur Kintamani". www.dapurkintamani.com. 2021-05-07. Diakses tanggal 2023-11-24.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ayam kampung

ras unggul ayam kampung. Untuk membedakannya kini dikenal istilah ayam buras (singkatan dari "ayam bukan ras") bagi ayam kampung yang telah diseleksi

Ayam arab

hari menghasilkan telur. Secara genetik, ayam arab tergolong galur ayam buras yang unggul, karena memiliki kemampuan produksi telur yang tinggi. Kebanyakan

Kabupaten Pringsewu

adalah ayam buras, ayam ras petelur, ayam ras pedaging dan ternak itik. Populasi rata-rata unggas pertahun di Kabupaten Pringsewu adalah ayam buras 108.538

Kabupaten Pakpak Bharat

daging ayam buras 282.430ย kg, daging ayam ras pedaging 86.964ย kg, dan daging itik 2.879ย kg. Produksi telur ayam ras 584.505 butir, telur ayam buras 1.011.693

Kabupaten Cianjur

ayam buras 3.643.676 ekor, dan itik 154.081 ekor. Produksi daging ayam ras pedaging sebesar 14.668 ton, ayam ras petelur 1.314 ton, ayam buras 7.424

Kota Baubau

dan babi sebanyak 1.188 ekor. Sedangkan untuk ternak unggas, yakni ayam buras sebanyak 152.330 ekor, ayam ras sebanyak 105.000 ekor dan itik/bebek sebanyak

Kabupaten Konawe

sebagai berikut: ayam buras 1.235.688 ekor, ayam ras 20.200 ekor dan itik manila 87,864 ekor. Dibanding tahun sebelumnya ayam buras meningkat 180.713 ekor

Hidangan Indonesia

atas soto atau ketan. Salah satu contoh penggunaan santan yang kaya adalah Buras dari Makassar, beras ketan dibungkus daun pisang dan dimasak dalam santan